
Sementara itu.
Setelah mendengar ucapan tetua Liu Changhai, para tetua kini merasa ragu untuk menyampaikan masalah ini kepada Lin Feng, karena mereka takut jika yang dikatakan oleh Jia Zhen adalah kebenarannya.
Akan tetapi, yang lebih mereka takutkan adalah, jika Lin Feng tidak mau mendengar penjelasan mereka semua, karena bagaimanapun juga, seorang ayah tidak mungkin diam saat anaknya dalam masalah.
"Pemimpin, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Bagaimanapun juga, kita harus menemui Lin Feng dan menceritakan masalah ini padanya, aku yakin dia memiliki solusinya."
"Tapi, bagaimana jika dia tidak mau mendengar penjelasan kita?"
"Aku rasa itu tidak mungkin terjadi, karena Lin Feng selalu menjunjung tinggi kebenaran."
Setelah itu, mereka meninggalkan sekte Phoenix Emas dan langsung menuju ke Dunia Bawah, mereka juga tidak memerlukan bantuan untuk bisa ke sana, karena Jin Feng Huang memiliki lencana khusus pemberian Lin Feng.
Kedatangan mereka di Dunia Bawah mendapatkan sambutan hangat dari Lin Feng, bahkan sambutan yang mereka dapatkan di sana jauh lebih baik dari sambutan yang mereka berikan pada Jia Zhen dan adiknya.
Selain itu, Lin Feng langsung membawa mereka semua ke meja makan, kemudian menyuguhkan makanan dan minuman terbaik yang ia miliki, yaitu makanan dan minuman yang biasanya Lin Feng berikan pada keluarga intinya.
"Kenapa kalian diam saja? Apa kalian tidak suka makanannya?"
"Tentu saja kami sangat menyukainya" jawab Jin Feng Huang.
"Syukurlah, kalau begitu, silahkan dinikmati dan jika menginginkan sesuatu, jangan segan-segan untuk memintanya" sahut Lin Feng.
Sikap Lin Feng yang begitu baik dan menghormati mereka sebagai tamunya, berhasil memberikan sebuah tamparan keras untuk mereka semua, bahkan tidak ada yang sanggup menikmati makanan serta minuman tersebut.
Bukan karena tidak mau atau tidak merasa lapar, justru makanan itu malah berhasil membangkitkan selera mereka, hanya saja, mereka merasa malu pada diri sendiri saat mengingat perlakuan buruk mereka pada kedua anak Lin Feng.
"Ada apa? Kenapa kalian semua hanya diam?" tanya Lin Feng.
Pertanyaan Lin Feng menyadarkan mereka semua, "Bukan apa-apa, kami hanya sedang memikirkan betapa lezatnya makanan ini."
"Itu benar, belum dimakan saja sudah terlihat sangat enak, apalagi setelah dimakan, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya."
Pada akhirnya, mereka semua melahap makanan yang disajikan oleh para pelayan, karena tidak seorangpun dari mereka yang berani menyinggung Lin Feng dengan tidak menyentuh makanan dan minuman tersebut.
Setelah selesai, Lin Feng kemudian mengajak mereka ke ruang keluarga, agar mereka bisa mengobrol dengan nyaman, dan disepanjang obrolan, tidak seorangpun dari mereka yang mengungkit masalah sebelumnya.
***
"Gege, kenapa tidak memberikan teguran pada mereka? Jika dibiarkan saja, kejadian ini pasti akan terulang lagi!"
Luo Ning yang sudah lama menahan kekesalannya akhirnya angkat bicara, ia sangat tidak terima dengan perlakuan mereka pada anaknya, dan jika Lin Feng tidak menahannya, mungkin ia sudah menghajar mereka semua.
"Teguran itu sudah mereka dapatkan" sahut Lin Feng.
"Maksud, Gege?"
"Terkadang, keburukan tidak selalu harus dibalas dengan keburukan pula. Dan aku yakin, saat ini mereka tengah menyesali perbuatannya."
"Bagaimana kalau tidak?"
"Ning'er, mereka itu orang baik, jangan hanya karena satu kesalahan, kita sampai melupakan seribu kebaikan yang telah mereka lakukan."
"Sudahlah, anggap saja masalah sebagai pembelajaran untuk kita, agar kedepannya nanti, kita tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan."
Perbuatan suaminya yang sangat tiba-tiba itu berhasil membuat rona merah muncul di kedua pipinya, bahkan kekesalan yang ia rasakan sebelumnya langsung menghilang begitu saja.
"Andaikan tanganku masih utuh, aku pasti akan menggendong mu" Lin Feng berbisik pelan ditelinga istrinya, sehingga membuat pipi Luo Ning semakin memerah.
Tapi kemudian, Luo Ning malah mengalungkan lengannya di leher Lin Feng, kemudian berbisik manja di telinga suaminya itu, "apakah masih cocok bermesraan di usia kita yang sekarang?"
"Kenapa tidak?"
Luo Ning terkekeh pelan, kemudian menarik tangan suaminya itu, "kemana?" tanya Lin Feng.
Langkah Luo Ning terhenti, "apakah aku harus menjelaskannya secara rinci?"
"Aku rasa itu tidak diperlukan" jawab Lin Feng.
"Yasudah, jangan banyak tanya dan ikut aku" sahut Luo Ning.
"Keinginanmu adalah perintah untukku, Nona Luo" ucap Lin Feng, kemudian mengikuti istrinya menuju ke kamar mereka.
***
Sekembalinya dari Dunia Bawah, Jin Feng Huang langsung memerintahkan para tetua untuk menyelidiki masalah Jia Zhen sebelumnya, ia juga meminta mereka untuk memantau kelakuan murid sekte saat berada di luar.
Dan benar saja, selama penyelidikan berlangsung, mereka menemukan beberapa murid yang bersikap semena-mena saat berada di luar sekte, bahkan para murid itu tidak segan-segan menyakiti orang lain.
Orang-orang itu tentu tidak berani melawan, bukan karena takut pada mereka, tapi karena menghormati sosok Lin Feng yang menjadi pelindung sekte Phoenix Emas, dan sudah jelas tidak ada yang mau menyinggungnya.
"Kumpulkan semua murid di alun-alun, aku ingin menunjukkan akibat yang akan mereka terima jika berani main-main denganku!"
"Baik" sahut para tetua, kemudian menjalankan perintah Jin Feng Huang.
Setelah semua murid berkumpul, para tetua kemudian memanggil beberapa murid yang kedapatan melakukan kejahatan saat berada di luar sekte, meski begitu, para tetua masih belum melakukan apapun pada mereka.
Tidak lama berselang, Jin Feng Huang datang ke alun-alun sekte dan seketika itu juga, seluruh murid langsung menunjukkan rasa hormatnya pada Jin Feng Huang, begitupun dengan murid yang dipanggil oleh para tetua.
"Jawab dengan jujur, apakah sekte pernah mengajari kalian untuk melakukan tindakan kejahatan?"
"Tidak, pemimpin" jawab semua murid serempak.
"Lalu, kenapa masih saja ada yang berani melakukan larangan yang sudah aku tetapkan?"
Semua murid diam dan tidak ada yang mengeluarkan suara, termasuk murid-murid yang dipanggil sebelumnya, bahkan mereka semua nampak gemetar ketakutan, karena mereka yakin jika Jin Feng Huang sudah mengetahui semuanya.
"Dengarkan aku baik-baik, sekte tidak akan mengampuni siapapun yang kedapatan melakukan tindakan kejahatan, baik di dalam maupun diluar sekte!"
"Oleh karena itu, aku akan menunjukkan apa akibatnya jika kalian berani melanggar aturan ini!"
Setelah itu, Jin Feng Huang menoleh pada salah seorang tetua, kemudian mengangguk pelan sebagai isyarat untuk memberikan hukuman.
"Inilah akibatnya jika kalian melanggar aturan sekte!" ujar tetua tersebut, kemudian melumpuhkan kultivasi para murid yang mereka panggil sebelumnya.
Tidak hanya itu saja, tetua itu juga membunuh para murid tersebut, lalu menghancurkan tubuh mereka hingga tidak tersisa sedikitpun.
"Jika kalian tidak ingin berakhir seperti mereka, maka jangan pernah berani melanggar aturan sekte!"
"Baik, pemimpin!"