Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-69. Hari-hari yang sulit (2)


Setelah menyusuri hutan selama setengah hari, Lin Feng akhirnya berhasil menemukan sebuah sungai yang sangat jernih, dan karena sudah sangat haus, Lin Feng langsung mendekati sungai tersebut kemudian meminum airnya untuk melepaskan dahaganya.


"Airnya benar-benar segar dan dingin" gumam Lin Feng.


Karena sebelumnya ia tidak memperhatikan keadaan disekitar sungai, Lin Feng pun tidak menyadari jika dirinya tengah diawasi oleh sepasang mata dibalik semak-semak, dan setelah beberapa saat berlalu, sosok yang mengawasi Lin Feng itupun akhirnya keluar dari persembunyiannya.


"Sial, aku terlalu ceroboh!" Lin Feng melompat mundur untuk menjauhi Beast tersebut, kemudian mengambil anak panah yang telah ia siapkan sebelumnya.


Wushh!


Anak panah itu melesat kearah Beast serigala, namun sayangnya, pergerakan Beast serigala tersebut sangatlah lincah, sehingga ia bisa menghindari anak panah yang dilepaskan oleh Lin Feng dengan mudah, bahkan sekarang ia tengah berlari mendekati Lin Feng dan bersiap untuk menerkamnya.


"Tidak ada pilihan lain, aku harus bertarung secara langsung!"


Lin Feng meletakkan busurnya dan meraih tombak yang ia buat dari cabang pohon yang tidak terlalu besar, lalu saat serigala itu melompat kearahnya, Lin Feng langsung menusukkan ujung tombaknya kearah serigala tersebut, dan beruntungnya, serangan itu berhasil mengenai dan melukai tubuh Beast serigala tersebut.


"Groarrr!" Beast serigala itu meraung dengan sangat keras seakan-akan dia sedang menunjukkan kemarahannya pada Lin Feng, setelahnya, Beast serigala itu berlari dengan sangat cepat hingga menghilang dari pandangan Lin Feng.


"Gawat, Beast ini memiliki kecepatan diluar perkiraan ku" gumam Lin Feng.


Crashh!


Cakar serigala itu berhasil mendarat dipunggung Lin Feng, namun anehnya, Lin Feng tidak merasakan apapun di punggungnya dan jangankan terluka, jubah hitam yang ia kenakan pun tidak tergores sedikitpun. Padahal, cakar Beast serigala itu sangat tajam dan mampu merobek kulit dengan sangat mudah.


"Ini..." Lin Feng terlihat bingung dengan yang terjadi, tapi kemudian, ia menyeringai setelah mengetahui penyebab dirinya tidak terluka.


"Hahaha, ternyata kekuatan jubah ini tidak menghilang."


Sebelumnya Lin Feng sempat mengira jika dirinya telah dikutuk oleh Dewa Huo, karena sejak ia berada di dunia ini, berbagai macam kesialan selalu saja menghampiri dirinya. Tapi sekarang, ia sudah yakin jika kutukan itu sebenarnya tidaklah nyata dan hanya ada dalam cerita dongeng saja.


"Serigala sialan! Tunjukkan dirimu!" ujar Lin Feng.


Jika sebelumnya Lin Feng berusaha menjaga jarak dan bertarung dengan sangat berhati-hati, sekarang ia justru melonggarkan pertahanannya dengan sengaja agar serigala itu muncul dan menyerangnya, karena jika serigala itu muncul, barulah Lin Feng bisa melakukan serangan balasan.


Seperti yang sudah ia duga, serigala itu benar-benar muncul di hadapannya, bahkan ia terlihat telah siap untuk menerkam Lin Feng. Namun kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena sekarang, Lin Feng tidak menjauhi serigala itu lagi, melainkan berlari mendekatinya.


Sama halnya dengan Lin Feng, serigala itu juga berlari kearah Lin Feng dengan sangat cepat, lalu setelah jarak antara mereka sudah tidak terlalu jauh, serigala itu langsung melompat untuk menerkamnya.


Lin Feng yang sudah mengetahui pola serangan serigala itu, kemudian memutar tubuhnya untuk menghindar, dan pada saat yang bersamaan, Lin Feng juga menusukkan ujung tombaknya kearah serigala tersebut dan berhasil mengenai tubuhnya dengan telak.


"Aku memang kehilangan kekuatanku, tapi bukan berarti aku juga kehilangan pengalaman bertarung ku, serigala sialan!" ucap Lin Feng.


Meski tombak Lin Feng telah menancap ditubuhnya, namun serigala itu masih berusaha untuk bangkit dan menyerang Lin Feng lagi. Tapi, Lin Feng tidak berniat membiarkan serigala itu melakukannya, bahkan ia tidak ingin membiarkan serigala itu hidup lebih lama lagi.


"Masih ingin melawan? Jangan harap!" ujar Lin Feng.


Kemudian, Lin Feng mencabut tombaknya yang masih menancap ditubuh serigala tersebut, lalu menusuk tubuh serigala itu berkali-kali, bahkan ia baru berhenti setelah tidak ada lagi bagian ditubuh serigala itu yang bisa ia tusuk dengan tombaknya.


Setelah berhasil membunuh serigala yang menyerangnya, Lin Feng kemudian kembali ke sungai untuk membersihkan dirinya. Selesai membersihkan diri, Lin Feng melanjutkan perjalanannya lagi, namun kali ini ia lebih memilih untuk mengikuti arah yang berlawanan dengan sungai tersebut.


***


Sepanjang perjalanan menyusuri hutan, sudah tidak terhitung lagi berapa kali Lin Feng berhadapan dengan hewan buas penghuni hutan, mulai dari hewan biasa sampai hewan spiritual. Beruntungnya, hewan spiritual yang ia hadapi hanyalah tingkat rendah, jika tidak, pastinya akan sangat sulit bagi Lin Feng untuk menghadapi mereka.


Dan saat ini, Lin Feng sedang bertarung melawan seekor harimau yang sangat besar, dan sialnya lagi harimau itu adalah seekor hewan spiritual tingkat dua, yang mana kekuatannya setara dengan seorang kultivator yang kekuatannya berada di ranah Kondensasi Qi bintang dua.


"Menghadapi harimau memang berbeda dengan hewan lainnya, jika aku tidak hati-hati, mungkin aku akan menjadi santapan makan siangnya" gumam Lin Feng.


"Groarrr!"


Harimau itu meraung dengan sangat keras, kemudian melompat untuk menerkam Lin Feng, tapi berhasil dihindari dengan mudah olehnya, bahkan ia juga berhasil mendaratkan serangan ke bagian leher harimau tersebut. Namun serangan itu tidak memberikan dampak yang berarti, karena Lin Feng hanya menyerangnya dengan menggunakan dahan pohon.


Disisi lain.


Sekelompok orang yang terdiri dari lima pria dewasa nampak tengah berlari mengikuti suara raungan yang menggema di hutan, mereka berlima nampak sangat bersemangat karena mengetahui bahwa suara raungan yang mereka dengar adalah suara seekor harimau.


"Percepat langkah kalian! Jangan sampai harimau itu menjauh" ucap salah seorang dari mereka.


"Jika kita berhasil menangkapnya hidup atau mati, aku yakin kita akan mendapatkan bayaran yang sangat besar" sahut pria lainnya.


Tidak lama kemudian, kelima pria itu akhirnya sampai ditempat yang mereka yakini sebagai tempat harimau itu berada, namun saat tiba di sana, mereka justru dikejutkan oleh pertarungan yang tengah terjadi antara Lin Feng dan harimau tersebut.


"Siapa pemuda itu? Apa kalian mengenalinya?" tanya pria pertama.


"Aku tidak tahu, tapi siapapun dia, aku yakin dia adalah pendekar yang hebat" jawab pria kelima.


"Tunggu dulu, bukankah itu adalah harimau emas yang selama ini kita cari?" tanya pria ketiga yang sejak tadi fokus memperhatikan pertarungan.


"Benar! Itu adalah harimau emas!" ujar pria keempat.


"I-ini... ini benar-benar sulit dipercaya" ucap pria pertama.


"Apa maksudmu?"


"Coba kalian perhatikan baik-baik, senjata apa yang digunakan oleh pemuda itu?"


"Apa? Bukankah itu dahan pohon?" empat pria yang lainnya terlihat kaget ketika mengetahui senjata yang digunakan oleh Lin Feng.


"Benar! Pemuda itu hanya menghadapi harimau emas dengan dahan pohon saja, dan hal itu bisa membuktikan jika pemuda itu adalah pendekar tingkat tinggi!" jelas pria pertama.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita harus membantunya!"


"Apa kau gila? Dia mampu menghadapi harimau emas hanya dengan dahan pohon, lalu apa yang membuatmu berpikir jika dia membutuhkan bantuan kita?"


"Kau benar, tapi ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita, karena jika kita membantunya, aku yakin pendekar itu juga mau membantu kita."


"Bagaimana jika dia tidak mau?"


"Kita lihat saja nanti!"