Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-283. Ujian terakhir selesai


Tidak diketahui sudah berapa lama Sun Xiang terjebak dan tersiksa oleh dinginnya api ungu, namun dengan usahanya yang keras dan pantang menyerah, ia akhirnya berhasil mencapai wilayah neraka Asura yang ketiga.


Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, wilayah neraka Asura yang ketiga justru tidak memberikan siksaan apapun pada Sun Xiang, justru dirinya disambut oleh luapan energi kehidupan yang sangat besar saat tiba di sana.


Wilayah neraka Asura yang keempat adalah wilayah api hijau atau yang disebut api kehidupan, jadi wajar saja jika wilayah ketiga ini tidak memberikan siksaan apapun, bahkan malah memberikan keuntungan untuknya.


Dengan adanya energi kehidupan yang begitu besar, seluruh tenaga Sun Xiang langsung dipulihkan saat itu juga. Selain itu, ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kekuatannya.


Untuk saat ini, kekuatan Sun Xiang sudah melebihi ranah Supreme God tingkat akhir, dan pencapaian itu ia dapatkan hanya dengan berkultivasi selama beberapa jam didalam kobaran api hitam tersebut.


Namun sayangnya, masalahnya masih belum selesai begitu saja, karena sekarang, ia tengah bersiap-siap untuk memasuki wilayah keempat, yaitu wilayah api ungu atau kekuatan api roh.


"Hah" Sun Xiang menghela napas panjang, kemudian melangkah maju memasuki wilayah neraka Asura yang keempat.


"Arkhhh!"


Teriakan yang sangat kencang keluar dari mulut Sun Xiang saat dirinya memasuki wilayah tersebut, meski api ungu di sekitarnya tidak membakar tubuhnya, namun rohnya terasa seperti sedang dilahap oleh sesuatu.


Jika wilayah pertama dan kedua hanya menyiksa tubuhnya, maka wilayah keempat ini sangat menyiksa rohnya, karena sama dengan namanya, kekuatan api ungu bukan untuk membakar tubuh, melainkan untuk membakar roh.


Sembari menahan siksaan yang begitu menyakitkan, Sun Xiang mencoba melangkah maju melewati kobaran api tersebut, namun semakin jauh ia melangkah, semakin besar pula kekuatan yang melahap rohnya.


"A-aku tidak boleh kalah!"


Dengan menyemangati dirinya sendiri, Sun Xiang terus melangkah menapaki jalan menuju wilayah neraka Asura yang selanjutnya, yaitu wilayah api putih atau yang disebut kekuatan api jiwa.


Selain itu, Sun Xiang sudah berusaha menahan kekuatan api roh dengan energi Dewa, namun usahanya itu tidak membuahkan hasil apapun dan malah membuat dirinya semakin tersiksa.


Tidak hanya itu saja, keadaan Sun Xiang juga semakin melemah karena tenaganya yang tiba-tiba terkuras habis, padahal ia tidak melakukan apapun, namun tenaganya hilang seperti habis melakukan pertarungan yang sengit.


"Gu-guru, a-aku..." perkataan Sun Xiang terpotong karena kesadarannya telah lebih dulu meninggalkan tubuhnya.


Pada saat yang bersamaan, api ungu mulai menyelimuti tubuh Sun Xiang yang tengah pingsan, kemudian masuk ke dalam dirinya dan langsung membakar rohnya sampai tidak tersisa sedikitpun.


Meski begitu, kekuatan api ungu tidak membiarkan Sun Xiang mati begitu saja, walaupun rohnya sudah dibakar habis, namun kekuatan api ungu membentuk roh yang baru untuk murid Dewa Kematian tersebut.


***


"Ini... apa yang terjadi dengan rohku?"


Saat sadar, Sun Xiang dikejutkan dengan kekuatan rohnya yang terasa jauh berbeda dari sebelumnya, bahkan ia dapat merasakan jika kekuatan rohnya itu sama dengan kekuatan yang dimiliki oleh api ungu.


Berkat kekuatan roh dalam dirinya itu, Sun Xiang tidak lagi merasakan siksaan yang menyakitkan dalam dirinya, dan karena hal itu jugalah, ia akhirnya berhasil melewati wilayah neraka Asura yang keempat.


"Wilayah kelima, kekuatan api jiwa."


Sun Xiang menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Aku harus berhasil walaupun siksaannya sangat menyakitkan!"


Hampir sama dengan wilayah keempat, pada wilayah kelima ini, siksaan yang didapatkan oleh Sun Xiang juga bukan pada tubuhnya. Namun yang membedakannya adalah, api putih itu tidak membakar rohnya, melainkan membakar jiwanya.


Peristiwa yang serupa pun juga dialami oleh Sun Xiang di wilayah neraka Asura yang kelima ini, dimana jiwanya dilahap sampai tak bersisa oleh kekuatan api jiwa, kemudian jiwanya diganti dengan jiwa yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah melewati penyiksaan di wilayah kelima, Sun Xiang akhirnya memasuki wilayah keenam, yaitu wilayah api hitam atau yang lebih dikenal dengan kekuatan api kehancuran.


"Memang pantas disebut sebagai api kehancuran, karena auranya saja terasa sangat mengerikan."


Wushh!


Sebelum memasuki wilayah api kehancuran, Sun Xiang menggunakan energi Dewa untuk melindungi tubuhnya terlebih dahulu, karena ia yakin, kekuatan api didepannya itu jauh lebih dahsyat dari lima api sebelumnya.


Setelah merasa yakin, iapun melangkahkan kakinya memasuki wilayah api hitam tersebut, namun anehnya, ia tidak merasakan apapun bahkan setelah dirinya benar-benar berada dalam kobaran api tersebut.


Tidak lama kemudian, di depannya muncul tornado api hitam yang sangat besar, lalu tornado api itu bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya.


Sun Xiang mencoba menghindar, namun langkahnya seolah ditahan oleh sesuatu, "Gawat, kenapa kakiku tidak bisa digerakkan!"


Wushh!


Tornado api hitam raksasa itu akhirnya melahap tubuh Sun Xiang dan mulai membakar dirinya, seketika itu juga, suara teriakan yang sangat kencang langsung keluar dari mulut Sun Xiang.


Selain melahap dirinya, tornado api hitam itu juga melahap apapun yang ada dalam dirinya, baik itu energi Dewa, jiwa, energi kehidupan atau bahkan kekuatan roh, semuanya tidak luput dari api hitam tersebut.


"Arkhhh!"


Lagi dan lagi, hanya teriakan keras saja yang keluar dari mulut Sun Xiang, karena hanya teriakan lah yang bisa menggambarkan betapa menyakitkannya siksaan yang tengah ia alami saat ini.


Rasa sakit yang benar-benar sangat menyiksa dirinya, membuat murid Dewa Kematian itu merasa lebih baik mati daripada harus disiksa seperti itu, apalagi dirinya tidak tahu kapan siksaan itu akan berhenti.


Namun, perasaan itu segera ia tepis dan dibuangnya jauh-jauh, karena tekadnya yang ingin membuat gurunya bangga, memberikan kekuatan bagi dirinya untuk menahan siksaan menyakitkan itu.


Seiring dengan berjalannya waktu, baik tubuh dan semua hal yang ada dalam dirinya mulai habis dilahap oleh api hitam, hingga akhirnya, tidak satupun dari diri Sun Xiang yang tersisa kecuali tiga gumpalan energi.


Setelah melahap habis tubuh Sun Xiang dan semua hal yang ada pada dirinya, tornado api hitam itu akhirnya menghilang, kemudian, ketiga gumpalan energi itu melesat terbang menuju wilayah terakhir.


***


Ketiga gumpalan energi yang masih melayang di udara, kemudian dilahap oleh api emas yang ada di sana, lalu api tersebut membentuk ulang setiap bagian dari tubuh Sun Xiang, mulai dari jiwa, roh dan juga tubuhnya.


Meski terlihat membentuk ulang semuanya, namun kekuatan api emas sebenarnya hanya menyempurnakan tubuh dan semua hal yang ada pada diri Sun Xiang.


Menyempurnakan rohnya yang dibentuk oleh api ungu, menyempurnakan jiwanya yang dibentuk api putih, dan terakhir menyempurnakan raganya yang telah dilebur oleh kekuatan petir surgawi.


Pada saat yang bersamaan, kekuatan Sun Xiang juga ikut meningkat ke ranah yang lebih tinggi, bahkan di dahinya kini telah muncul sebuah lambang berbentuk seperti bola api seukuran kuku ibu jari.


***


Setelah tertutup selama hampir satu bulan, gerbang neraka Asura akhirnya terbuka lagi, kemudian dari dalamnya keluar seorang pemuda dengan aura kekuatan luar biasa yang terpancar dari tubuhnya.


"Selamat datang, yang mulia" ucap Dewi Nuwa dan yang lainnya.


Mereka semua kemudian berlutut untuk menunjukkan rasa hormatnya pada penguasa yang baru, namun hanya Lin Feng saja yang masih berdiri dan hanya tersenyum pada muridnya itu.


"A-apa yang kalian lakukan? Kenapa malah berlutut seperti ini?"


Meski menyadari jika dirinya akan diangkat menjadi penguasa, namun Sun Xiang tetap merasa tidak enak hati dengan perlakuan mereka semua, apalagi Luo Ning yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri juga melakukan hal yang sama.


"Sun Xiang, selamat karena telah berhasil melewati ujian terakhir" ucap Lin Feng.


"Guru."


Lin Feng menggeleng pelan, kemudian menggunakan kekuatannya untuk menahan Sun Xiang yang ingin berlutut, lalu ia menghampiri muridnya itu dan memberikan pelukan hangat padanya.


"Selamat, guru benar-benar bangga padamu."


"Terima kasih, guru."


"Jadi, kekuatan api apa yang berhasil kau dapatkan?"


Sun Xiang tersenyum canggung, kemudian menunjukkan dua kekuatan api yang berhasil ia dapatkan selama menjalani ujian terakhir sebelumnya, yaitu kekuatan api roh dan juga api jiwa.