Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-194. Setengah jiwaku, untukmu


"Jangan lupa mengambil cincin penyimpanannya" ucap Xie Long.


Huanran hanya mengangguk, kemudian mengambil cincin penyimpanan milik pemimpin kelompok tersebut, namun saat tangannya menyentuh cincin itu, sebuah kilatan cahaya ungu melesat dari dalam cincin dan kemudian menghilang di ketinggian.


"Zilong..."


"Abaikan saja, kilatan cahaya itu adalah pesan khusus yang langsung disampaikan pada temannya."


"Jika itu memang benar, bukankah sekarang kita berada dalam masalah besar?"


"Kau tenang saja, tujuanku memang ingin mereka mengetahui masalah ini, karena yang akan kita lakukan selanjutnya adalah menjarah harta milik sekte..."


Xie Long menggantung ucapannya karena lupa nama sekte para kultivator yang mereka bunuh.


"Naga Angin!" ujar Huanran.


"Terima kasih" sahut Xie Long.


Setelah selesai mengumpulkan semua cincin penyimpanan mereka, Xie Long kemudian mengajak Huanran mencari sebuah gua, atau tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat bermeditasi, karena ia ingin segera meningkatkan kekuatannya.


Selain ingin meningkatkan kekuatan, Xie Long juga harus mengembalikan energinya yang telah terkuras selama pertarungan, walaupun mereka berhasil menang dengan mudah, namun karena kekuatan lawan yang lebih tinggi membuatnya mengerahkan banyak energi.


Tidak hanya itu saja, masalah yang sudah menunggu di depan sana juga menuntunnya untuk segera meningkatkan kekuatan, apalagi musuh yang akan mereka kali ini adalah sebuah sekte, yang artinya, banyak kultivator kuat yang akan mereka hadapi nantinya.


"Tempat ini lumayan bagus untuk bermeditasi" ucap Xie Long setelah mereka menemukan sebuah gua yang lumayan besar.


"Ka-kau yakin mau bermeditasi di sini?" tanya Huanran, nada suaranya terdengar gugup.


Xie Long mengangguk, "Memangnya kenapa? Apa ada masalah dengan tempat ini?"


"Bu-bukan begitu..."


"Lalu?"


"A-aku takut gelap!"


"Hahahaha!"


Xie Long tertawa lantang mendengar jawaban Huanran, ia juga tidak menyangka jika gadis yang selalu menggunakan cadar itu ternyata takut dengan kegelapan.


"Kenapa kau malah tertawa!?"


Xie Long menghela napas panjang untuk menangkan dirinya, "Bukan apa-apa" ucapnya.


"Tapi, kenapa selama ini kau baik-baik saja saat kita bermalam di hutan?"


"Itu karena ada api unggun, jika tidak, aku juga tidak mau bermalam di hutan ini!"


"Hahahaha! Baiklah, aku akan menyalakan api untuk menerangi gua ini."


Setelah itu, Xie Long menciptakan bola api yang cukup besar di telapak tangan kanannya, lalu ia mengajak Huanran memasuki gua tersebut.


"Api langit? Bagaimana dia bisa mendapatkannya?" tanya Huanran dalam hati.


Ketika memasuki gua, dalam benak Huanran muncul ingatan mengenai kekuatan api langit yang melegenda, ia bahkan masih ingat dengan jelas kisah mengenai kekuatan api langit yang diceritakan oleh neneknya.


Namun sayangnya, belum ada seorangpun yang mengetahui bagaimana kekuatan dan juga wujud api langit yang sebenarnya, bahkan neneknya saja belum pernah melihat wujud api langit yang sesungguhnya.


Meski demikian, menurut informasi yang didapatkan oleh neneknya dari buku kuno, wujud api langit benar-benar sama dengan api yang ada di telapak tangan Xie Long, dan hal itulah yang membuat Huanran yakin jika api di tangan Xie Long itu adalah api langit.


"Zilong."


"Hmm?"


"Boleh aku tahu nama api milikmu itu dan darimana kau mendapatkannya?" tanya Huanran.


"Bukan apa-apa."


"Jika saja nenek masih hidup, aku yakin dia akan sangat senang saat mengetahui bahwa aku telah berhasil melihat wujud api langit" Huanran bergumam pelan.


Menurut informasi yang Huanran dengar dari mendiang neneknya, kekuatan api langit adalah kekuatan api yang sangat luar biasa. Dikatakan bahwa kekuatan sejati api langit mampu menandingi kekuatan api emas, yaitu kekuatan api tertinggi.


Selain itu, api langit memiliki pasangannya sendiri, yaitu kekuatan api bumi, dan jika kedua kekuatan api ini digabungkan, maka akan muncul satu kekuatan maha dahsyat yang melebihi api emas, atau yang disebut api langit dan bumi.


Saat ini, Huanran sudah melihat perwujudan dari kekuatan api langit dan ia yakin, pasangan dari kekuatan api tersebut juga telah muncul di alam semesta ini, hanya saja, untuk menemukannya bukanlah perkara mudah.


"Zilong, apa kau tahu jika kekuatan api mu itu memiliki pasangan?"


Xie Long mengangguk, "Tentu saja aku tahu, karena pasangannya ada pada adikku."


Awalnya, Huanran dibuat kaget ketika mengetahui bahwa Xie Long memiliki kekuatan api langit dan sekarang, ia jauh lebih kaget lagi setelah mengetahui jika kekuatan api bumi juga telah muncul, dan kekuatan itu ada pada adik Xie Long.


"Apa ayahmu juga yang memberikan kekuatan api bumi pada adikmu?" tanya Huanran dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Xie Long.


"Ayah kalian pasti orang yang hebat, karena bisa mendapatkan dua kekuatan api yang luar biasa sekaligus."


"Ayah memang luar biasa, tapi kekuatan api ini masih belum sebanding dengan kekuatan api miliknya" sahut Xie Long.


Lagi-lagi, Huanran tersentak kaget mendengar perkataan Xie Long, "Jangan-jangan, kekuatan api milik ayahmu..."


"Benar, kekuatan api milik ayahku adalah kekuatan api emas" ujar Xie Long.


"Zilong, ceritakan padaku siapa ayahmu sebenarnya dan dimana dia sekarang?"


Xie Long merasa heran mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Huanran, namun ia tetap menceritakan siapa ayahnya dan dimana dia berada.


Tubuh Huanran langsung bergetar ketika mendengar siapa sebenarnya ayah Xie Long, langkahnya bahkan terhenti karena lututnya terasa sangat lemas, begitupun dengan seluruh tubuhnya yang tidak bisa berhenti bergetar.


"Kau, kenapa?"


"A-aku..."


"Tenanglah, ayahku bukan orang jahat, jadi tidak mungkin dia menyakitimu dan kau juga tidak perlu takut padanya, karena ayahku adalah orang yang sangat ramah."


"Ramah? Memangnya ada Dewa kematian yang ramah?" tanya Huanran, namun pertanyaan itu hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.


"Nenek, penantian ku selama ini akhirnya terbalaskan, aku tidak hanya menemukan masa depanku, tapi juga menemukan sang penyelamat."


"Semoga saja dia mau membantuku terbebas dari takdir yang menyakitkan ini."


Setibanya di bagian terdalam gua, Xie Long kemudian mengeluarkan semua sumberdaya dari cincin penyimpanan para kultivator yang mereka bunuh, lalu ia menyerahkan setengahnya kepada Huanran.


"Gunakan semua ini untuk meningkatkan kekuatanmu, dengan jumlah sebanyak ini, aku yakin kekuatanmu akan meningkatkan sebanyak tiga atau empat bintang" ucap Xie Long, namun hanya dijawab dengan anggukan oleh Huanran.


Setelah itu, Xie Long duduk di dekat dinding gua, kemudian ia menebarkan semua sumberdaya yang telah ia dapatkan dan mulai melakukan penyerapan, sementara Huanran, ia masih berdiri diam melihat Xie Long.


***


Hampir setengah jam telah berlalu sejak Xie Long bermeditasi, namun Huanran masih tetap setia pada tempatnya, bahkan pandangannya masih belum teralihkan dari Xie Long.


"Zilong, meski aku tahu akan sangat sulit untuk mendapatkan hatimu, tapi aku akan terus berjuang agar bisa memilikimu" gumam Huanran, kemudian membawa semua sumberdaya miliknya dan meletakkannya di dekat Xie Long.


"Semoga saja kau tidak menjauhiku setelah mengetahui siapa aku sebenarnya"


Huanran mendekatkan wajahnya secara perlahan, kemudian mengecup dahi Xie Long dengan lembut, "Dengan ini, aku berikan setengah jiwaku padamu, Zilong."


Cahaya berwarna ungu menyelimuti tubuh Huanran, kemudian cara tersebut masuk ke dalam tubuh Xie Long melalui dahinya yang masih dikecup oleh Huanran. Lalu, setelah cahaya tersebut menghilang, Huanran kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan.