
"Ketenangan, kapan aku bisa merasakan ketenangan yang sebenarnya? Dari kehidupan pertama sampai kehidupan yang sekarang, selalu saja ada masalah yang datang mengganggu ketenangan hidupku."
Saat ini, Lin Feng tengah menatap langit yang membentang luas dari puncak gunung tertinggi di Benua Biru, meski raganya ada di dunia kultivator, namun pikirannya melayang jauh ke kehidupan pertamanya dahulu.
Dalam pikirannya, Lin Feng mengingat kembali masa-masa tenang dan bahagia yang ia jalani bersama keluarganya, walaupun keluarganya bukanlah keluarga yang kaya, namun tidak satu hari pun mereka lewati tanpa kebahagiaan dan canda tawa.
"Ayah, ibu, kakak, apa kalian sudah tenang di sana?"
"Ingin rasanya aku menyusul kalian agar kita bisa berkumpul lagi, tapi... mustahil aku bisa pergi meninggalkan masalah ini begitu saja."
"Ayah, ibu, kedua cucu kalian sudah besar, apa kalian bisa melihat mereka dari sana?"
"Andaikan saja kalian ada di sini, keluarga kita pasti akan lengkap."
Sudah hampir sepuluh tahun berlalu sejak jiwa Lin Feng datang ke dunia ini, dan sudah lebih dari dua puluh tahun berlalu sejak keluarganya meninggal, namun tidak pernah sekalipun Lin Feng melupakan mereka bertiga, bahkan di setiap langkahnya, ia selalu teringat dengan mereka bertiga.
Tanpa disadari, ingatan masa lalu itu membuat cairan bening keluar dari matanya dan mengalir melalui pipinya, Lin Feng berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, namun kesedihan serta kerinduan yang ia rasakan benar-benar tidak bisa ia tahan, hingga akhirnya, hanya air mata lah yang bisa menggambarkan perasaannya saat ini.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang seraya menghapus jejak air mata di pipinya, "Jika kakak melihatku seperti ini, dia pasti akan tertawa dan mengolok-olok diriku."
Disisi lain.
Luo Ning yang sejak tadi mengawasi Lin Feng dari kejauhan juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh suaminya itu, namun tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan kesedihan suaminya itu.
Mungkin Luo Ning bisa menenangkan Lin Feng saat gelisah, bahkan ia bisa memadamkan api kemarahan Lin Feng dengan mudah, namun untuk yang satu ini, Luo Ning memang tidak bisa melakukan apapun, karena kesedihan itu hanya dia sendirilah yang bisa menghilangkannya.
"Ning'er, sampai kapan kau mau berdiri di sana?"
Luo Ning melesat terbang menghampiri Lin Feng, kemudian memeluknya dengan erat, "Gege, maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa menghilangkan kesedihan yang Gege rasakan."
"Kau tidak salah, kesedihan ini tidak akan pernah bisa dihilangkan, kecuali jika aku melupakan mereka, tapi itu adalah hal yang mustahil bagiku" sahut Lin Feng.
Setelah cukup lama, Luo Ning kemudian melepaskan pelukannya, "Gege, ada yang ingin aku sampaikan."
"Aku tahu, tapi untuk saat ini, aku masih belum menemukan cara yang tepat untuk menyegel kekuatan mereka."
"Kekuatan mereka berdua semakin besar, jika dibiarkan terus, kekuatan itu pasti akan menyakiti mereka" ucap Luo Ning.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sebenarnya ada satu cara, tapi ini cukup berbahaya."
"Tapi jika dibiarkan, nyawa anak-anak kita juga akan berada dalam bahaya, Gege."
"Tadi saja, Ling'er sampai pingsan karena luapan energi yang sangat besar dalam tubuhnya. Lalu Long'er, beberapa hari ini dia selalu bermimpi melihat sosok Dewa Asura."
"Meski dia tidak tahu sosok apa yang ia lihat, tapi dari ceritanya, aku yakin sosok itu adalah sosok Dewa Asura."
Lin Feng mengerutkan alisnya, ia benar-benar tidak menyangka jika perkembangan kekuatan Asura dalam tubuh kedua anaknya bisa secepat itu, dan jika kekuatan mereka tidak segera di segel, maka kemungkinan besar, kekuatan itu akan bangkit sepenuhnya sebelum mereka berumur sepuluh tahun.
"Kalau begitu, aku akan menyegel kekuatan mereka berdua dan semoga saja, tidak ada hal buruk yang terjadi saat aku menyegel kekuatan mereka nanti" ucap Lin Feng.
Luo Ning mengangguk, "Aku juga akan membantumu, Gege."
Setelah itu, mereka berdua menghilang dari puncak gunung tersebut, lalu keduanya muncul lagi di halaman istana kerajaan Dunia Bawah, dan pada saat yang bersamaan, kedua anak mereka juga telah datang ke halaman bersama Huise dan yang lainnya.
"Long'er, Ling'er, kalian berdua mau kemana?" tanya Lin Feng.
"Ayah, hari ini paman Lang Diyu ingin mengajak kami jalan-jalan di sekitar kerajaan, apakah boleh?"
Lang Diyu tersentak kaget, ia bergegas menghampiri Lin Feng untuk memberikan penjelasan, "Tuan, a-aku sama sekali tidak mengajak Tuan Muda dan Nona, tapi merekalah yang memaksaku."
"Tidak apa-apa, pergilah, ajak mereka jalan-jalan, tapi jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka" sahut Lin Feng.
"Baik, Tuan!" ujar Lang Diyu.
"Apa ayah tidak marah?" tanya Xie Ling.
Lin Feng tersenyum sembari membelai kepala putrinya itu, "Tentu saja tidak, putriku."
"Terima kasih, ayah."
"Baiklah, kalian berdua boleh pergi sekarang, tapi ingatlah, selalu dengarkan apa kata paman dan jangan membuat masalah untuknya."
Karena sudah mendapatkan izin dari ayahnya, mereka berdua kemudian pergi meninggalkan istana bersama Lang Diyu dan yang lainnya, walaupun yang mereka paksa hanyalah Lang Diyu saja, namun yang lainnya tetap ingin ikut, karena tidak seorangpun dari mereka ingin terjadi sesuatu kepada anak kembar itu.
Sementara itu, Lin Feng dan Luo Ning kini telah berada di suatu ruangan khusus di istana kerajaan. Kemudian, Lin Feng mengeluarkan dua butir mutiara dari cincin penyimpanannya, yang mana keduanya adalah sepasang mutiara yang ia dapatkan sebelumnya, yaitu mutiara inti api bumi dan mutiara inti api langit.
"Ning'er, alirkan energi dewa kehidupan kedalam kedua mutiara ini" ucap Lin Feng.
Luo Ning menganggukkan kepalanya, kemudian melakukan seperti yang diperintahkan oleh suaminya, pada saat yang bersamaan, Lin Feng juga menyalurkan kekuatan Dewa kematian miliknya kedalam kedua butir mutiara tersebut.
Luapan energi yang sangat besar memenuhi ruangan itu, jika saja Lin Feng tidak menciptakan formasi pelindung yang sangat kuat, mungkin ruangan itu sudah hancur karena tidak sanggup menahan luapan energi tersebut, dan bisa saja, istana kerajaan juga akan ikut hancur karenanya.
"Ini masih belum cukup" ucap Lin Feng, kemudian menyalurkan kekuatan Asura kedalam dua mutiara itu.
Wushh!
Luapan aura yang jauh lebih besar dan lebih dahsyat langsung memenuhi ruangan tersebut, pada saat yang bersamaan, ruangan khusus itu mendadak bergetar hebat, bahkan getarannya sampai mengguncang istana kerajaan Dunia Bawah.
"Gege, apa kekuatan sebesar ini masih belum cukup juga?"
"Sedikit lagi, kekuatan ini akan lebih sempurna jika kita menambahkan kekuatan petir surga" jawab Lin Feng.