Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-220. Kehancuran keluarga Xi


Kombinasi serangan yang dilakukan Xie Long dan Huanran berhasil memporak-porandakan pasukan keluarga Xi, mereka berdua bahkan sudah berhasil melenyapkan lebih dari setengah jumlah pasukan tersebut.


Akan tetapi, mereka berdua tidak menyadari jika pasukan yang kini mereka hadapi hanya pasukan biasa, sementara pasukan yang sebenarnya tengah mengawasi jalannya pertarungan dari kejauhan.


Pasukan yang tengah mengawasi mereka, jumlahnya memang tidak sebanyak pasukan pertama, tapi kekuatan pasukan ini jelas berada di atas pasukan pertama, karena masing-masing prajuritnya, memiliki kultivasi di ranah Tyrant.


Dengan kekuatan dan jumlah mereka yang lumayan banyak, sudah pasti Xie Long dan Huanran akan sangat kesulitan menghadapi mereka nanti, apalagi energi keduanya sudah banyak terkuras dalam pertarungan pertama yang sedang berlangsung.


Namun, pasukan keluarga Xi yang sedang bersembunyi, juga tidak mengetahui jika mereka juga sedang diawasi oleh Huise, sosok yang memiliki kekuatan jauh lebih hebat dari gabungan kekuatan mereka semua yang ada di sana.


Sejak kedatangannya, Huise memang belum melakukan apapun selain mengawasi jalannya pertarungan dari kejauhan, tapi bukan berarti ia tidak akan melakukan apapun, atau lebih tepatnya, dia hanya sedang menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan diri.


***


Wushh!


Dhuaaar!


Beberapa serangan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Xie Long dan Huanran, namun serangan itu berhasil dihindari oleh keduanya, sehingga serangan yang seharusnya mengenai mereka itu, malah menjadi senjata makan Tuan untuk pasukan keluarga Xi.


"Sial! Kenapa mereka selalu berhasil menghindari serangan kita?!"


"Jangan banyak bicara, tetaplah menyerang atau kita semua akan mati di tangan mereka berdua!"


Slash!


Baru saja menyelesaikan perkataannya, sebuah tebasan telah berhasil memenggal kepala pria tersebut, bahkan, tubuhnya juga ikut terpotong-potong akibat beberapa tebasan yang dilakukan oleh Xie Long.


Prajurit yang menyaksikan keganasan Xie Long nampak bergidik, apalagi saat melihat tatapan tajamnya yang begitu mengerikan, dan entah mengapa, saat ia melihat Xie Long, ia merasa seperti tengah berhadapan dengan iblis yang haus akan darah.


"Apa kau takut padaku?" tanya Xie Long para prajurit yang tengah menatapnya.


"A-aku..."


"Hahahaha!"


Tawa mengerikan keluar dari mulut Xie Long melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh pria didepannya itu, kemudian ia mengangkat pedangnya ke atas, lalu membelah tubuh pria itu menjadi dua bagian.


"Bagus, Xie Long! Bantai mereka semua agar aura membunuhmu semakin membesar" ucap perwujudan kekuatan Asura.


"Sebaiknya kau diam dan lihat saja! Jika tidak, aku juga akan membunuhmu" ujar Xie Long.


"Hahahaha! Baiklah, Tuan Muda."


Perwujudan kekuatan Asura dalam tubuhnya tersenyum penuh kemenangan, meskipun perkataan Xie Long terdengar seperti sebuah ancaman, namun Xie Long tidak menyadari jika dirinya sudah mulai terbuai oleh hasutan dari sosok tersebut.


Setiap kali Xie Long membantai musuh-musuhnya, sosok itu akan memberikan kekuatannya secara perlahan tanpa disadari oleh Xie Long.


Kekuatan yang terus ia berikan kepada Xie Long, memang banyak membantu putra Dewa Asura tersebut, tapi disisi lain, kekuatan itu juga memberikan dampak buruk bagi Xie Long.


Salah satu dampak terburuknya adalah, Xie Long telah dikuasi oleh keinginan membunuh yang semakin sulit ia kendalikan. Dan saat ini, ia sudah benar-benar dikendalikan oleh keinginannya itu.


"Ayolah, kerahkan semua kekuatan kalian agar permainan ini semakin seru!" ujar Xie Long.


Slash!


Tebasan demi tebasan terus dilakukan oleh Xie Long, jika awalnya dia hanya ingin memenggal kepala musuhnya, sekarang ia malah ingin memotong setiap tubuh mereka menjadi bagian-bagian kecil.


"Zilong, kendalikan dirimu! Jangan biarkan kekuatan jahat itu menguasai tubuhmu!"


Xie Long mengabaikan perkataan Huanran, bahkan ia terlihat seperti tidak menghiraukan keberadaan Huanran sama sekali, karena didalam pikirannya saat ini hanyalah membunuh dan membantai semua orang yang ada di sana.


"Hahahaha!" tawa menyeramkan kembali keluar dari mulut Xie Long disela-sela pembantaian yang ia lakukan.


Suara tawa yang menggelegar itu membuat siapapun bergidik ngeri saat mendengarnya, belum lagi ditambah dengan keganasan Xie Long saat menghabisi musuh-musuhnya, sudah tentu membuat semua orang semakin ketakutan.


Wushh!


Tubuh Xie Long diselimuti oleh kabut hitam yang merupakan perwujudan aura membunuh, pupil matanya yang berwarna ungu ikut memancarkan cahaya terang, disaat yang bersamaan, angin tiba-tiba saja bertiup kencang.


"A-ada apa ini?"


"Hahahaha!" Xie Long kembali mengeluarkan tawanya yang terdengar menyeramkan, "Sambutlah kedatangan Dewa Kematian!" ucapnya.


Setelah itu, Xie Long mengangkat tangannya ke udara dengan telapak tangannya yang terbuka, lalu, ia mengepalkan jari tangannya seperti sedang menangkap sesuatu yang melayang di udara.


Pada saat yang bersamaan, pupil matanya yang berwarna ungu kembali memancarkan cahaya terang, dan seketika itu juga, angin yang bertiup kencang tiba-tiba saja berubah menjadi bilah udara yang sangat tajam.


Wushh!


Slash!


Ratusan bilah udara yang diciptakan oleh Xie Long, melesat dengan kecepatan luar biasa dan memotong tubuh pasukan keluarga Xi. Tidak ada seorangpun yang berhasil lolos, bahkan perisai yang mereka ciptakan juga tidak mampu menahan bilah udara tersebut.


Arkhhh!


Suara teriakan menggema mengiringi kengerian yang sedang terjadi, satu-persatu pasukan keluarga Xi mulai meregang nyawa.


Tidak seorangpun dari mereka yang tidak mati dengan mengenaskan, karena setiap anggota tubuh mereka telah terpotong-potong menjadi puluhan bagian.


Pada akhirnya, semua pasukan keluarga Xi yang tersisa berhasil dilenyapkan oleh Xie Long, dan bersamaan dengan itu, kabut gelap yang menyelimuti tubuh Xie Long menjadi semakin besar.


Aura membunuh yang sangat mengerikan juga terus keluar dari tubuhnya, dan saat ini, Xie Long sudah dikendalikan oleh aura mengerikan itu.


"Siapa selanjutnya?"


Xie Long menoleh pada Huanran yang tengah menatapnya, kesadarannya yang telah dikuasi oleh aura membunuh, membuatnya tidak lagi mengenal mana lawan dan mana kawan.


"Zilong."


Langkah Xie Long terhenti mendengar panggilan Huanran, kesadaran yang terkubur dalam dirinya seperti mendengar panggilan itu, namun sayangnya, aura membunuh itu sudah sangat kuat, sehingga tidak membiarkan kesadarannya kembali.


"Sudah saatnya aku turun tangan" gumam Huise, kemudian menghilang dari tempatnya.


Sesaat kemudian, Huise telah muncul didepan Xie Long dan sebelum Xie Long sempat bereaksi dengan kemunculannya, Huise telah lebih dulu menyentuh dahi Xie Long dengan telunjuknya.


"Sadarlah, Tuan Muda!" ujar Huise seraya mengalirkan energi kehidupan kedalam tubuh Xie Long.


Selain itu, Huise juga menggunakan kekuatannya untuk menekan aura membunuh tersebut, dan hanya dalam hitungan detik, aura membunuh yang terpancar dari tubuh Xie Long telah berhasil ia hentikan.


"Paman, a-apa yang..." Xie Long pingsan sebelum dapat menyelesaikan ucapannya.


Huise menangkap tubuh Xie Long agar tidak jatuh ke tanah, kemudian ia membawanya pada Huanran, setelah menyerahkan Xie Long pada kekasihnya itu, Huise kemudian meninggalkan tempat tersebut.


"Huanran, kami semua percaya padamu, dan kami yakin, kau bisa menjaga Tuan Muda dengan baik" ucap Huise sebelum benar-benar menghilang dari sana.


"Terima kasih, paman" ucap Huanran.


Disisi lain.


Pertarungan antara Tuan Yang melawan Hong Qin serta para tetua keluarga Xi juga sudah mendekati akhir, karena bantuan yang diberikan oleh Xiao Xue membuatnya mampu menghadapi mereka dengan mudah.


Dan saat ini, Tuan Yang masih bertarung sengit melawan Hong Qin, sementara Xiao Xue, ia telah menyelesaikan tugasnya dengan membantai habis para tetua keluarga Xi.


Sebenarnya Xiao Xue ingin membantu Tuan Yang, namun pria paruh baya itu malah menolak, dengan alasan ingin berduel dengan patriark keluarga Xi tersebut.


Meski kultivasi mereka berdua berada di ranah yang sama, namun ada perbedaan kekuatan yang membuat pertarungan mereka berat sebelah, dan sejak awal pertarungan, Tuan Yang terlihat lebih mendominasi pertarungan daripada Hong Qin.


Wushh!


Dhuaaar!


Pukulan telak berhasil didaratkan oleh Tuan Yang di tubuh Hong Qin, besarnya kekuatan yang dikerahkan oleh Tuan Yang, membuat tubuh Hong Qin melesat terbang sejauh puluhan meter sampai menabrak baru besar dan membuat batu tersebut hancur berkeping-keping.


Darah segar dimuntahkan oleh Hong Qin, pukulan telak yang mengenai dadanya itu tidak hanya meninggalkan luka dalam yang cukup parah, tapi juga membuat beberapa tulang dadanya patah.


"Si-sial! Ke-kenapa aku bisa kalah?"


"Itu karena aku bertarung disisi yang benar" jawab Tuan Yang.


"A-apa maksudmu?"


"Hong Qin, masalah ini sebenarnya sangat sepele, tapi kau justru malah membuatnya semakin besar. Jika kau tidak ikut campur urusan anak muda, mungkin akhirnya tidak akan seperti ini."


"Ka-kau..."


"Aku tidak akan membunuhmu dan aku harap, kau bisa belajar sesuatu dari kejadian hari ini" ujar Tuan Yang, kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Meski sudah diampuni, namun Hong Qin masih tidak bisa terima dengan kekalahannya itu, dengan sisa-sisa kekuatannya, ia kemudian memanggil bantuan dan memerintahkan pasukannya yang tengah bersembunyi untuk melakukan serangan.


Namun sayangnya, setelah sekian menit berlalu, pasukan yang ia harapkan tidak kunjung muncul, karena sebelum pertarungan mereka usai, pasukan keluarga Xi yang bersembunyi itu telah dibantai habis oleh Huise.


Huise awalnya memang ingin pergi dari sana, namun ia mengurungkan niatnya ketika mengingat pasukan yang tengah bersembunyi, dan karena tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Xie Long, Huise-pun memutuskan untuk membantai mereka semua.