Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-77. Insting & Kecepatan


Waktu terus bergulir dan perjalanan Lin Feng bersama Zhen Shao serta teman-temannya juga terus berlanjut, dan tidak lupa, Lin Feng juga menepati janjinya dengan mengajari teknik bertarung kepada Zhen Shao dan teman-temannya.


Sebenarnya Lin Feng ingin menjadikan mereka berlima sebagai kultivator, namun karena mereka tidak mengenal yang namanya kultivasi dan juga tidak adanya energi spiritual di dunia tersebut, Lin Feng pun hanya bisa mengajari mereka teknik-teknik dasar dalam bertarung, serta beberapa gerakan khusus yang ia ciptakan sendiri.


Hanya saja, pelatihan yang dianggapnya sebagai pelatihan sederhana itu, justru terasa sangat ekstrim bagi orang-orang yang baru belajar beladiri, terutama bagi mereka berlima. Bahkan, Lin Feng pernah meminta mereka untuk bertarung dengan sekawanan serigala dengan tangan kosong.


Meski pelatihan Lin Feng sangatlah keras, namun mereka berlima tidak pernah mengeluh sedikitpun, bahkan mereka semakin bersemangat dengan latihan keras yang mereka jalani, pasalnya, latihan keras yang mereka jalani itu benar-benar membuahkan hasil yang sangat memuaskan.


"Lin Feng, apa tidak ada latihan khusus untuk kami hari ini?" tanya Zhen Shao.


Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Kalian bisa beristirahat sepuasnya hari ini."


"Baiklah, tapi apa kau mengizinkan kami berlatih sendiri?" tanya Liu Qi.


"Alasan aku tidak melatih kalian hari ini karena aku ingin kalian mempersiapkan diri dan mengumpulkan tenaga, karena besok, ada hal besar yang akan menanti kalian" sahut Lin Feng.


"Maksudmu?"


"Kalian akan mengetahuinya besok."


Zhen Shao dan yang lainnya nampak penasaran dengan hal besar yang dimaksud oleh Lin Feng, namun mereka tidak bisa memaksa Lin Feng untuk menjelaskannya, karena mereka semua sudah mengetahui apa resiko yang akan mereka dapatkan jika berani membantah Lin Feng.


Misalnya saja seperti beberapa hari yang lalu. Lin Feng sudah meminta mereka untuk beristirahat, namun mereka malah terus mendesaknya untuk terus melatihnya. Akibatnya, mereka berlima harus berhadapan dengan sekawanan serigala buas tanpa menggunakan senjata apapun.


Sejak saat itu, mereka berlima tidak berani lagi membantah perkataan Lin Feng, jika Lin Feng ingin mereka beristirahat, maka mereka harus beristirahat, dan jika mereka masih membantahnya, maka tidak akan ada yang tahu hal mengerikan apalagi yang akan mereka hadapi.


"Zhang Kai, Wen Chou, kalian berdua pergilah mencari kayu bakar, sebentar lagi malam akan datang dan sebaiknya kita bermalam di sini" ucap Lin Feng.


"Zhen Shao, Liu Qi dan Guo Fan, tugas kalian bertiga adalah berburu dan mencari buah-buahan untuk makan malam kita nanti" lanjutnya.


"Baik!" jawab kelima pria itu serempak, kemudian berpencar dan melakukan tugas mereka masing-masing.


Setelah mereka berlima pergi, Lin Feng kemudian mengubah posisi duduknya menjadi sikap meditasi, lalu ia menarik napas panjang melalui hidung, kemudian membuangnya secara perlahan melalui mulut. Disaat yang bersamaan, Lin Feng juga melepaskan segala bebas pikirannya saat ia menghembuskan napasnya keluar dari mulut.


"Semoga saja kali ini membuahkan hasil dan semoga saja aku bisa menghubungi yang lainnya."


Lin Feng kemudian menutup kedua matanya, lalu mencoba untuk melepaskan kekuatan jiwanya agar bisa berkomunikasi dengan Huise ataupun yang lainnya, namun usahanya kali ini juga tidak membuahkan hasil, karena ia masih belum bisa terhubung dengan mereka semua. Bahkan, kekuatan jiwanya masih tidak bisa ia gunakan.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sepertinya masih belum bisa" gumam Lin Feng.


"Groarrr!" Suara raungan yang sangat keras menggema di seluruh hutan, bahkan Lin Feng yang masih berusaha untuk melepaskan kekuatan jiwanya sampai dikejutkan oleh suara raungan tersebut.


"Gawat! Jangan-jangan mereka bertemu dengan hewan buas." Lin Feng beranjak dari tempat duduknya dan langsung lari secepat yang ia bisa untuk menyusul mereka berlima.


Tidak lama kemudian, Lin Feng akhirnya bertemu dengan mereka berlima, ia benar-benar sangat lega ketika melihat mereka masih baik-baik saja, bahkan ia tidak melihat seekor hewan buas pun disekitar mereka berlima.


Namun anehnya, mereka terlihat begitu santai seolah tidak mendengar suara raungan hewan buas tersebut, padahal suaranya terdengar begitu jelas ditelinga Lin Feng, bahkan ia sangat yakin jika keberadaan hewan buas itu tidak terlalu jauh dari mereka.


"Lin Feng, kau mau kemana?" tanya Zhen Shao.


"Apa kalian baik-baik saja?"


Zhen Shao dan yang lainnya nampak kebingungan mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Lin Feng, "Kami baik-baik saja, memangnya ada apa?"


"Barusan aku mendengar suara raungan hewan buas, karena khawatir, aku langsung menyusul kalian" jawab Lin Feng.


"Suara raungan?" Zhen Shao dan teman-temannya semakin bingung, karena mereka tidak mendengar suara raungan apapun.


"Tidak, kami tidak mendengar apapun" jawab Wen Chou.


"Ini sangat aneh, padahal aku mendengar suara itu dengan sangat jelas, tapi kenapa mereka tidak mendengar apapun?"


"Sudahlah, mungkin itu hanya halusinasi mu saja" ucap Zhen Shao.


Lin Feng tidak menghiraukan perkataan Zhen Shao dan masih memikirkan keanehan yang baru saja terjadi. Selain itu, Lin Feng juga sangat yakin jika suara yang ia dengar bukanlah halusinasi, karena suara itu terdengar dengan sangat jelas, bahkan ia sempat merasakan keberadaan aura mencekam disekitarnya.


Meski masih bingung dengan situasi yang tengah terjadi, namun Lin Feng mencoba untuk bersikap seolah memang tidak ada apapun, padahal ia masih memikirkan kejadian tersebut dan sangat sulit baginya untuk melupakannya begitu saja, karena apa yang barusan ia dengar dan rasakan adalah sesuatu yang sangat nyata dan bukannya halusinasi belaka.


"Kita kembali sekarang, tidak aman jika terus berada di sini" ucap Lin Feng, kemudian memimpin jalan.


Setelah hampir sampai ditempat mereka akan menginap, Lin Feng kembali merasakan aura mencekam yang sama seperti sebelumnya, tapi kali ini, ia tidak mengatakan hal tersebut kepada Zhen Shao dan yang lainnya, apalagi mereka masih terlihat biasa saja, yang artinya, mereka benar-benar tidak merasakannya.


Wushh!


Aura membunuh yang sangat kuat menyebar ke segala penjuru dan dapat dirasakan dengan jelas oleh Lin Feng, pada saat yang bersamaan, ia juga mendeteksi keberadaan sosok misterius yang tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bahkan Lin Feng bisa merasakan jika sosok tersebut tidak hanya ada satu, melainkan ada sepuluh sosok misterius.


"Tidak perlu bersembunyi lagi, aku sudah tahu kalian ada di sana" ucap Lin Feng.


"Siapa yang sembunyi?" tanya Guo Fan kebingungan.


"Kalian berlima, sebaiknya jangan jauh-jauh dariku" ucap Lin Feng.


Zhen Shao dan teman-temannya semakin kebingungan, namun saat melihat tatapan tajam dan raut wajah Lin Feng, mereka semua tahu bahwa Lin Feng sedang tidak bercanda, dan tatapan matanya itu sudah bisa menjelaskan bagaimana situasi yang akan segera mereka hadapi.


"Lin Feng, dimana mereka? Biar kami membantumu."


"Kalian bukan tandingan mereka" sahut Lin Feng.


"Kalian masih tidak mau keluar?!"


"Baiklah, jangan salahkan aku jika tidak memberikan pengampunan"


Setelah menyelesaikan kalimatnya, Lin Feng mendadak menghilang dari pandangan, dan hal itu sontak membuat Zhen Shao dan yang lainnya terkejut, bahkan mereka sampai berpikir bahwa Lin Feng telah diculik oleh sosok roh penjaga hutan tersebut.


Sama halnya dengan Zhen Shao dan yang lainnya, Lin Feng sendiri juga kaget ketika mengetahui kecepatannya telah kembali lagi seperti dulu, padahal, ia hanya berusaha berlari secepat mungkin menuju ke salah satu sosok yang mengawasi mereka, tapi siapa sangka jika kecepatannya akan kembali.


"Bagus! Kecepatan ku sudah kembali normal, saatnya untuk berpesta!"


Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul tepat didekat sosok bayangan yang bersembunyi dibalik pohon besar, dan seketika itu juga, Lin Feng langsung menebas tubuh sosok bayangan tersebut hingga membuat tubuhnya terpotong menjadi dua.


Setelah itu, Lin Feng kembali menghilang dan muncul lagi di dekat sosok yang berikutnya, dan tanpa menunggu sosok bayangan itu bereaksi atas kemunculannya, Lin Feng langsung melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada sosok pertama.


"Hahahaha! Aku benar-benar merindukan sensasi membunuh seperti ini!"


Sepuluh detik kemudian, Lin Feng telah muncul lagi didepan Zhen Shao dan teman-temannya dengan senyuman khas yang terukir di bibirnya.


"Lin Feng, ka-kau... se-sebenarnya siapa kau ini?"


"Aku ya aku, memangnya siapa lagi?"


"Aku tahu kau adalah kau, tapi bukan itu maksudku" ujar Zhen Shao.


"Belum saatnya kalian tahu siapa aku" sahut Lin Feng.