
Dimensi kesembilan.
Setelah berhasil mengirim Lin Feng dan Xiao Lang ketempat yang ia sendiri tidak mengetahuinya, Dewa Huo sebenarnya ingin langsung memulai rencana terbesarnya, yaitu menjadi satu-satunya sosok yang berkuasa di alam semesta.
Namun karena luka yang ia dapatkan dari pertarungan sebelumnya cukup parah, iapun harus menunda rencananya itu sekali lagi, karena sekarang ia harus fokus menyembuhkan luka ditubuhnya. Selain itu, ia juga harus mengembalikan kekuatannya sepenuhnya.
Tanpa kekuatan penuhnya, maka rencananya itu tidak akan pernah berjalan dan keinginannya untuk menguasai alam semesta, selamanya hanya akan menjadi angan-angan yang tidak akan pernah bisa ia capai. Oleh sebab itu, setelah berhasil menyembuhkan lukanya nanti, ia akan fokus mengambilkan kekuatannya.
"Serangan mereka sebelumnya benar-benar dahsyat, jika bukan karena aku berhasil menciptakan formasi pelindung, mungkin aku sudah mati saat itu juga" gumam Dewa Huo.
"Tapi setidaknya, aku sudah berhasil menjauhkan mereka berdua dan saat ini, aku hanya perlu menyembuhkan lukaku saja" lanjutnya.
Kemudian, Dewa Huo beranjak dari tempat duduknya, kemudian melesat terbang menuju istana Dewa dimensi kesembilan yang sekarang hanya tersisa puing-puingnya saja. Setelah ia tiba di sana, Dewa Huo kemudian menghampiri tempat singgasananya berada.
"Sungguh disayangkan, padahal aku baru saja menjadi penguasa tapi singgasanaku malah dihancurkan oleh mereka" ucap Dewa Huo, kemudian membentuk segel tangan.
"Lin Feng, Xiao Lang, kalian berdua pasti tidak akan pernah menyangka jika tujuanku menjebak Shen Guoshi bukan hanya karena ingin menjadi penguasa, tapi juga karena ada sesuatu dibawah singgasana ini yang sangat aku inginkan."
Setelah segel tangan itu selesai dibentuk, puing-puing istana Dewa mendadak bergetar hebat, bahkan alam Dewa dimensi kesembilan dibuat bergetar sekali lagi karenanya. Kemudian, singgasana yang telah hancur tersebut bergeser dari tempatnya dan membuka jalan menuju ke suatu tempat.
"Hahahaha! Penantian ku selama ini ternyata tidak sia-sia!" ujar Dewa Huo, kemudian memasuki pintu rahasia yang ada di bawah singgasana tersebut.
Sebelumnya.
Selama berada di istana Dewa dimensi kesembilan, Dewa Huo tidak hanya telah melakukan semua perintah Shen Guoshi saja, tapi ia juga telah menyelidiki segala hal yang ada di istana serta dimensi tersebut. Dan selama penyelidikannya, Dewa Huo menemukan sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh penguasa sebelumnya.
Dan rahasia tersebut tersembunyi di suatu tempat yang tidak dijelaskan dalam catatan peninggalan yang ditemukan oleh Dewa Huo, meski begitu, dalam catatan tersebut masih dijelaskan dimana pintu menuju ke tempat itu berada serta cara membukanya, namun yang bisa membukanya hanyalah penguasa dimensi kesembilan saja.
Sejak menemukan catatan kuno itu, Dewa Huo berusaha keras untuk memikirkan cara agar dirinya bisa menjadi penguasa, karena menurut catatan tersebut, hanya seorang penguasa lah yang bisa membukanya. Oleh sebab itu, Dewa Huo kemudian menyusun rencana untuk menjebak Shen Guoshi agar dia bisa menggantikan posisi Shen Guoshi sebagai penguasa.
Dan beruntungnya lagi, rencana yang ia susun itu ternyata berjalan dengan sangat mulus, bahkan jauh lebih mulus dari apa yang pernah ia bayangkan. Bahkan, Dewa Huo juga tidak menyangka jika Lin Feng akan membunuh Shen Guoshi, yang artinya Lin Feng juga ikut andil dalam keberhasilan rencana tersebut.
***
Setelah memasuki pintu rahasia, Dewa Huo seperti dibawa ke sebuah tempat yang berada di dimensi yang berbeda, dan tidak hanya tempatnya saja yang berbeda, tapi aura serta energi yang ada di sana juga sangat berbeda dengan aura dan energi yang ada di dimensi kesembilan, ataupun dimensi yang lainnya.
"Tempat apa ini?" gumam Dewa Huo sembari terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang sangat panjang.
Tidak lama kemudian, Dewa Huo tiba di suatu tempat yang mirip seperti tempat pelatihan, namun tempat itu bukan dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berlatih, melainkan dipenuhi oleh ribuan patung prajurit yang terlihat sangat tangguh.
Suara seseorang terdengar memenuhi tempat tersebut, bahkan gema suaranya sampai membuat seluruh tempat itu bergetar. Beberapa saat kemudian, di depan Dewa Huo muncul sesosok roh seorang pria yang memancarkan aura kekuatan yang sangat dahsyat.
Aura kekuatan yang terpancar dari tubuh roh pria itu tidak hanya membuat seluruh tempat itu bergetar, tapi juga berhasil membuat tubuh Dewa Huo gemetaran karena tekanan intimidasi yang menindas dirinya, bahkan aura intimidasi itu seolah-olah memaksa Dewa Huo untuk berlutut pada roh tersebut.
"Selamat datang, penguasa. Aku sudah lama menunggu kedatangan mu" sapa roh tersebut.
"Siapa kau?" tanya Dewa Huo.
"Aku adalah roh yang ditinggalkan oleh penguasa terdahulu, dan tugasku adalah menjaga tempat ini sampai penguasa selanjutnya datang untuk mengambil peninggalan penguasa terdahulu" jawab roh tersebut.
Dewa Huo tersenyum senang mendengar ucapan roh tersebut, "Peninggalan apa yang ditinggalkan oleh penguasa terdahulu untukku?" tanya Dewa Huo.
Roh itu kemudian menjelaskan apa saja yang telah ditinggalkan oleh penguasa terdahulu, pertama adalah seratus ribu prajurit yang masing-masing kekuatannya berada di tingkatan Supreme God Matrial, yaitu satu tingkatan dibawah tingkatan tertinggi seorang Dewa.
Peninggalan kedua adalah sepuluh giok jiwa yang bisa digunakan untuk mengandalkan jiwa seseorang, termasuk seorang penguasa sekalipun. Dan yang ketiga adalah mutiara inti kegelapan, yaitu mutiara yang menyimpan kekuatan kegelapan yang sangat dahsyat.
Dewa Huo mematung ketika mendengar tiga peninggalan yang ditinggalkan oleh penguasa dimensi kesembilan yang sebelumnya, bahkan ia tidak tahu lagi bagaimana cara mengekspresikan kebahagiaan yang tengah melanda dirinya saat ini.
"Boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Dewa Huo setelah berhasil menenangkan dirinya.
"Tentu saja, penguasa."
"Apakah penguasa dimensi kesembilan sebelumnya sangat kuat?"
Sosok roh itu menggelengkan kepalanya, "Peninggalan ini bukan ditinggalkan oleh penguasa dimensi sebelumnya, tapi ditinggalkan oleh penguasa pertama dimensi kesembilan."
"Penguasa pertama? Dia pastilah orang yang sangat hebat" gumam Dewa Huo.
"Benar! Penguasa pertama adalah Dewa yang sangat luar biasa, bahkan ia pernah menjadi satu-satunya penguasa alam semesta ini, namun ia berhasil dikalahkan oleh sosok yang jauh lebih kuat lagi."
"Apa kau tahu siapa sosok itu?"
"Sayangnya tidak, karena aku muncul setelah penguasa pertama menciptakan tempat ini. Tapi menurut penguasa pertama, sosok itu tidak akan mungkin muncul lagi, karena saat mereka bertarung penguasa pertama berhasil memecah jiwa dan juga roh sosok tersebut."
"Hahahaha, ini adalah berita yang sangat bagus! Dengan musnahnya sosok itu, artinya tidak akan ada lagi yang bisa menghentikan ku menguasai alam semesta" ucap Dewa Huo.
"Kau memiliki ambisi yang kuat sama seperti penguasa pertama, dan aku yakin, kau adalah sosok yang telah dikatakan oleh penguasa pertama dulu."