
Tidak lama kemudian, suara gemuruh yang sangat kencang terdengar dari langit, hal ini tentunya membuat semua manusia di dimensi kesepuluh kebingungan, pasalnya, mereka tidak melihat adanya awan gelap yang menutupi langit siang itu.
"Bersiaplah, dampak dari serangan mereka akan segera sampai" ucap Dewi Nuwa.
"Formasi tujuh pilar!" ujar Huise dan yang lainnya secara bersamaan, yang kini telah menyebar keberbagai arah.
Formasi tujuh pilar sendiri adalah sebuah formasi pelindung terkuat yang mereka kuasai, dan formasi ini adalah formasi yang diajari secara langsung oleh Lin Feng kepada mereka. Lalu mengenai kekuatannya sendiri, formasi ini sanggup menahan serangan penuh dari seorang penguasa dimensi.
Pada awalnya, Huise dan yang lainnya cukup kebingungan ketika Lin Feng mengajari mereka teknik formasi tersebut, namun saat ini, mereka akhirnya mengetahui alasan dan tujuan kenapa Lin Feng mengajari mereka, karena teknik formasi ini digunakan untuk melindungi umat manusia dari kehancuran.
Di langit, muncul kubah cahaya transparan yang sangat besar dan menutupi satu benua, namun tidak ada seorangpun manusia yang dapat melihat kemunculan kubah tersebut, karena yang menciptakannya adalah para Dewa, jadi hanya para Dewa jugalah yang bisa melihatnya.
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat besar muncul setelah suara gemuruh itu terdengar dimana-mana, disaat yang bersamaan, tekanan intimidasi maha dahsyat langsung menindas semua orang, baik itu para Dewa ataupun manusia yang berada di dimensi kesepuluh.
Akan tetapi, tekanan intimidasi maha dahsyat ini hanya berlangsung selama kurang dari lima detik, meski begitu, dampak yang ditimbulkannya sangatlah besar, karena tidak sedikit kultivator yang mengalami penurunan ranah akibat tekanan tersebut.
Kendati demikian, tekanan intimidasi yang muncul secara tiba-tiba itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, dan hanya berdampak cukup besar pada para kultivator di alam manusia dimensi kesepuluh saja.
"Apa yang terjadi?" seluruh pasukan terlihat kebingungan.
"Ada yang tidak beres, jelas-jelas sebelumnya aku merasakan adanya kehancuran yang akan terjadi, tapi kenapa malah tidak terjadi apapun?"
Dewi Nuwa juga nampak kebingungan dengan situasi yang terjadi saat ini, tapi bukan berarti ia tidak senang karena dampak dari serangan dahsyat itu tidak sampai ke alam manusia, hanya saja, Dewi Nuwa merasakan ada sesuatu yang telah terjadi di alam Dewa dimensi kesepuluh.
Disaat yang bersamaan.
Huise dan keenam anggota pilar kematian, mendadak memuntahkan darah dan mengalami luka dalam, walaupun luka tersebut tidaklah parah, namun cukup berdampak besar bagi mereka bertujuh, bahkan kejadian aneh itu sampai membuat formasi tujuh pilar hancur.
"Huise, apa yang terjadi pada kalian?" tanya Dewi Nuwa.
"Tu-tuan, sepertinya tuan sedang terluka" jawab Huise.
"Apa?" Dewi Nuwa benar-benar terkejut mendengar jawaban Huise.
Alam Dewa dimensi kesepuluh.
Sebagai seorang Dewa dengan kekuatan yang luar biasa, Lin Feng tentunya sudah mengerti seberapa besar dampak kehancuran yang akan ditimbulkan oleh benturan serangan mereka berdua.
Oleh karena itu, Lin Feng menggunakan kekuatannya sendiri untuk menahan dampak dari serangan itu agar tidak menyebar luas, karena akan sangat gawat jika dampak tersebut sampai ke alam manusia.
Akan tetapi, akibat dari perbuatannya itu justru membuatnya terluka, apalagi saat dia menahan dampak dari serangan itu, Dewa Huo juga melancarkan serangan bertubi-tubi pada Lin Feng, sehingga luka yang ia dapatkan cukup parah.
"Hahahaha" Dewa Huo tertawa bahagia, "Asura, inilah yang membedakan aku dan dirimu, aku bertarung dengan bebas tanpa memikirkan apapun, sedangkan kau, kau masih saja memikirkan orang-orang tidak berguna itu!" ucapnya.
"Kau benar! Aku rela mengorbankan apapun demi mencapai tujuanku, dan itu termasuk mengorbankan pasukan ku sendiri."
Dampak dari serangan dahsyat yang mereka lancarkan sebelumnya, tidak hanya hampir menghancurkan seluruh alam Dewa dimensi kesepuluh saja, tapi dampak itu juga mengakibatkan lenyapnya seluruh pasukan Dewa Huo, dan satu-satunya yang tersisa hanyalah Ziran yang berhasil melarikan diri.
"Kau benar-benar Dewa yang keji, tidak... kau sama sekali tidak lantas menyandang gelar seorang Dewa!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan Dewa Huo.
"Hahaha, pantas atau tidaknya bukan kau yang menentukannya!"
Sedetik kemudian, Lin Feng telah berada dibelakang Dewa Huo sembari menebaskan pedangnya, namun dalam sekejap, Dewa Huo juga telah menghilang dari pandangan Lin Feng, sehingga membuat tebasan yang ia lakukan hanya melalui udara kosong.
Kemudian, Lin Feng memutar tubuhnya sembari menebaskan pedangnya sekali lagi, akibatnya, Dewa Huo yang baru saja muncul di belakang Lin Feng terkena serangan itu dengan telak, ia tidak hanya mendapatkan luka tebasan di dadanya, tapi juga terlempar cukup jauh.
Alis Dewa Huo berkerut ketika menyadari luka di dadanya tidak langsung sembuh seperti sebelumnya, bahkan ia mulai merasakan sakit pada luka tersebut, padahal, jelas-jelas sebelumnya luka apapun ditubuhnya akan langsung menghilang dan tidak terasa sakit.
"Kenapa aku bisa merasakan sakit? Bukankah seharusnya aku tidak bisa merasakan sakit lagi?"
"Tidak usah bingung seperti itu, karena kau akan mengetahui jawabannya sebentar lagi!" ujar Lin Feng, lalu melesat kearah Dewa Huo dan melanjutkan serangannya.
Karena luka di tubuhnya tidak kunjung sembuh, Dewa Huo pun menjadi sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh Lin Feng, bahkan ia sekarang bertarung dengan sangat hati-hati agar tidak terkena tebasan Lin Feng lagi.
Meski belum mengetahui secara pasti penyebab lukanya yang tidak kunjung menghilang, namun Dewa Huo sangat yakin jika hal itu disebabkan oleh senjata Lin Feng, karena sejak awal pertarungan, Dewa Huo memang sudah merasakan keanehan pada pedang tersebut.
Oleh karenanya, Dewa Huo yang sebelumnya bertarung hanya dengan menggunakan tangan kosong, sekarang lebih memilih untuk menciptakan sebuah senjata berupa pedang dari energinya, agar ia dapat menahan serangan pedang Lin Feng.
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Ledakan terus terjadi, luapan energi juga terus bertambah besar, yang menyebabkan seluruh alam Dewa dimensi kesepuluh bergetar semakin hebat.
Slash!
Satu tebasan kembali berhasil mendarat di lengan kiri Dewa Huo, meski bukan luka yang parah, namun sudah cukup membuat Dewa Huo merasakan kesakitan. Dan sama seperti luka di dadanya, luka di lengan kirinya itu juga tidak langsung menghilang.
"Cihh, teknik apa yang kau gunakan, bocah sialan?!"
Lin Feng mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh Dewa Huo dan tetap melanjutkan serangannya, "Tujuh tebasan kematian!" ucapnya seraya menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali.
Tujuh energi pedang berbentuk bulan sabit tercipta dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Dewa Huo, namun ketujuh energi pedang itu berhasil dihindari oleh Dewa Huo dengan sangat mudah.
Tapi, setelah Dewa Huo berhasil menghindari energi pedang yang terakhir, Lin Feng mendadak muncul didepannya seraya menebaskan pedangnya, namun sayangnya, serangan itu juga berhasil dihindari oleh Dewa Huo, meski begitu, lengan kiri yang sebelumnya terluka, sekarang malah benar-benar berhasil dipotong oleh Lin Feng.