Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-79. Terbongkarnya identitas


Waktu kian berlalu, hari sudah berganti Minggu dan Minggu sudah berganti bulan, dan saat ini, tiga bulan sudah berlalu sejak Lin Feng tersesat di dimensi yang tidak ia ketahui. Selama tiga bulan itu pula, Lin Feng terus melakukan perjalanan untuk mencari keberadaan kuil Dewa Asura.


Tiga bulan ini, Lin Feng telah berhasil menemukan empat kuil dan dari masing-masing kuil, Lin Feng sudah mendapatkan warisan atau peninggalan yang ditinggalkan oleh Dewa Asura untuknya, keempat peninggalan itu meliputi, kecepatan, kekuatan, roh dan juga raga.


Dengan keempat warisan yang ditinggalkan oleh Dewa Asura, Lin Feng perlahan-lahan berhasil memulihkan kekuatannya lagi, bahkan kekuatannya sudah jauh meningkat dari sebelumnya, bahkan, kekuatan normalnya sekarang sudah berada di atas kekuatan Supreme God Emperor.


Namun, kembalinya kekuatan Lin Feng ini justru membuat Zhen Shao dan teman-temannya semakin takut dengan Lin Feng, mereka yang awalnya menganggap Lin Feng sebagai manusia biasa, sekarang malah semakin yakin jika Lin Feng sebenarnya adalah reinkarnasi Dewa Asura.


Pada awalnya, mereka hanya sekedar menduga-duga saja, tapi dua Minggu yang lalu, tepatnya saat mereka singgah disebuah desa untuk mengisi persediaan, mereka menyaksikan secara langsung kekuatan dan wujud sejati Dewa Asura melalui Lin Feng.


Saat itu, desa tersebut mendadak diserang oleh sekelompok bandit yang kejam, mereka tidak hanya menyita barang-barang berharga milik penduduk desa, tapi juga tidak segan-segan membunuh serta memperkosa gadis-gadis muda di desa tersebut.


Lalu, ada satu kejadian yang membuat Lin Feng sangat murka sampai ia melepaskan kekuatannya, yaitu saat salah seorang bandit membunuh anak kecil yang mencoba menyelamatkan ibunya.


Saat itu, sosok Lin Feng berubah total, ada tiga pasang sayap berwarna emas di punggungnya, serta memancarkan aura kematian yang sangat besar. Dan sejak saat itu pula, Zhen Shao dan teman-temannya semakin yakin bahwa Lin Feng adalah Dewa Asura.


"Lin Feng, boleh kami menanyakan sesuatu padamu?" ucap Zhen Shao gugup.


Lin Feng mengangguk, "Katakan, apa yang mau kalian tanyakan?"


Zhen Shao memandangi teman-temannya seolah meminta persetujuan dari mereka, kemudian keempat temannya itu menganggukkan kepala bersamaan, lalu setelah itu, barulah Zhen Shao memiliki keberanian untuk bertanya pada Lin Feng.


"Sebelumnya, maaf jika aku bersikap lancang, tapi aku tidak bisa menahan rasa penasaran ini dan selalu memikirkannya, jadi..."


Ucapan Zhen Shao terhenti ketika melihat Lin Feng mengangkat tangannya, namun hal itu justru membuat dia dan teman-temannya gemetaran, mereka benar-benar takut jika Lin Feng akan menghukumnya karena telah menanyakan hal yang tidak seharusnya mereka tanyakan.


"Aku tahu apa yang ingin kalian tanyakan, tapi aku tidak bisa menjawabnya sekarang, dan kalian tenang saja, karena setelah berhasil menemukan kuil terakhir, aku yakin kalian akan menemukan jawaban dari pertanyaan kalian itu."


"Aku juga tidak mempermasalahkan sikap kalian yang sekarang, entah itu karena kalian takut atau merasakan hal yang lainnya terhadapku, tapi yang jelas, kalian berlima adalah teman-temanku, baik itu sekarang, nanti ataupun selamanya."


Rasa takut yang menyelimuti tubuh Zhen Shao dan teman-temannya perlahan menghilang, mereka juga sangat senang karena Lin Feng ternyata masih menganggap mereka sebagai teman, padahal, mereka berlima bukanlah siapa-siapa dan tidak pantas dianggap sebagai teman olehnya.


Akan tetapi, apa yang mereka pikirkan ternyata salah besar, karena kenyataannya adalah, Lin Feng justru sangat menghargai mereka dan masih menganggap mereka semua sebagai temannya, bahkan, mereka bisa merasakan ketulusan dari setiap kata yang diucapkan oleh Lin Feng, yang menandakan jika dirinya tidak berbohong.


"Dewa Asura, terimalah hormat kami!" ucap mereka berlima serempak, kemudian berlutut didepan Lin Feng.


"Hah" Lin Feng hanya bisa menghela napas panjang, "Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini, berdirilah sekarang juga atau aku akan menghukum kalian berlima!"


Meski mereka mendapatkan ancaman dari Lin Feng, namun kelima pria paruh baya itu justru tersenyum dan merasa sangat senang, karena mereka tahu jika hukuman yang dimaksud oleh Lin Feng adalah sesuatu yang nantinya akan bermanfaat bagi mereka, misalnya seperti yang mereka rasakan saat ini.


"Kenapa kalian diam saja?" tanya Lin Feng.


"Yang mulia, hukuman yang akan Anda berikan adalah sebuah anugerah yang tidak bisa kami tolak" jawab Zhang Kai.


"Benarkah, kalau begitu aku akan mencabut nyawa kalian jika tidak berdiri dalam tiga detik!" ujar Lin Feng kemudian melepaskan aura kematian dari tubuhnya.


"Satu..."


Zhen Shao dan teman-temannya bergegas berdiri, namun bukannya takut, mereka malah nampak senang ketika merasakan aura kematian yang terpancar dari tubuh Lin Feng, karena aura tersebut semakin membuktikan bahwa apa yang mereka pikirkan adalah benar adanya, dan Lin Feng memanglah reinkarnasi dari Dewa Asura.


Selama tiga bulan bersama Lin Feng, Zhen Shao dan teman-temannya tidak hanya menjadi pendekar yang hebat, tapi mereka juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai dunia ini, diantaranya adalah, mereka yang sekarang sudah bisa merasakan aura dan juga energi alam.


Sebenarnya Lin Feng sendiri juga kaget ketika merasakan keberadaan energi alam di daratan tempat ia berada, namun setelah menyelidikinya, Lin Feng akhirnya mengetahui jika dimensi itu juga sama dengan dimensi kultivator, hanya saja, energi alam di sana tidak sepadat di dimensi lain, sehingga cukup sulit untuk merasakan keberadaannya.


Bahkan, Lin Feng baru merasakan adanya energi alam itu setelah ia mendapatkan warisan ketiga yang ditinggalkan oleh Dewa Asura, dan sejak saat itu, Lin Feng mulai mengajari Zhen Shao dan teman-temannya cara untuk merasakan keberadaan energi alam, namun masih sangat sulit bagi mereka untuk bisa menyerapnya.


"Kita sudah melakukan perjalanan selama tiga Minggu, tapi kuil terakhir masih belum ditemukan juga" ucap Lin Feng.


"Maafkan kami, yang mulia, kami benar-benar tidak mengetahui dimana kuil yang terakhir berada" sahut Guo Fan.


"Kenapa harus minta maaf, bukan salah kalian jika tidak mengetahui keberadaan kuil terakhir."


"Sudahlah, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan sekarang, karena sebentar lagi matahari akan terbenam" lanjutnya, kemudian mereka berlima melanjutkan perjalanan mencari keberadaan kuil Dewa Asura yang terakhir.


"Berhenti!"


Lin Feng dan yang lainnya terpaksa harus menghentikan laju kuda mereka, karena dihentikan oleh sekelompok pendekar berpakaian serba hitam serta mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.


"Jika tidak ingin mati, sebaiknya menyingkir dari jalan kami!" ujar Zhen Shao.


"Hahaha, apa aku tidak salah dengar?"


"Aku peringatkan sekali lagi, cepat menyingkir atau aku tidak akan segan-segan lagi!" ucap Zhen Shao mengulang kata-katanya.


"Dia benar-benar sudah berubah, mungkin aku sudah bisa membiarkan mereka menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri" gumam Lin Feng mengagumi sikap Zhen Shao.