Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-181. Masa lalu Yuan Long.


Flashback.


Beberapa puluh tahun yang lalu.


Dhuaar!


Ledakan yang sangat dahsyat terdengar hampir ke sebagian wilayah kekaisaran Yuan, orang-orang yang bisa mendengarnya dibuat kaget dan juga kebingungan, karena tidak tahu darimana asal suara ledakan tersebut.


"Apa yang terjadi? Darimana asal suara ledakan ini?"


"Maaf yang mulia, kami benar-benar tidak tahu darimana suara ledakan ini berasal."


"Cihh, lalu apa yang kau lakukan di sini, cepat cari penyebab dan darimana ledakan itu berasal!"


"Baik, yang mulia.


Sementara itu, di suatu wilayah di kekaisaran Yuan, pertarungan dahsyat tengah terjadi antara seorang pria melawan Beast tingkat tinggi. Dia adalah Yuan Long, sang jendral Naga kebanggaan kekaisaran Yuan.


"Manusia lemah, sebaiknya kau menyerah dan serahkan dirimu padaku!"


"Hahaha!" Yuan Long tertawa lantang, "Kau saja belum berhasil mendaratkan serangan di tubuhku, lalu bagaimana kau bisa menyebutku lemah?"


"Karena manusia sepertimu tidak akan pernah bisa mengalahkan Beast agung sepertiku!"


"Benarkah?"


Burung Phoenix berkepala tiga dengan bulu tubuhnya yang berwarna perak itu, nampak sangat kesal melihat tanggapan Yuan Long, ia kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi dan langsung melancarkan serangannya.


Yuan Long yang tidak ingin ketinggalan, juga melesat maju dan melancarkan serangan, meski sudah mengetahui bahwa lawannya itu memiliki kekuatan yang luar biasa, namun Yuan Long tidak sedikitpun merasa gentar saat menghadapinya.


Pertarungan keduanya berlangsung selama seharian penuh, bahkan tempat mereka bertarung pun sudah benar-benar hancur, baik itu bukit ataupun hutan, sudah tidak ada lagi yang tersisa karena dampak pertarungan mereka.


Wushh!


Dhuaar!


Yuan Long dan Phoenix perak berkepala tiga terlempar sejauh puluhan meter karena benturan serangan mereka, Yuan Long nampak memuntahkan darah segar, sementara Phoenix perak tersebut mendapatkan banyak luka dibunuhnya.


"Ukhuk..."


Yuan Long kembali memuntahkan darah, kondisi tubuhnya juga sudah tidak memungkinkan untuk bertarung, namun ia masih berusaha untuk berdiri dengan bantuan pedang Dewa Naga di tangannya.


Keadaan Phoenix perak berkepala tiga itu juga tidak jauh beda dengan Yuan Long, bahkan keadaannya jauh lebih parah, bahkan untuk terbang saja, ia benar-benar sudah tidak sanggup, apalagi melanjutkan pertarungan.


"Siapa namamu?" tanya Phoenix perak.


"Apa aku tidak salah dengar? Kenapa sekarang kau malah tertarik untuk mengetahui namaku?"


"Cihh, aku benci mengakui ini, tapi aku sudah kalah darimu dan kau satu-satunya manusia yang bisa mengalahkan aku."


"Bukankah terlalu cepat untuk menyerah?"


"Apa lagi yang harus aku perjuangkan? Kau masih sanggup berdiri, sedangkan aku, bahkan menggerakkan sayap saja sudah tidak bisa."


Meski langkahnya terasa berat dan sangat sulit untuk bergerak, namun Yuan Long masih berusaha untuk mendekati Phoenix perak berkepala tiga tersebut, tapi pada akhirnya, ia tetap ambruk setelah tiba didekat Phoenix itu.


"Namaku, Yuan Long."


"Yuan Long, senang bisa mengenalmu, meski aku mati, aku tidak akan menyesal karena sudah bertarung dengan segenap kekuatanku" sahut Phoenix perak.


"Hei, apa kau benar-benar ingin mati?" tanya Yuan Long.


"Tentu saja tidak! Tapi memang itulah yang akan terjadi padaku."


"Yuan Long, gunakan salah satu bagian tubuhku untuk membuat senjata, dan setelah itu, aku akan bangkit melalui senjata yang kau ciptakan."


"Lalu?"


"Aku akan menjadi pengikut mu yang paling setia."


"Teman" ujar Yuan Long.


"Baiklah, aku akan menjadi temanmu" Setelah itu, Phoenix perak berkepala tiga itupun menghembuskan napas terakhirnya.


Yuan Long yang masih memiliki sisa energi ditubuhnya, kemudian menyimpan tubuh Phoenix perak berkepala tiga didalam cincin penyimpanannya, hal itu ia lakukan agar tidak ada orang lain yang menemukan jasad Phoenix perak tersebut.


"Apa yang terjadi di sini?"


"Kau terlambat, saudaraku, musuh yang aku hadapi sudah melarikan diri" jawab Yuan Long.


"Memangnya siapa yang kau hadapi?"


"Beast yang kekuatannya mampu menghancurkan satu kekaisaran dengan mudah."


"Lalu bagaimana kau bisa selamat darinya?"


"Mungkin hanya beruntung."


Yuan Haochun nampak mengerutkan alisnya mendengar jawaban saudaranya itu, karena bagaimanapun juga, sulit baginya untuk percaya pada cerita Yuan Long, dan kalaupun benar, mustahil Yuan Long bisa selamat hanya karena beruntung.


"Prajurit, bawa jendral kembali ke ibukota!" perintah Yuan Haochun.


"Baik, yang mulia!" jawab para prajurit, kemudian membawa Yuan Long kembali ke ibukota kekaisaran Yuan.


***


Dua bulan telah berlalu sejak pertarungan Yuan Long dan Phoenix perak berkepala tiga selesai, luka dalam yang didapatkan oleh Yuan Long dari pertarungan itu juga telah sembuh sepenuhnya, bahkan kultivasinya juga telah meningkat.


Saat ini, Yuan Long tengah berada di ruang rahasia yang berada di bawah istana kekaisaran, yaitu sebuah ruangan khusus yang ia gunakan untuk menyimpan segala sumberdaya miliknya, serta tempat yang biasa ia gunakan untuk bermeditasi.


"Phoenix perak, seperti yang kau katakan, aku akan membuat senjata dengan salah satu bagian tubuhmu" gumam Yuan Long, kemudian mengeluarkan tubuh Phoenix perak dari cincin penyimpanannya.


"Tapi, bagian tubuh mana yang harus aku gunakan?"


Yuan Long sedikit kebingungan memilih bagian tubuh yang akan ia gunakan untuk membuat senjata, karena selama ini, ia belum pernah membuat senjata dari tubuh seekor Beast.


Sebagai seorang kultivator yang suka mengembara, Yuan Long tentunya memiliki banyak keahlian yang ia pelajari selama pengembaraannya, salah satunya adalah membuat senjata, hanya saja, keahliannya itu sangat jarang ia gunakan.


"Bulunya mungkin adalah pilihan yang tepat."


Setelah cukup lama berpikir, Yuan Long akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah senjata dengan bulu burung Phoenix tersebut, alasannya karena ia tidak yakin apakah bisa membuat pedang dalam sekali percobaan atau tidak.


Jika berhasil dalam sekali percobaan, maka itu adalah sebuah pencapaian yang membanggakan baginya, namun jika gagal, maka bagian yang ia gunakan akan terbuang sia-sia, jadi pilihan yang tepat adalah menggunakan bulunya, karena ia tidak akan kehabisan bahan jika gagal berulang kali.


Flashback end.


***


"Long'er, bagaimana keadaanmu?"


"Sudah sangat baik, kakek" jawab Xie Long yang sekarang sudah berada di istana kekaisaran Yuan.


"Kakek turut senang mendengarnya" sahut Yuan Chun Zhe, kemudian menghampiri cucunya itu.


"Long'er, apa kau mau mengetahui hal yang lebih banyak lagi tentang kakek mu?"


"Tentu saja, aku sangat ingin mengetahui semua hal tentang kakek."


"Baiklah, kakek akan menceritakan semuanya padamu,"


Kemudian, Yuan Chun Zhe menceritakan semua hal yang ia ketahui mengenai anaknya itu, termasuk kejadian buruk yang menimpanya.


Xie Long mendengarkan cerita kakek buyutnya itu dengan serius, dan saat mendengar perbuatan kejam yang dilakukan oleh saudara kakeknya, ada amarah yang mendadak muncul dalam dirinya.


Meski begitu, Xie Long masih dapat menahan amarahnya tersebut setelah mendengar pembalasan yang dilakukan oleh ayahnya, selain itu, ia merasa dirinya tidak berhak untuk menuntut apapun lagi, karena saudara kakeknya sudah mendapatkan balasan yang menurutnya cukup setimpal.


"Lalu, dimana saudara kakek sekarang?"


"Sudahlah, kakek tidak mau membahasnya lagi, lagipula, sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan padanya, karena semuanya sudah dibalas oleh ayahmu" jawab Yuan Chun Zhe.


"Lalu, apa saja yang disampaikan oleh kakek mu saat dia menemui mu waktu itu?"


"Tidak banyak, kakek hanya ingin bertemu denganku dan meninggalkan beberapa warisan untukku" jawab Xie Long.


"Syukurlah, setidaknya masih ada yang ia tinggalkan untuk keturunannya."


"Yasudah, bagaimana kalau kita makan? Kakek yakin kau belum makan apapun sejak kemarin."


Xie Long tersenyum canggung seraya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, "Baik, kakek, aku memang sudah sangat lapar" ucapnya.