
Tidak lama kemudian, beberapa kelompok pasukan nampak tengah bergerak menuju ke tempat tersebut, mereka yang mengenal para pasukan itu, langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, karena tidak ingin mendapatkan masalah.
Empat pasukan yang baru saja datang itu adalah pasukan yang berasal dari empat kekaisaran penguasa, yakni kekaisaran Timur, kekaisaran Barat, kekaisaran Utara dan kekaisaran Selatan. Dan tujuan mereka ke sana adalah untuk mendapatkan pedang hitam.
Namun, saat mereka tiba di sana, mereka justru dibuat terkejut ketika melihat pedang hitam yang sudah tidak ada ditempatnya lagi, melainkan di tangan seorang anak berusia sembilan tahun.
"Aku tidak menyangka jika pedang itu berhasil di cabut oleh seorang bocah" ucap kaisar Timur.
"Aku tidak peduli siapapun yang berhasil mencabutnya, karena yang aku inginkan hanyalah pedang itu!"
"Jangan bermimpi, akulah yang akan mendapatkannya!"
"Tidak ada gunanya banyak bicara, sebaiknya buktikan siapa yang lebih pantas untuk memilikinya!" ujar kaisar Utara.
Sementara itu.
Jia Zhen yang telah berhasil mendapatkan pedang ayahnya, langsung kembali ke sisi Huise dan yang lainnya, ia bahkan tidak menghiraukan kedatangan empat kaisar yang kini sedang berdebat untuk memperebutkan pedang tersebut.
"Paman, kita pergi sekarang" ucap Jia Zhen.
"Baik, Tuan Muda!"
"Tunggu!" ujar keempat kaisar bersamaan.
"Siapa yang mengizinkan kalian meninggalkan tempat ini?"
"Bocah! Jika kau masih ingin hidup, sebaiknya serahkan pedang itu sekarang juga!"
Du Fang Ren yang memang sudah tersulut api amarah sejak awal, berniat ingin melenyapkan mereka semua, begitupun dengan Lang Diyu yang juga ingin membinasakan para pengganggu itu, namun tindakan mereka dihentikan oleh Jia Zhen.
"Kalian menginginkan pedang ini? Datang dan ambillah sendiri" ucap Jia Zhen.
Meski wajahnya menunjukkan ketenangan dan ucapannya terdengar biasa saja, namun mereka semua dapat merasakan adanya penindasan yang begitu besar dalam kata-kata Jia Zhen.
Dengan kata lain, jika diantara mereka ada yang berani maju untuk merebut pedang itu darinya, maka sudah bisa dipastikan jika mereka akan dilenyapkan saat itu juga.
"Kenapa? Bukankah kalian sangat menginginkan pedang ini?"
Tidak bisa dipungkiri jika mereka sangat menginginkan pedang tersebut, karena sejak kemunculannya, pedang itu telah menarik perhatian banyak orang, baik itu kultivator ataupun orang biasa mereka sangat menginginkan pedang itu.
Tapi anehnya, mereka yang sebelumnya sangat berambisi untuk mendapatkan pedang tersebut, sekarang malah nampak ragu dan tidak yakin untuk merebutnya dari Jia Zhen, padahal dia hanyalah seorang anak berusia sembilan tahun.
"Kalau tidak ada yang mau, maka jangan halangi jalanku!"
"Cihh, aku tidak peduli siapapun dirimu, yang jelas aku harus mendapatkan pedang itu!" ujar kaisar Utara, kemudian memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Karena kaisar Utara sudah mulai bergerak, tiga kaisar yang lain juga tidak ingin ketinggalan, karena bagaimanapun juga, tujuan mereka datang ke sana adalah untuk mendapatkan pedang tersebut.
Awalnya, mereka masih memikirkan cara untuk mencabut pedang itu, tapi sekarang, mereka hanya perlu berjuang untuk mendapatkannya, tidak peduli siapapun musuhnya, yang jelas mereka harus mendapatkan pedang itu.
"Tuan Muda! Izinkan aku menangani mereka semua!"
Jia Zhen mengangguk, "Jangan terlalu kasar, dan usahakan tidak ada korban jiwa" ucapnya.
"Tapi..."
"Paman, yang aku katakan tadi adalah usahakan tidak ada korban jiwa, bukan jangan sampai ada korban jiwa."
Du Fang Ren tersenyum dan mengangguk, ia tentu paham apa yang diinginkan oleh Jia Zhen. Dan bagaimanapun juga, dia akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak membunuh siapapun.
Tapi, jika mereka tidak bisa bertahan dari kekuatan racunnya, maka itu bukan kesalahannya lagi, karena Du Fang Ren sudah memaksimalkan kemampuannya agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Singkatnya, selamat atau tidaknya mereka saat berhadapan dengan kekuatan racun mematikan milik sang Dewa Racun kedua, semua itu tergantung pada usaha dan kekuatan mereka sendiri.
***
Setelah itu, Du Fang Ren mengangkat tangan kanannya ke udara, kemudian di telapak tangannya muncul kabut hijau yang kemudian menyatu membentuk sebuah bola energi.
"Tuan Muda, berlindung di belakangku"
Jia Zhen mengangguk, kemudian berpindah ke belakang Huise, lalu setelah itu, Huise menciptakan formasi pelindung berlapis agar racun Du Fang Ren tidak mengenai mereka.
Meski mereka bertujuh memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan mereka adalah Dewa selain Jinhu, namun jika berhadapan dengan kekuatan racun Du Fang Ren, belum tentu mereka bisa menghadapinya tanpa terluka.
"Selamat berjuang!" ujar Du Fang Ren, kemudian membuat bola energi yang mengandung racun itu melayang mendekati pasukan yang tengah berkerak ke arah mereka.
Boom!
Wushh!
Bola energi sebesar kepala pria dewasa itu meledak setelah berada di depan seluruh pasukan, ledakan itu menimbulkan asap berwarna hijau yang langsung menyebar ke seluruh pasukan empat kekaisaran.
"I-ini asap racun!"
"Gunakan energi kalian untuk melindungi tubuh!"
Seluruh pasukan menghentikan gerakan dan mulai menggunakan kekuatannya masing-masing untuk melindungi diri, namun racun yang dilepaskan oleh Du Fang Ren bukanlah racun biasa, melainkan racun spiritual.
Racun spiritual adalah racun peringkat paling rendah yang dimiliki oleh Du Fang Ren, namun racun ini bisa sangat mematikan jika orang yang terkena racun tersebut tidak mengerti cara mencegahnya.
"Si-sial, racun ini sangat kuat!"
"Yang mulia, to-tolong kami!"
Keempat kaisar nampak khawatir dan mulai kebingungan, karena seluruh pasukan mereka berada diambang bahaya yang bisa kapan saja merenggut nyawa mereka semua.
"Tidak ada jalan lain, kita harus memanggil bantuan!" ujar kaisar Timur, kemudian mengeluarkan sebuah giok dari cincin penyimpanannya.
Ketiga kaisar lainnya mengangguk setuju, lalu mereka juga mengeluarkan sebuah giok yang sama dari cincin penyimpanannya masing-masing.
Setelah itu, mereka berempat mengarahkan giok tersebut ke langit. Tidak lama berselang, keempat giok tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang hingga menembus awan.
"Apa yang mereka lakukan?" gumam Du Fang Ren.
Wushh!
Beberapa menit setelah keempat giok itu memancarkan cahaya, dari kejauhan muncul aura kekuatan yang sangat dahsyat, kemudian disusul oleh tiupan angin yang sangat kencang, hingga berhasil melenyapkan asap beracun tersebut.
"Hahaha! Ini semakin menarik" gumam Du Fang Ren, kemudian mengarahkan pandangannya ke langit, "Keluarlah! Aku tahu kalian ada di atas sana!" ujarnya.
"Lumayan juga! Aku tidak menyangka kau berhasil menyadari keberadaan kami" ucap seorang pria tua seraya melayang turun ke tanah, kemudian diikuti oleh tiga pria lainnya.
"Aku juga tidak menyangka akan menemukan lawan yang lumayan kuat di tempat ini" sahut Du Fang Ren.
Keempat pria tua itu mengerutkan dahi, mereka nampak tidak senang dengan perkataan Du Fang Ren, "Jangan terlalu sombong, atau kau tidak akan bisa lagi melihat luasnya langit."
"Tanpa dilihat sekalipun, semua orang sudah tahu jika langit itu sangat luas, tapi apa kalian tahu jika alam semesta jauh lebih luas?"
Disisi lain.
Huise membuka formasi berlapis yang sebelumnya ia ciptakan, kemudian ia mengubah wujudnya menjadi serigala bintang dan meminta Jia Zhen untuk naik ke punggungnya, agar Jia Zhen bisa menikmati pertarungan Du Fang Ren dengan nyaman.
"Paman, menurutku ini terlalu berlebihan" ucap Jia Zhen.
"Tidak apa-apa, Tuan Muda."
Jia Zhen menghela napas panjang, kemudian melompat naik ke punggung Huise, "Jika paman lelah, katakan saja padaku agar aku turun dari punggung paman."
"Baik, Tuan Muda."