Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-205. Serangan dimulai


"Kekuatan apa ini?"


Semua orang bertanya-tanya mengenai kekuatan misterius yang menyerang murid sekte, namun tidak ada apapun yang bisa mereka jadikan sebagai jawaban pertanyaannya itu, karena memang tidak ada yang mengetahui darimana kekuatan itu berasal.


Satu-satunya jawaban yang mungkin masuk akal adalah Xie Long, karena kekuatan api misterius itu akan muncul dan membakar siapapun yang dipandang olehnya.


Tapi, hal itu masih belum bisa dijadikan sebagai bukti nyata, karena menurutnya, mustahil remaja seusia Xie Long mampu mengendalikan kekuatan yang begitu luar biasa.


"Patriark, kekuatan anak ini sangat aneh, aku curiga jangan-jangan dia menyembunyikan kekuatan sejatinya."


"Aku sependapat dengan tetua kedua, lagipula, tingkat kultivasi anak ini tidak bisa dibaca, tidak bukan hanya dia saja, tapi keduanya."


"Aku tidak peduli, yang jelas mereka harus mati!" ujar patriark sekte.


Para tetua mengangguk paham, kemudian salah seorang dari mereka memanggil seluruh murid sekte dengan menggunakan transmisi suara, ia juga memerintahkan seluruh murid sekte untuk menyerang Xie Long dan Huanran.


"Zilong, para murid sudah dikumpulkan dan mereka sedang menuju ke sini" ucap Huanran.


"Bagus, memang itulah yang aku inginkan!" ujar Xie Long, kemudian menghilang dari pandangan, lalu diikuti oleh Huanran.


Walaupun tujuannya adalah menghancurkan sekte, namun Xie Long bukanlah tipe orang yang suka bertindak gegabah, oleh karena itu, dia lebih memilih untuk menghindari patriark dan para tetua, karena kekuatannya belum setara dengan mereka.


Sebelum berangkat menuju ke sekte Naga Angin, Xie Long sudah menyusun rencana terlebih dahulu, salam rencananya itu, ia meminta Xiao Xue menahan patriark dan para tetua, sementara dia dan Huanran akan menghadapi para murid sekte yang jumlahnya ribuan orang.


Alasan Xie Long meminta Xiao Xue melawan patriark dan para tetua adalah, karena diantara mereka bertiga, memang hanya Xiao Xue yang sudah mampu berhadapan dengan patriark dan para tetua, selain itu, kekuatannya juga lebih tinggi dari mereka semua.


Kekuatan tertinggi di sekte Naga Angin dimiliki oleh patriark sekte, yang mana kultivasi-nya berada di ranah Nirvana bintang sembilan, lalu diikuti oleh tetua pertama dan kedua, yang masing-masing berada dua bintang dibawah patriark sekte.


Kekuatan tiga orang itu saja sudah bukan lagi tandingan Xie Long dan Huanran, dan jika mereka masih memaksakan diri, mereka hanya akan berakhir digenggaman kematian. Tapi, lain halnya jika yang menghadapi mereka adalah Xiao Xue, karena kekuatannya kini setara dengan kultivator ranah Martial Emperor puncak.


"Jangan biarkan dua bocah itu melarikan diri!" ujar patriark sekte.


"Baik!" jawab para tetua sekte.


Namun, saat mereka semua hendak meninggalkan aula pertemuan tersebut, aura kekuatan yang sangat besar tiba-tiba menimpa tubuh mereka dan memaksa mereka untuk tetap berada di sana.


"Tekanan yang sangat besar!"


"Darimana asal aura kekuatan ini?"


"Tidak akan aku biarkan kalian meninggalkan ruangan ini!" ujar Xiao Xue yang telah muncul di hadapan mereka semua.


Patriark dan para tetua nampak kaget dengan kemunculan Xiao Xue, bagaimana tidak, aura kuat yang menindas mereka rupanya berasal dari pemuda berusia tujuh belas tahun itu, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, pelatihannya yang berada di ranah Martial Emperor.


"Patriark, ini..."


"Se-senior, maaf jika kami lancang, tapi kenapa senior menghalangi kami?"


Mau tidak mau, patriark sekte harus membuang harga diri dan merendahkan dirinya didepan pemuda itu, walaupun umurnya jauh lebih tua, namun karena pelatihannya yang lebih rendah, membuat kedudukannya juga ikut rendah.


Itulah dunia kultivasi, umur bukanlah sesuatu yang bisa dipandang untuk saling menghargai dan juga menghormati, jika ingin memiliki harga diri, jika ingin disegani dan dihormati, maka harus memiliki kekuatan yang besar.


Tidak peduli berapapun umurnya, asalkan memiliki kekuatan yang tinggi, pasti akan mendapatkan posisi yang tinggi pula, bahkan tak jarang yang lebih tua menghormati yang muda, hanya karena perbedaan kekuatan, misalnya seperti saat ini.


"Apa!?"


"Senior, Anda jangan bercanda, karena ini sangat tidak lucu!"


Kaget, itulah yang mereka rasakan saat mendengar pernyataan Xiao Xue, bagaimana tidak kaget? Seorang kultivator dengan pelatihan di ranah Martial Emperor, malah menjadi bawahan seorang remaja empat belas tahun, bukankah ini sedikit, keterlaluan?


Dan, siapapun pasti akan merasakan dan menunjukkan ekspresi yang sama saat mendengar pernyataan Xie Long, bahkan mungkin, tidak akan ada yang percaya pada perkataannya. Tapi, apakah rasa percaya mereka penting bagi Xiao Xue? Tentu saja tidak!


Xiao Xue tentunya tidak akan peduli dengan kepercayaan mereka, karena yang terpenting untuknya adalah keselamatan Tuannya, tidak peduli apapun rintangannya, pasti akan ia lalui demi menjaga keselamatan Tuannya itu.


"Apa aku terlihat sedang bercanda?"


Patriark dan para tetua sekte nampak kebingungan, sejujurnya mereka tidak percaya dengan perkataan Xiao Xue, tapi melihat sikap dan tatapannya, mereka sudah bisa menebak jika yang ia katakan itu memang benar adanya.


Lagipula, apa untungnya bagi kultivator kuat seperti Xiao Xue berbohong dan berpura-pura menjadi bawahan seorang remaja? Demi harta atau kekaisaran? Sudah pasti bukan itu, karena dengan kekuatannya saat ini, dia sudah bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan tanpa bantuan orang lain.


"Senior, aku tidak pernah menyinggung mu, jadi mohon senior memberi muka pada kami" patriark sekte masih bicara dengan sopan, karena tidak ingin menyinggung perasaan kultivator muda didepannya itu.


"Tidak menyinggungku? Apa kalian tidak salah? Kalian sudah berani mengusik ketenangan Tuanku dan sekarang, kau malah berkata tidak menyinggungku?"


Wushh!


Aura kekuatan yang lebih besar terpancar dari tubuh Xiao Xue, yang membuat seluruh aula bergetar karenanya, disaat yang sama, tekanan intimidasi yang jauh lebih besar kembali menimpa tubuh mereka semua, sehingga semakin sulit bagi mereka untuk keluar dari sana.


"Cihh, sepertinya memang sudah tidak ada pilihan lain!" ujar patriark sekte.


Para tetua mengangguk setuju, kemudian mereka semua menggabungkan kekuatannya untuk lepas dari tekanan yang menimpa tubuhnya dan benar saja, cara yang mereka gunakan memang berhasil, hanya saja, tekanan itu masih belum menghilang sepenuhnya.


"Serang!"


Setelah berhasil terlepas dari tekanan yang menimpanya, patriark sekte langsung memberikan perintah untuk menyerang, dan karena lawan yang mereka hadapi memiliki kekuatan lebih tinggi, mereka pun tidak punya pilihan lain selain menyerangnya bersama-sama.


Wushh!


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi saat serangan mereka menghantam Xiao Xue, namun sayangnya, serangan yang mereka lancarkan tidak berhasil membuat Xiao Xue beranjak sedikitpun dari tempatnya, bahkan serangan mereka berhasil ia tahan hanya dengan menciptakan perisai energi yang tipis.


"Serangan kalian sangat lemah!" ujar Xiao Xue.


Kemudian, Xiao Xue mengalirkan energinya ke tangan kanannya, yang membuat lengan kanannya diselimuti oleh kilatan petir berwarna hitam, lalu setelah itu, ia melayangkan tinjunya ke arah depan.


Dhuaaar!


Kilatan petir hitam muncul dari tinju Xiao Xue dan menyambar patriark serta para tetua sekte, seketika itu juga, mereka semua langsung terpental hingga menabrak dinding aula, bahkan beberapa tetua sampai muntah darah akibat sambaran petir hitam tersebut.


"Si-sial! Serangannya terlalu kuat!"


"Jangan menyerah! Jika kita menggabungkan kekuatan, aku yakin kita bisa membunuhnya!" ujar patriark sekte.


Para tetua sekte hanya bisa mengangguk setuju, karena mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti perintah patriark sekte, dan jika mereka berani menolak, maka patriark sekte tidak akan segan-segan membunuh mereka, dengan alasan berkhianat pada sekte.