Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-109. Peperangan kedua (4)


Dewi Nuwa yang sekarang hanya menyaksikan jalannya pertarungan Lin Feng dan Dewa Huo, merasakan adanya keanehan pada diri Dewa Huo dan entah mengapa, ia merasa seperti Dewa Huo belum mengerahkan seluruh kekuatannya.


Tapi disisi lain, Dewi Nuwa juga merasakan hal yang sama pada Lin Feng, padahal, ia sendiri sudah melihat Lin Feng melepaskan segel kekuatan Asura, namun kekuatan yang ia keluarkan sangatlah jauh dari kekuatan Dewa Asura yang sesungguhnya.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa kekuatan Lin Feng hanya meningkat sedikit saja?"


"Itu karena segel yang Gege buka tidaklah sempurna" jawab Luo Ning.


"Maksudmu?"


"Segel Dewa Asura akan terbuka secara sempurna jika kami membukanya bersama" jawab Luo Ning, kemudian menjelaskan tentang segel yang menahan kekuatan Dewa Asura didalam tubuh Lin Feng.


Setelah mendengarkan penjelasan Luo Ning, Dewi Nuwa akhirnya mengerti kenapa kekuatan Lin Feng tidak meningkat lebih tinggi lagi, dan selain itu, Dewi Nuwa juga tidak pernah menyangka jika Luo Ning akan menjadi kunci kesempurnaan kekuatan Asura dalam diri Lin Feng.


"Luo Ning, kalau memang itu masalahnya, kenapa kau tidak membantu suamimu?"


"Hah" Luo Ning menghela napas panjang, "Aku juga ingin melakukan sesuatu, tapi Gege tidak akan mengizinkanku bertarung bersamanya."


"Luo Ning, disaat seperti ini, kau seharusnya tidak mementingkan izin itu lagi, karena perioritas utama kita sekarang ini adalah mengalahkan Dewa Huo!"


Luo Ning menggelengkan kepalanya, "Meski begitu, aku tetap tidak ingin membantah ucapan suamiku, karena aku yakin dia sudah tahu apa yang terbaik untuk dirinya dan juga diriku" ucapnya.


***


Sementara itu.


Pertarungan yang berlangsung antara Ziran dan Xiao Lang juga semakin dahsyat, bahkan dampak kehancuran yang ditimbulkan dari serangan mereka berdua, tidak kalah dahsyatnya dari dampak pertarungan Lin Feng dan Dewa Huo.


Dan jika saja mereka bertarung berdekatan atau di satu tempat yang sama, mungkin kehancuran yang akan ditimbulkan tidak akan pernah bisa dibayangkan, karena kekuatan dari keempat Dewa ini bukanlah sesuatu yang bisa dipandang remeh.


Ziran, walaupun kekuatannya tidak sebanding dengan Dewa Huo, tapi kekuatan yang ia miliki sudah cukup untuk membuat Xiao Lang kewalahan menghadapinya, apalagi sekarang ia diberikan kekuatan oleh Dewa Huo, pastinya dia sudah lebih kuat dari sebelumnya.


"Ziran, jika kau masih tidak mau mengalah, maka aku akan membunuhmu sekali lagi!" ujar Xiao Lang.


"Hahahaha, kau tidak akan bisa melakukan itu padaku, bocah sialan!"


"Kau salah, justru karena aku sudah pernah membunuhmu sekali, maka aku pasti bisa membunuhmu untuk yang kedua kalinya!"


Xiao Lang mengangkat tangannya ke udara, kemudian ia menciptakan ratusan tombak dari kekuatan cahaya dan juga kegelapan. Disaat yang bersamaan, Ziran juga menciptakan ratusan bola energi dari kekuatan kehancuran pemberian Dewa Huo.


Wushh!


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Ledakan-ledakan dahsyat terjadi ketika serangan mereka saling beradu di udara, bersamaan dengan itu, luapan energi yang sangat besar juga ikut muncul dan menyebar keberbagai arah, lalu diiringi dengan gelombang kejut yang mampu menerbangkan apapun.


"Hahaha, mana kekuatan yang dulu kau banggakan itu? Apa sekarang kekuatanmu sudah melemah?"


Xiao Lang melepaskan kekuatan darah naga Azure yang membuat seluruh tubuhnya diselimuti oleh zirah naga, disaat yang bersamaan, kekuatannya juga ikut meningkat berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.


Ziran yang tidak mau kalah juga melakukan hal yang sama, namun zirah yang menyelimuti tubuhnya bukanlah zirah naga seperti Xiao Lang, melainkan zirah berwarna hitam yang ia ciptakan dari kekuatan kehancuran Dewa Huo.


Selain menciptakan zirah dengan kekuatan barunya, Ziran juga menciptakan sebuah senjata berupa tombak dari kekuatan tersebut. Lalu setelah itu, ia melesat dengan kecepatan tinggi mendekati Xiao Lang dan langsung menyerangnya.


***


Pada saat yang bersamaan, peperangan yang terjadi antara pasukan Aliansi dua dimensi dan pasukan Dewa Huo juga semakin dahsyat, walaupun jumlah pasukan Dewa Huo lebih sedikit dari pasukan Aliansi, namun kekuatan mereka jelas tidak bisa diremehkan.


Selain memiliki kekuatan yang luar biasa, pasukan Dewa Huo juga memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi, bahkan separah apapun luka yang mereka dapatkan akan langsung sembuh hanya dalam hitungan detik.


Dengan kekuatan tempur dan kekuatan regenerasi yang luar bisa yang mereka miliki, membuat pasukan Aliansi cukup kesulitan menghadapi musuhnya itu, apalagi jumlah korban yang berjatuhan di pihak mereka terus saja bertambah.


Meski di pihak pasukan Aliansi ada cukup banyak sosok yang kuat, namun mereka masih tidak menjamin sedikitnya korban yang berjatuhan, karena di setiap peperangan, pastilah ada yang namanya kehancuran dan juga kematian.


"Zhu Lien, Zhu Ling, Dao Fang dan kau Du Fang Ren kalian berempat fokus untuk bertahan saja!" ujar Huise.


"Baik!" jawab keempatnya serempak, kemudian mundur ke barisan pasukan Aliansi.


"Lang Diyu, Heilong, Yin Ouyang, Shen Long, kalian pasti tahu apa yang harus kalian lakukan!"


"Tentu saja!" ujar mereka bersamaan.


Setelah itu, mereka berempat melepaskan kekuatannya dan menunjukkan wujud aslinya pada pasukan musuh, kemudian, keempatnya melanjutkan serangan dan memporak-porandakan formasi pasukan Dewa Huo.


"Matilah kalian semua!" ujar Lang Diyu sembari melancarkan serangan api abadi miliknya.


Shen Long yang tidak ingin kalah, kemudian menyemburkan kekuatan api biru miliknya, lalu kedua kekuatan api itu semakin diperbesar oleh kekuatan angin yang dikeluarkan oleh Yin Ouyang.


"Jangan lupakan aku!"


Dari langit, Heilong yang juga sudah berubah ke wujud aslinya, kemudian menghantam formasi pasukan musuh dengan kekuatan petir hitam yang ia miliki. Lalu, Huise yang merupakan jendral utama dalam pasukan Aliansi, juga ikut melancarkan serangan petir hitam miliknya.


Serangan gabungan yang dilakukan oleh lima sosok luar biasa itu berhasil melenyapkan ribuan pasukan musuh, dan tentunya, kemampuan regenerasi yang dimiliki oleh pasukan musuh tidak akan berguna lagi, karena serangan mereka tidak memberikan luka, melainkan langsung melenyapkan.


"Pasukan raja malam, gunakan teknik yang diajari oleh Tuan Lao Tzu untuk menyerang musuh. Pasukan bintang, gunakan serangan elemen cahaya tingkat tinggi yang kalian kuasai!" ujar Huise memberi komando.


"Baik!" jawab seluruh prajurit serempak.


Setelah mengamati kemampuan musuh sejak peperangan dimulai, Huise akhirnya mengerti jika serangan biasa saja tidak akan bisa melukai musuh, oleh sebab itu, ia memerintahkan mereka untuk mengerahkan kekuatan penuh untuk menyerang musuh.


Dan benar saja, dengan serangan dahsyat bertubi-tubi yang mereka lakukan, kekuatan regenerasi yang dimiliki oleh pasukan musuh tidak dapat bekerja sama sekali, karena saat luka mereka akan sembuh, serangan lainnya langsung datang dan berhasil membunuh mereka.


"Dengan serangan bertubi-tubi seperti ini, peperangan ini pasti bisa kita menangkan!" gumam Huise sembari terus melancarkan serangan.