Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-114. Kematian Dewa Huo


"Arkhhh!" Dewa Huo berteriak kencang karena rasa sakit yang sangat luar biasa di tangannya.


"Si-sial, kenapa luka ini sangat menyakitkan?" gumam Dewa Huo kesal, kemudian melompat mundur menjauhi Lin Feng yang hendak menyerangnya.


Setelah berhasil menjauhi Lin Feng, Dewa Huo kemudian mencoba menyembuhkan luka di tangan kirinya itu, ia juga menggunakan kekuatan yang diwariskan oleh penguasa pertama dimensi kesembilan untuk menumbuhkan tangannya lagi.


Akan tetapi, usahanya untuk menumbuhkan tangan kirinya itu tidak membuahkan hasil apapun, dan jangankan bisa tumbuh, luka di tangan kirinya itu bahkan tidak kunjung tumbuh, begitupun dengan luka pertama yang ia dapatkan di dadanya.


"Ada yang tidak beres, kenapa kekuatanku tidak bisa menyembuhkan luka ini?"


Ketika Dewa Huo masih memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya, Lin Feng telah muncul tepat dihadapannya dan bersiap untuk memenggal kepalanya, namun Dewa Huo berhasil menghindar dengan sigap, jika tidak, mungkin lehernya benar-benar akan putus saat itu juga.


"Kekuatan apa yang digunakan oleh bocah ini? Kenapa kekuatannya bisa berbeda dengan yang dijelaskan oleh leluhur penguasa dimensi kesembilan?"


Selain mendapatkan warisan berupa kekuatan dahsyat yang ditinggalkan oleh penguasa pertama, Dewa Huo juga mendapatkan segala informasi mengenai kekuatan apa saja yang dimiliki oleh Dewa Asura.


Tidak hanya itu saja, penguasa dimensi pertama juga mengajarkan cara untuk mengatasi setiap kekuatan Asura, yang artinya, pada pertarungan kali ini Dewa Huo sudah memiliki persiapan yang benar-benar sangat matang.


Akan tetapi, apa yang saat ini terjadi tidak ada dalam informasi yang diberikan oleh leluhur penguasa pertama dimensi kesembilan, bahkan Dewa Huo sangat yakin jika Lin Feng tidak memiliki kekuatan seperti itu sebelumnya.


"Asura, apa kau menyembunyikan kekuatanmu saat pertarungan pertama dahulu?" tanya Dewa Huo.


Lin Feng mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Dewa Huo, "Apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura bodoh, Asura! Aku sudah mengetahui semua tentang dirimu, bahkan aku sudah mengetahui kelemahan mu, tapi kenapa? Kenapa sekarang kau tidak memilikinya sama sekali?"


"Ternyata itu" jawab Lin Feng, "Dewa Huo, bukanlah sebelumnya sudah aku katakan jika aku berbeda dengan Dewa Asura?"


"Maksudmu?"


Lin Feng mengangkat sudut bibirnya, "Aku adalah Zhao Feng, manusia yang jiwanya berasal dari sebuah dunia bernama Bumi!" ujar Lin Feng, kemudian melesat mendekati Dewa Huo.


Pertarungan dahsyat kembali terjadi antara mereka berdua, walaupun Dewa Huo sudah kehilangan tangan kirinya, namun hal itu tidak menghambatnya, ia bahkan masih sanggup menghadapi setiap serangan ganas yang dilancarkan oleh Lin Feng.


Tapi, sehebat apapun Dewa Huo, berhadapan dengan lawan yang masih memiliki dua tangan tentunya cukup menyulitkan, apalagi sekarang ini Lin Feng sudah terlihat berbeda dari dirinya yang sebelumnya.


Meski Lin Feng masih berada dalam wujud Asura, namun kekuatan yang ia gunakan dalam pertarungan tidak sama seperti kekuatan Dewa Asura, justru kekuatannya terlihat seperti kekuatan alami yang sejak awal memang sudah ada di dalam dirinya.


Slash!


Dhuaarrr!


Tebasan ketiga kembali mendarat di tubuh Dewa Huo, pada saat yang bersamaan, Lin Feng juga melayangkan tendangannya, sehingga membuat Dewa Huo terlempar dan menghantam tanah dengan keras.


"Jurus seribu pedang!" ujar Lin Feng.


Seribu pedang energi berwarna merah kehitaman muncul di langit, lalu pedang-pedang itu melesat turun dan menghujani Dewa Huo yang masih terkapar di tanah.


"Jangan remehkan aku, bocah sialan!"


Karena sudah tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, Dewa Huo hanya bisa menciptakan formasi pelindung berlapis-lapis untuk menahan serangan Lin Feng tersebut.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Ledakan dahsyat kembali terjadi saat pedang-pedang itu menghantam dinding formasi Dewa Huo. Pada awalnya, dinding formasi itu masih berhasil menahan hantaman pedang-pedang tersebut, namun lambat-laun, dinding formasi itu mulai retak dan hancur satu persatu.


"Teknik pedang hampa, pedang semesta!"


Sebilah pedang raksasa kembali muncul di langit, kemudian pedang yang ukurannya melebihi gunung itu melesat turun bersamaan dengan Lin Feng menurunkan pedangnya.


DHUAARRR!


Ledakan yang jauh lebih dahsyat terjadi ketika pedang raksasa itu menghantam dinding formasi Dewa Huo, meski sempat tertahan selama beberapa detik, tapi pada akhirnya, pedang tersebut berhasil menghancurkan seluruh dinding formasi yang melindungi Dewa Huo.


Disaat yang bersamaan, getaran yang jauh lebih hebat kembali mengguncang alam Dewa dimensi kesepuluh, bahkan daratan tempat Dewa Huo berada langsung terbelah sepanjang ratusan kilo meter akibat hantaman dari pedang tersebut, atau lebih tepatnya, hantaman pedang itu menciptakan sebuah jurang yang sangat panjang dan dalam di sana.


"Rupanya dia masih bisa selamat" gumam Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul di hadapan Dewa Huo yang sekarang telah berada cukup jauh dari medan peperangan. Walaupun ia berhasil menyelamatkan diri, namun keadaannya tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


Bagaimana tidak, tangan kanan yang sebelumnya masih utuh sekarang sudah ikut terpotong seperti tangan kirinya, di sekujur tubuhnya juga dipenuhi oleh luka yang cukup parah. Selain itu, energinya juga sudah banyak terkuras saat ia menahan serangan Lin Feng barusan.


"Ke-kenapa? Kenapa kau bisa sehebat ini?"


Lin Feng membentuk segel tangan, kemudian, tubuhnya diselimuti oleh cahaya yang sangat terang dan menyilaukan, lalu setelah itu, ia kembali ke wujud semula dengan Luo Ning yang sudah berada disisinya.


"Aku tidak pernah menganggap diriku hebat, justru aku sangat lemah dibandingkan dengan dirimu" jawab Lin Feng.


"Apa kau sedang menghinaku?"


Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Sama sekali tidak, karena yang aku katakan adalah kebenarannya."


"Itu tidak mungkin! Jika kau lebih lemah dariku, lalu kenapa kau bisa mengalahkan aku dengan sangat mudah?"


"Karena aku tidak bertarung sendirian" jawab Lin Feng, kemudian mengarahkan telapak tangannya ke arah Dewa Huo.


"A-apa yang mau kau lakukan?"


"Mencabut nyawamu" jawab Lin Feng, kemudian ia mencengkeram jari tangannya, lalu setelah itu, ia menarik tangannya kembali.


Disaat yang bersamaan, dari dalam tubuh Dewa Huo keluar sesosok jiwa, namun jiwa itu bukanlah jiwa milik Dewa Huo, melainkan jiwa dari leluhur para penguasa dimensi kesembilan, atau lebih tepatnya, jiwa penguasa pertama dimensi kesembilan.


"Kau, bagaimana kau bisa mengetahui aku ada di dalam tubuhnya?" tanya jiwa penguasa pertama.


"Kau tidak perlu tahu!" jawab Lin Feng, kemudian membakar jiwa tersebut dengan kekuatan api emas.


Sementara itu, Dewa Huo yang telah kehilangan jiwa penguasa dimensi pertama, sekarang benar-benar sudah tidak berdaya lagi, bahkan seluruh pencapaian yang selama ini ia dapatkan juga ikut menghilang bersamaan dengan keluarnya jiwa tersebut.


Setelah itu, Lin Feng mengacungkan pedangnya ke langit, "Dewa Huo, sudah saatnya kau pergi ke neraka!" ujar Lin Feng, kemudian menebas leher Dewa Huo.


Lin Feng yang masih belum puas kemudian menebas tubuh Dewa Huo berulang kali, hingga akhirnya, Lin Feng benar-benar menepati ucapannya dengan memotong tubuh Dewa Huo menjadi seribu bagian.


Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga menarik jiwa Dewa Huo dan membakarnya dengan api emas, agar jiwa Dewa Huo tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi. Dan tidak lupa, ia juga membakar habis setiap potongan tubuh Dewa Huo hingga tidak tersisa sedikitpun.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Akhirnya semuanya selesai" ucapnya.


"Semoga saja kematian Dewa Huo benar-benar menjadi akhir dari segalanya" sahut Luo Ning.


"Semoga saja."