
Ujian tahap pertama diselesaikan tepat di siang hari, yang artinya para kultivator muda itu hanya punya waktu setengah hari untuk mengumpulkan dua puluh inti kristal jiwa, meski kedengarannya sedikit sulit, namun para kultivator itu justru malah semakin bersemangat.
"Apa kalian semua sudah siap?" tanya Lin Feng.
"Kami siap, tetua!" jawab mereka semua.
"Kalau begitu, ujian tahap kedua dimulai sekarang!" ujar Lin Feng.
Setelah Lin Feng menyelesaikan ucapannya, para kultivator muda itu langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi kehutan. Dari seratus sepuluh kultivator muda, lebih dari setengahnya memutuskan untuk membentuk kelompok, sedangkan sisanya lebih memilih untuk sendiri-sendiri.
Salah satunya adalah Xie Long dan Xie Ling yang membentuk kelompok dua orang, meski ada beberapa kultivator yang meminta mereka untuk bergabung dengan kelompoknya, namun keduanya menolak dengan alasan tidak ingin menjadi beban bagi kelompok mereka nantinya.
Sebenarnya alasan Xie Long cukup masuk akal dan niatnya juga baik, namun bagi mereka yang mendengarnya, perkataan Xie Long terkesan seperti sedang meremehkan dan merendahkan mereka semua, padahal dia sama sekali tidak berniat melakukan itu.
"Cihh dasar bocah sombong, kalian lihat saja, ujian kali ini tidak akan mudah untuk kalian berdua lalui" gumam salah seorang pemuda, kemudian meninggalkan tempat itu bersama kelompoknya.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan pada kedua bocah itu?"
"Untuk saat ini, kita hanya perlu mengikuti mereka saja, lalu kita akan bertindak pada saat yang tepat" jawab pemuda yang merupakan ketua kelompok tersebut.
"Apa ketua ingin mencuri dari mereka? Atau jangan-jangan, ketua ingin mencelakai mereka?"
"Aku tidak suka mencuri dari anak kecil, dan sejujurnya, aku juga ingin mencelakai mereka, tapi itu tidak mungkin, karena tetua Liu Changhai sepertinya sangat tertarik dengan mereka."
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, ketua?"
"Kita tunggu sampai mereka menemukan hewan spiritual, biarkan mereka bertarung mati-matian, lalu pada saat yang tepat, kita akan muncul dan membunuh hewan spiritual itu."
"Hahaha, rencana yang sangat sempurna!"
Disisi lain.
Tangan Huise gemetaran menahan amarah ketika mendengar percakapan para pemuda itu, jika bukan karena Luo Ning sudah melarangnya untuk membunuh seseorang, mungkin para pemuda yang tidak tahu diri itu sudah dihabisinya sejak awal.
Sejak Xie Long dan Xie Ling dilahirkan, Huise memang sudah sedikit berubah, ia yang biasanya selalu tenang dan bisa memaklumi apapun, sekarang malah menjadi lebih emosional, apalagi jika sudah menyangkut si kembar.
Namun, sangat wajar jika sikap Huise berubah seperti sekarang, karena sejak kecil, si kembar sudah sangat dekat dengan dirinya, bahkan kedekatannya dengan si kembar jauh melebihi kedekatan mereka dengan anggota pilar kematian yang lainnya.
Bahkan, Huise pernah sangat marah besar pada Lang Diyu yang saat itu membuat Xie Ling menangis, padahal yang salah bukanlah Lang Diyu, melainkan Xie Ling itu sendiri yang tidak hati-hati saat bermain, sehingga terjatuh dan menangis.
"Jika terjadi sesuatu pada Tuan dan Nona Muda, maka kalian harus bersiap untuk pergi ke alam kematian" gumam Huise sembari terus mengawasi mereka dari kejauhan.
***
Di kedalaman hutan.
Setelah meninggalkan tempat ujian tahap pertama si kembar akhirnya sampai di kedalaman hutan, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya.
"Kakak, kenapa sikap ayah sangat dingin pada kita? Apa ayah kecewa dengan hasil ujian kita?" tanya Xie Ling.
Xie Long tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, "Jangan salah paham, adikku. Ayah melakukan itu agar tidak ada yang mengenali kita, dan satu lagi, aku yakin ayah sangat bangga dengan hasil ujian kita tadi."
Selain dianugerahi dengan kekuatan luar biasa dalam tubuhnya, Lin Xie Long juga dianugerahi dengan otak yang sangat cerdas, bahkan di usianya yang masih dua belas tahun ini, ia sudah memiliki sifat layaknya orang dewasa.
Berbeda dengan sang kakak yang memiliki pemikiran dewasa dibandingkan umurnya, Lin Xie Ling justru belum mencapai hal itu, namun ia juga dikaruniai dengan otak yang cerdas, terlebih lagi, sifat kejam Lin Feng sepertinya menurun pada anak perempuannya itu.
Dalam keadaan tenang, Lin Xie Ling mungkin mampu membuat mata para pria tidak bisa berhenti memandangnya, karena kecantikan yang ia miliki benar-benar di atas rata-rata, namun dalam keadaan marah, para pria pasti lebih memilih untuk menjauhinya.
"Percayalah, ayah pasti akan bangga dengan hasil ujian kita, oleh karena itu, kita harus membuat ayah lebih bangga lagi dengan lulus dalam ujian ini dan menjadi murid sekte" jawab Xie Long.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berjuang agar ayah bangga pada kita" sahut Xie Ling.
Setelah beristirahat cukup lama, mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan tersebut, namun langkah mereka terpaksa harus terhenti, karena di hadapan mereka sekarang ada seekor serigala dengan ukuran tubuh yang cukup besar.
"Ling'er, kau tunggu disini, biar aku yang melawannya" ucap Xie Long.
Xie Ling mengangguk pelan, kemudian mundur beberapa langkah, "Kakak, hati-hati, kekuatan serigala ini cukup tinggi" ucapnya.
"Tenang saja, akan aku selesaikan dia dalam satu jurus" sahut Xie Long, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.
Disaat yang bersamaan.
Kelompok yang sebelumnya mengikuti Xie Long dan Xie Ling juga telah tiba didekat mereka, namun para kultivator muda itu lebih memilih untuk bersembunyi saat mereka menyadari kehadiran hewan spiritual tersebut.
"Kalian dengar itu? Bocah itu ingin menyelesaikannya hanya dengan satu jurus, apa ada yang percaya?"
"Kultivasi ku sama dengan mereka berdua, dan aku sendiri tidak yakin bisa membunuh serigala itu hanya dengan satu jurus, jadi tidak mungkin dia bisa melakukannya" jawab ketua kelompok tersebut.
Sementara itu.
Xie Long sudah bersiap-siap di posisinya, begitu juga dengan serigala hitam yang berada tepat didepannya, setelah beberapa saat berlalu, serigala itu berlari dengan kecepatan tinggi mendekati Xie Long, kemudian melompat untuk menerkamnya.
"Jurus pedang satu tebasan!" ucap Xie Long.
Untuk sesaat, Xie Long terlihat menghilang dari pandangan, lalu sesaat setelahnya, ia kembali muncul di belakang serigala tersebut, namun dengan pedang yang sudah mengacung ke tanah. Bersamaan dengan itu, tubuh serigala itu mendadak ambruk ke tanah dan tubuhnya terbelah menjadi dua.
"I-ini tidak mungkin!"
Sekelompok kultivator muda yang menyaksikan hal itu dibuat tercengang, pasalnya, tidak seorangpun dari mereka yang melihat pergerakan Xie Long, bahkan mereka tidak tahu kapan Xie Long melancarkan serangannya.
"Meski kecepatannya masih sangat rendah, tapi serangannya sudah lumayan kuat dan mematikan" gumam Huise yang masih mengawasi mereka dari kejauhan.
***
"Serangan kakak sungguh luar biasa!" ujar Xie Ling menghampiri saudara kembarnya.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Seperti yang ayah katakan, teknik ini memang menguras banyak tenaga" ucapnya.
"Ling'er, ambil inti kristal jiwanya."
"Baik" jawab Xie Ling.
"Cepatlah, kita tidak bisa berlama-lama di sini, karena akan sangat gawat jika serigala yang lainnya menemukan kita di sini."
"Bukankah itu bagus? Jika kelompok serigala ini datang, maka kita bisa memanen inti kristal jiwa mereka" sahut Xie Ling.
"Ucapan mu memang benar, tapi menghadapi sekelompok serigala tidaklah semudah yang kau bayangkan."
"Aku selesai!" ujar Xie Ling, kemudian menghampiri kakaknya dengan membawa kristal jiwa milik serigala tersebut.
"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan" ucap Xie Long, kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan menyusuri hutan yang luas tersebut.