
Waktu bergulir dengan cepat dan sudah satu bulan berlalu sejak Lin Feng pergi meninggalkan dimensi pertama, dan sudah satu bulan pula Xie Long dan Xie Ling kembali ke sekte Phoenix Emas.
Selama satu bulan ini, mereka berdua terus berlatih dengan para tetua dan juga pemimpin sekte, dan selama latihan dengan guru-gurunya itu, mereka berdua kembali mendapatkan peningkatan dalam kultivasinya.
Meningkatnya kekuatan mereka berdua, tentu membuat pemimpin dan para tetua merasa senang dan bangga, namun tidak dengan para murid yang lain, bahkan mereka menganggap hal ini sebagai ancaman untuk mereka kedepannya nanti.
Bagaimana tidak, peningkatan yang didapatkan oleh si kembar membuat para tetua hanya fokus pada mereka berdua saja, bahkan mereka sampai mengabaikan murid-murid yang lain, padahal, murid mereka bukan hanya si kembar saja.
Di salah satu kediaman murid.
"Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini, sejak mereka masuk ke sekte, para tetua benar-benar mengabaikan kita semua" ucap salah seorang pemuda.
"Kau benar, aku juga tidak menyukai kedua bocah itu."
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? Maksudku, tidak mungkin kita membiarkan hal ini terus berlanjut, bukan?"
"Bagaimana kalau kita melenyapkan mereka?"
"Kau sudah gila, ya? Jika kita melenyapkan mereka, maka kita juga akan dilenyapkan oleh para tetua."
"Tenang saja, para tetua tidak akan melenyapkan kita, karena yang akan melakukan hal ini adalah orang lain."
"Maksudmu?"
Pemuda bernama Hong Yun itu kemudian menjelaskan rencananya, yang mana, ia berencana untuk menyewa beberapa pembunuh bayaran untuk melenyapkan si kembar, dengan begitu, mereka tidak akan dihukum oleh para tetua.
Akan tetapi, menemukan pembunuh bayaran di kekaisaran Feng ini sama saja dengan mencari jarum di tumpukan jerami, karena sejak Lin Feng melenyapkan Asosiasi pembunuh bayaran, sudah tidak ada lagi yang namanya pembunuh bayaran di kekaisaran Feng ini.
"Di kekaisaran ini memang sudah tidak ada yang namanya pembunuh bayaran, tapi bukan berarti hal yang sama juga terjadi di kekaisaran lainnya" ucap Hong Yun mengakhiri penjelasannya.
"Kau benar! Di kekaisaran lain pasti masih ada yang namanya pembunuh bayaran, tapi bagaimana kita bisa pergi ke sana?"
"Besok, aku akan pergi menjalankan misi di wilayah Barat, dan aku akan mencari pembunuh bayaran di sana" jawab Hong Yun.
"Baiklah, aku akan memberikan sejumlah uang untuk menyewa jasa mereka."
"Aku juga!"
Setelah itu, lima pemuda lainnya mengumpulkan sejumlah uang dan memberikannya pada Hong Yun, meski jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi mereka yakin jumlah itu sudah cukup untuk menyewa jasa pembunuh bayaran.
Sementara itu.
Hal yang sama juga dirasakan oleh para murid yang lainnya, namun mereka tidak memiliki niat untuk melenyapkan si kembar, karena mereka tahu resiko seperti apa yang akan mereka dapatkan jika berani melakukan hal tersebut.
Akan tetapi, bukan berarti mereka akan diam begitu saja, meski mereka tidak berencana untuk melenyapkan si kembar, bukan berarti mereka tidak memiliki rencana yang lain dan setidaknya, mereka akan membuat si kembar merasa tidak nyaman berada di sekte.
Tempat latihan.
"Wah, coba lihat itu, bukankah mereka adalah si kembar yang sangat dibanggakan oleh para tetua?" ucap salah seorang murid saat melihat kedatangan Xie Long dan Xie Ling.
Para murid lain yang sedang fokus berlatih, kemudian menghentikan latihannya, lalu mereka berkumpul dan menghadang jalan si kembar.
"Tempat ini tidak menerima bocah seperti kalian!"
"Memangnya kenapa? Kami berdua juga merupakan murid sekte, jadi tidak ada salahnya jika kami latihan di sini" sahur Xie Long.
"Murid sekte? Apa diantara kalian ada yang mengenal dua bocah ini?"
Semua murid yang ada di sana menggelengkan kepalanya, meski mereka sudah mengetahui jika si kembar adalah murid sekte, namun tidak seorangpun dari mereka yang mau mengakui hal itu, lebih tepatnya, mereka tidak menyukai keberadaan si kembar.
"Kalian lihat, kan? Tidak ada yang mengenal kalian, jadi sebaiknya kalian pergi dari sini!"
Xie Ling sangat kesal dengan sikap para seniornya itu, ia bahkan sudah siap untuk menghajar mereka semua, namun tindakannya dihentikan oleh Xie Long, karena ia tidak ingin ada keributan di sekte Phoenix Emas.
Karena keberadaan mereka tidak diterima di sana, Xie Long dan Xie Ling kemudian pergi mencari tempat lain, namun kemanapun mereka pergi, keduanya selalu mendapatkan perlakuan yang sama, bahkan tidak sedikit yang langsung mengutarakan kebenciannya pada mereka berdua.
"Lihat saja, aku pasti akan melaporkan hal ini pada guru!"
"Tidak, jangan lakukan hal itu" sahut Xie Long.
"Kakak, tindakan mereka sudah keterlaluan, apa kakak selamanya akan diam saja saat ditindas?"
"Lagipula, kita masih bisa berlatih di tempat lain."
"Dimana?"
"Halaman kediaman kita" jawab Xie Long.
"Hah" Xie Ling hanya bisa menghela napas panjang, ia benar-benar tidak menyangka jika kakaknya itu adalah orang yang sangat penyabar, tapi bagaimanapun juga, Xie Ling tetap tidak bisa membantah perkataan kakaknya itu.
"Kakak, apa kakak bisa marah?"
"Tentu saja" jawab Xie Long singkat.
"Tapi aku tidak pernah melihat kakak marah, memangnya apa saja yang bisa membuat kakak marah?"
"Dua hal, pertama jika ada orang yang menyakiti ayah, ibu dan kalian berdua, yang kedua, jika ada yang menyakiti keluarga kita."
Xie Ling tersenyum mendengar ucapan kakaknya itu, namun senyuman yang ia tunjukkan bukanlah senyuman biasa, melainkan ada sesuatu yang ia rencanakan dibalik senyumannya tersebut.
"Itu berarti, besok aku akan melihat kakak marah" ucap Xie Ling dalam hatinya.
***
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali, Xie Ling sudah keluar dari kediamannya dan pergi menuju ke tempat latihan, meski ia sudah tahu jika dirinya akan diusir seperti kemarin, namun ia tetap nekad untuk pergi ke sana, karena tujuannya tidak akan tercapai jika dia tidak ke tempat tersebut.
Setibanya di tempat latihan, hal yang sama seperti sebelumnya memang benar-benar terjadi, kedatangan Xie Ling ditolak mentah-mentah oleh para murid yang ada di sana, bahkan mereka mengancam akan memberinya pelajaran jika tidak mau pergi.
Akan tetapi, bukannya langsung pergi dari sana, Xie Ling malah menantang mereka untuk bertarung, dengan syarat, jika dia menang, maka tidak ada yang boleh mengusir mereka dari tempat latihan tersebut.
"Bagaimana jika kau kalah?"
"Aku tidak akan kalah dari kalian, tapi tidak masalah, aku akan memberikan sejumlah koin platinum pada kalian jika kalian memang berhasil mengalahkan aku" jawab Xie Ling.
"Aku tidak tertarik dengan uangmu."
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Bagaimana kalau kau menjadi wanitaku saja, tidak lama, cukup selama beberapa hari saja, apa kau setuju?"
Xie Ling diam sejenak, ia nampak ragu apakah harus menerima persyaratan tersebut atau tidak. Jika ia menolak, maka rencananya akan gagal begitu saja, tapi jika ia menerima, ia sendiri tidak yakin apakah bisa menghadapi mereka semua atau tidak.
Beberapa saat kemudian.
Wushh!
Boom!
Pemuda yang berbicara dengan Xie Ling mendadak terlempar sangat jauh, semua murid yang menyaksikan hal itu nampak kaget, karena tidak ada yang mengetahui apa yang telah terjadi pada pemuda tersebut.
"Siapa yang memberimu izin berbicara seperti itu pada adikku?!"
"Hah" Xie Ling menghela napas panjang, "Syukurlah, kakak datang diwaktu yang tepat" ucapnya dalam hati.
"Cihh! Bocah sialan, berani sekali kau memukulku!"
"Memangnya kenapa? Apa kau pikir kau bisa membuatku takut? Aku diam bukan karena takut padamu, tapi aku hanya tidak ingin menimbulkan keributan di sekte." ucap Xie Long.
"Hahahaha! Bukankah sekarang kau sudah memulai keributan itu?"
"Apa kau tidak salah? Bukankah kau sendiri yang memasang umpan dan memancing keributan itu untuk datang?"
"Kau..." pemuda itu terdiam tanpa bisa melanjutkan perkataannya.
"Ling'er, ayo kembali!"
Xie Ling mengangguk, kemudian mengikuti kakaknya yang telah berjalan lebih dulu meninggalkan tempat tersebut, namun setelah berada cukup jauh dari sana, langkah mereka kembali dihentikan oleh murid-murid tersebut.