
Kediaman keluarga Xu.
"Dasar bodoh! Apa saja yang kalian lakukan sampai tugas semudah ini saja tidak berhasil kalian selesaikan!?"
Xu Heijin sangat marah mengetahui Xu Yan dan bawahannya kembali dengan tangan kosong, ia bahkan lebih marah lagi saat melihat banyak dari mereka yang kembali dengan keadaan babak belur.
"Maafkan kami Patriark, tugas kami dihalangi oleh komandan Ye" jawab Xu Yan.
"Komandan Ye?"
"Benar Patriark, kami sudah mencoba untuk menjelaskan jika masalah ini adalah masalah pribadi, tapi komandan Ye tetap saja ikut campur dan menghalangi kami dengan alasan yang tidak jelas" jelas Xu Yan.
"Cihh! Semakin lama dia semakin besar kepala saja!" ujar Xu Heijin.
"Baiklah, untuk sementara ini kita lupakan dulu masalah bocah sialan itu, karena besok kita akan menyerang istana" lanjutnya.
"Baik, Patriark!"
Setelah itu, Xu Heijin meninggalkan Xu Yan dan pasukannya, ia kemudian pergi menemui para tetua klan untuk membicarakan masalah penyerangan yang akan mereka lakukan.
Untuk saat ini, Xu Heijin masih belum menyadari jika rencananya telah diketahui oleh raja kota, jadi dia masih berpikir jika penyerangan yang akan mereka lakukan akan berjalan dengan mudah.
"Para tetua sekalian, apa ada diantara kalian yang memiliki saran?"
"Patriark, bagaimana kalau melakukan serangan dimalam hari saja?"
"Alasannya?"
"Jika kita menyerang disiang hari, kemungkinan besar, keluarga bangsawan yang lain akan ikut campur, dan pasukan istana juga bisa mengantisipasinya dengan mudah, karena mereka akan mengetahui pergerakan kita."
"Tapi, jika kita melakukannya dimalam hari, selain akan lebih mudah untuk menyusup ke istana, keluarga bangsawan yang lain juga tidak akan ikut campur, karena mereka tidak akan menduga serangan yang akan kita lakukan ini."
"Bagaimana dengan yang lain?"
"Kami sepenuhnya setuju dengan saran tetua ketujuh."
"Baiklah, kalau begitu serangan ini akan kita lakukan pada malam hari" sahut Xu Heijin.
Sementara itu.
Tanpa diketahui oleh semua orang, di sudut ruangan terdapat sesosok bayangan hitam yang bersembunyi dalam kegelapan, dia adalah jendral Zhuo yang ditugaskan untuk mengawasi setiap tindakan keluarga Xu.
Lalu, setelah mengetahui rencana penyerangan yang akan dilakukan oleh keluarga Xu, jendral Zhuo kemudian menghilang dari sana dan langsung kembali ke istana, karena dia harus segera mengabarkan informasi tersebut kepada raja.
Namun, saat dalam perjalanan menuju istana, langkah jendral Zhuo tiba-tiba terhenti tak kala merasakan keberadaan seseorang yang juga keluar dari wilayah kediaman keluarga Xu, dan karena merasa curiga, iapun memutuskan untuk mengikuti orang tersebut.
Tidak butuh waktu lama, jendral Zhuo akhirnya berhasil menyusul orang yang keluar dari kediaman keluarga Xu, namun betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika orang itu adalah Xie Long.
"Tuan Muda, apa yang..."
"Paman, aku tidak mungkin membiarkan mereka berbuat seenaknya pada kakekku" sahut Xie Long memotong ucapan jendral Zhuo.
"Tapi, sejak kapan Tuan Muda berada di sana?" tanya jendral Zhuo, karena ia benar-benar tidak merasakan keberadaan Xie Long sebelumnya.
"Sejak paman datang dan menyelinap ke aula tersebut."
Jendral Zhuo nampak terkejut mendengar jawaban Xie Long, pasalnya, sebelum menyelinap masuk ke aula pertemuan keluarga Xu, ia sudah memastikan jika tidak ada orang lain di sana, tapi nyatanya ia salah besar, karena Xie Long rupanya sudah lebih dulu berada di sana.
"Paman, sebaiknya paman segera kembali ke istana dan sampaikan kabar ini pada kakek" ucap Xie Long.
"Baik, Tuan Muda. Tapi, apa yang akan Tuan Muda lakukan?"
"Paman akan tahu nanti" jawab Xie Long, kemudian melesat pergi meninggalkan jendral Zhuo.
Setelah Xie Long pergi, jendral Zhuo kemudian kembali ke istana dan langsung menyampaikan informasi yang berhasil ia dapatkan dan tidak lupa, ia juga menyampaikan tentang pertemuannya dengan Xie Long.
"Hahahaha! Kau lihat itu? Diusianya yang masih sangat muda saja, dia sudah memiliki keahlian menyusup yang luar biasa, bahkan kau tidak bisa menyadari keberadaannya."
"Aku yakin, cucuku itu akan menjadi orang luar biasa dimasa depan nanti."
***
Waktu kembali bergulir dengan cepat, waktu penyerangan yang ditetapkan oleh keluarga Xu pun akhirnya tiba dan seperti yang sudah mereka rencanakan, penyerangan itu mereka lakukan saat malam semakin larut.
Ratusan prajurit keluarga Xu yang dipimpin langsung oleh Xu Heijin melesat ke istana kerajaan, gerakan mereka sangat senyap sehingga tidak menimbulkan suara sedikitpun, padahal mereka bergerak ke istana dengan cara melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain.
Setelah berada cukup dekat dengan gerbang istana, Xu Heijin kemudian menghentikan pergerakan pasukannya, lalu ia memerintahkan salah seorang dari prajuritnya untuk membunuh penjaga gerbang istana kerajaan.
Tidak butuh waktu lama, beberapa prajurit yang bertugas menjaga gerbang istana pun berhasil dibunuh, karena selain tidak menyadari akan penyerangan itu, mereka juga sudah mengantuk sehingga memudahkan musuh untuk menyerang mereka.
Disaat yang bersamaan.
Tanpa disadari oleh Xu Heijin dan pasukannya, sesosok bayangan hitam melesat dengan kecepatan tinggi dan mulai membantai prajurit dibarisan terbelakang.
Cara membunuhnya yang sangat instan dan tidak menimbulkan suara membuat keberadaan dan tindakannya benar-benar tidak diketahui.
Pasukan Xu Heijin hanya berhenti selama beberapa detik di depan gerbang istana kerajaan, namun bayangan hitam itu sudah berhasil membunuh lebih dari dua puluh prajurit tanpa ada yang mengetahuinya.
"Maju!" ujar Xu Heijin, kemudian melesat masuk ke istana bersama seluruh prajuritnya, begitupun dengan bayangan hitam yang berada diantara mereka.
Setelah berhasil melewati gerbang, kini Xu Heijin dan pasukannya telah sampai di halaman istana kerjaan, namun mereka sangat kaget ketika melihat Qing Zong Xian yang telah siap dengan pasukannya.
"Xu Heijin, kau membuatku menunggu terlalu lama" ucap Qing Zong Xian.
"Kau... bagaimana kau menyadarinya?"
"Kau tidak perlu tahu, karena sebentar lagi, aku akan mengantarmu dan keluargamu ke neraka!" ujar Qing Zong Xian.
"Serang!"
Dengan dipimpin oleh jendral Zhuo dan komandan Ye, pasukan kerajaan melesat maju dan mulai melakukan serangan, begitu pula dengan pasukan keluarga Xu yang dipimpin oleh Xu Yan dan para tetua keluarga.
Namun, langkah mereka mendadak terhenti ketika menyadari ada suara tebasan berasal dari arah belakang mereka, dan seketika itu juga, sosok bayangan hitam yang sebelumnya muncul ditengah-tengah pasukan dan mulai membantai mereka satu-persatu.
"Siapa itu?"
Semua orang memiliki pertanyaan yang sama dalam benak mereka, karena tidak seorangpun dari mereka yang mengetahui siapa sosok bayangan hitam tersebut, karena selain memakai penutup wajah dan pakaian serba hitam, gelapnya malam juga membuat sosoknya sangat sulit untuk dikenali.
"Tunggu apa lagi, bunuh pengganggu itu!" ujar Xu Heijin.
"Jendral Zhuo, komandan Ye, bantu orang itu, dia sepertinya berpihak pada kerajaan!"
"Baik, yang mulia!"