Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-93. Ada yang aneh


Sebelumnya.


Setelah meninggalkan istana kerajaan, Lin Feng kemudian memanggil bayangannya, lalu ia memerintahkan bayangannya itu untuk menjaga anak-anaknya, karena ia ingin pergi melakukan sesuatu di dimensi lain.


Selain itu, Lin Feng juga melarang bayangannya untuk memberitahukan keberadaannya, alasannya karena Lin Feng tidak ingin Luo Ning ataupun yang lainnya datang menemui dirinya di dimensi lain, atau lebih tepatnya, Lin Feng tidak ingin ada yang mengetahui dimana dia berada.


***


Luo Ning benar-benar sangat kesal mendengar jawaban dari bayangan suaminya itu, bahkan hampir saja ia melampiaskan kekesalannya dengan menyerang bayangan Lin Feng, namun tindakannya itu segera ia hentikan ketika mengingat keberadaan kedua anaknya.


Jika dia menyerang bayangan Lin Feng, maka kedua anaknya pasti akan salah paham dan berpikir jika kedua orang tua mereka tengah bertengkar, apalagi kalau Luo Ning sampai melenyapkan bayangan suaminya itu, maka sudah bisa dipastikan bahwa kedua anaknya akan menganggap dirinya telah membunuh ayah mereka.


"Hah" Luo Ning menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Apa Gege menyampaikan sesuatu sebelum dia pergi?"


"Tuan hanya berpesan agar Nona dan yang lainnya tidak perlu mengkhawatirkan dirinya ataupun mencarinya, karena Tuan akan kembali setelah urusannya selesai."


"Baiklah, kau boleh pergi sekarang dan ingat ini baik-baik! Bagaimanapun caranya, kau harus bisa melindungi kedua anakku"


"Tentu saja, Nona. Karena menjaga Tuan dan Nona muda adalah kewajiban ku" ucap bayangan Lin Feng, kemudian menghampiri Xie Long dan Xie Ling.


"Gege, apa yang Gege rencanakan di belakangku?" gumam Luo Ning setelah bayangan suaminya itu pergi bersama kedua anaknya.


Walaupun Lin Feng sudah berpesan untuk tidak khawatir dan tidak perlu mencarinya, namun sebagai seorang istri, tidak mungkin jika Luo Ning bisa untuk tidak merasa khawatir pada suaminya, apalagi dengan keadaan seperti sekarang ini, sudah tentu rasa khawatir yang ia rasakan akan sangat besar.


"Aku harus melakukan sesuatu!" ucap Luo Ning, kemudian masuk ke istana dan langsung mengumpulkan ketujuh anggota tujuh pilar kematian.


Setelah mereka bertujuh berkumpul, Luo Ning kemudian menceritakan tentang kepergian Lin Feng dan hal itu sontak membuat mereka semua kaget, pasalnya, mereka semua masih bisa merasakan aura keberadaan Lin Feng di Dunia Bawah beberapa saat yang lalu.


"Awalnya aku juga tidak menyangka, tapi setelah bertemu dengannya, barulah aku tahu kalau yang ada di sini hanya bayangannya saja" ucap Luo Ning.


"Ini benar-benar sulit dipercaya, sebenarnya, sejak kapan Tuan bisa melakukan hal seperti ini?"


"Entahlah, tapi yang pasti, teknik jiwa silat bayangan milik Tuan pasti sudah sangat sempurna."


"Aku mengumpulkan kalian bukan untuk membahas teknik yang suamiku kuasai!" ujar Luo Ning.


"Huise, temui Dewi Nuwa dan tanyakan keberadaan suamiku, yang lainnya menyebar ke seluruh Benua, mungkin Gege masih ada di Benua Biru ini."


"Baik!" jawab anggota tujuh pilar kematian serempak, kemudian mereka menghilang dari pandangan Luo Ning.


***


Dimensi ketujuh.


Kedatangan Lin Feng ke dimensi ketujuh tentunya membuat Xiao Lang merasa sangat senang, karena dengan adanya Lin Feng, persiapan untuk mengadakan pertemuan antar penguasa dimensi akan berjalan dengan lebih mudah, namun entah kenapa, Xiao Lang merasa Lin Feng sedikit berbeda dari sebelumnya.


Pertemuan terakhir antara mereka adalah saat Xiao Lang datang ke dimensi pertama, tepatnya ketika ia berhasil keluar dari dimensi yang tidak ia ketahui. Tapi pada saat itu, Xiao Lang tidak merasakan perbedaan apapun pada Lin Feng, kecuali kekuatannya yang sudah bertambah.


Tapi saat ini, ada perasaan aneh yang Xiao Lang rasakan saat melihat Lin Feng, bahkan ia merasa seperti tidak mengenal Lin Feng yang sekarang, padahal, aura serta kekuatannya tidak ada bedanya dengan Lin Feng yang ia kenal, hanya saja, ada perbedaan yang membuatnya terlihat berbeda di mata Xiao Lang.


"Katakan saja, apa yang ingin kau bicarakan."


"Ikut aku, kita akan bicara ditempat lain" ucap Xiao Lang, kemudian ia dan Lin Feng menghilang dari istana Bintang.


Tidak lama kemudian, mereka berdua telah muncul lagi di suatu tempat di Benua Bintang.


"Saudaraku, apa yang ingin kau bicarakan sampai harus mengajakku ke sini?" tanya Lin Feng.


"Aku bukannya meragukan dirimu ataupun mencurigai mu, tapi sejak kau datang, aku merasa seperti kau adalah orang yang berbeda" jawab Xiao Lang.


"Berbeda? Apa maksudmu?"


"Sulit bagiku untuk menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini, tapi intinya, aku merasa kau bukanlah Lin Feng saudaraku."


"Xiao Lang, apa kau mencurigai ku?"


Xiao Lang menggelengkan kepalanya, "Sudah aku katakan, aku tidak mencurigai dirimu, hanya saja, aku merasa seperti tidak mengenali dirimu yang sekarang."


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sudahlah, mungkin itu hanya perasaanmu saja, lagipula, aku ini adalah saudaramu dan aku yakin kau akan langsung menyadari jika aku bukan saudaramu."


Meski sudah dijelaskan, namun Xiao Lang masih belum bisa menghilangkan perasaan aneh yang ia rasakan, akan tetapi, ia lebih memilih untuk tidak menghiraukan perasaan tersebut, karena jika Lin Feng yang ada didepannya sekarang adalah orang lain yang sedang menyamar, dia pasti akan langsung mengetahuinya.


"Kau benar! Mungkin ini hanya perasaanku saja."


"Yasudah, sebaiknya kita kembali dan melanjutkan pembahasan kita sebelumnya."


***


Dimensi kesembilan.


"Dewa Huo! Tunjukkan dirimu atau aku akan menghancurkan apapun yang ada di sini!" ujar Lin Feng.


"Hahaha, kau terlalu sombong, bocah! Memangnya kau sendiri mampu menghadapi kami semua?"


Di hadapan Lin Feng saat ini berdiri ratusan ribu prajurit dengan senjata lengkap, namun keberadaan mereka seperti tidak dihiraukan oleh Lin Feng, karena tujuan utamanya datang ke dimensi kesembilan adalah untuk membunuh Dewa Huo.


Tapi sayangnya, sejak ia datang ke dimensi kesembilan, Dewa Huo masih belum juga menunjukkan batang hidungnya.


"Jika kalian tidak ingin mati, sebaiknya menyingkir dari hadapanku sekarang juga!" ujar Lin Feng.


Meski awalnya tidak menghiraukan para prajurit tersebut, namun ada sedikit keanehan yang Lin Feng rasakan saat melihat para prajurit tersebut, pasalnya, mereka semua terlihat begitu mirip dengan para prajurit yang sebelumnya telah ia musnahkan.


Satu-satunya hal yang membuat mereka terlihat berbeda hanyalah kekuatannya saja, karena prajurit yang ada di depannya saat ini memiliki kekuatan yang sedikit lebih tinggi daripada prajurit yang dulu ia bantai, jika tidak, Lin Feng pasti akan berpikir jika prajurit saat itu telah dibangkitkan dari kematian.


"Hahaha, kami sudah tidak takut lagi dengan yang namanya kematian, dan perlu kau ketahui, kami semua sudah pernah merasakan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari kematian!"


"Benarkah? Kalau begitu kalian akan merasakan hal yang sama untuk yang kedua kalinya!" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang menghampiri ratusan ribu prajurit tersebut.