Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-89. Xiao Lang kembali


Aula pertemuan klan Lin.


"Lin Feng, kau sudah kembali selama beberapa hari, tapi kakek belum mendengar penjelasan darimu" ucap Lin Jianheeng.


"Penjelasan apa yang kakek maksud?"


"Penjelasan mengenai kemana saja kau selama ini dan kenapa kau tidak ditemukan di manapun?"


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Semua ini terjadi karena ulah Dewa Huo" jawab Lin Feng.


"Maksudmu?"


Lin Feng kemudian menceritakan tentang pertarungan yang sempat terjadi antara dia, Xiao Lang dan Dewa Huo di dimensi kesembilan. Lalu, ia juga menceritakan tentang dirinya yang terlempar ke dimensi yang tidak ia ketahui karena ulah Dewa Huo.


"Sejak saat itu, aku dan Xiao Lang terpisah dan sampai sekarang, aku tidak mengetahui dimana dia berada" ucap Lin Feng mengakhiri ceritanya.


"Dewa Huo, dia benar-benar licik seperti ular" ujar Lin Jianheeng.


"Apa kau sudah mencoba mencari Xiao Lang?" tanya Lin Hua.


Lin Feng mengangguk pelan, "Aku sudah berusaha mencarinya, tapi tetap tidak menemukan dia dimana pun."


"Lalu bagaimana dengan Dewa licik itu?" tanya Luo Ming An.


"Sebelum kembali ke sini, aku sudah lebih dulu mendatangi dimensi kesembilan, namun sayangnya, aku juga tidak berhasil menemukan Dewa Huo, entah dimana dia sekarang."


"Untuk saat ini, aku akan fokus mencari Xiao Lang, walaupun aku tidak mengetahui dimana dia sekarang, tapi tetap saja, aku tidak bisa membiarkan saudaraku mengalami hal buruk sendirian."


"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan aku, saudaraku!"


Semua orang di aula itu dikejutkan oleh suara seseorang yang datang dari arah pintu masuk, dan secara bersamaan, mereka semua mengalihkan pandangannya ke pintu masuk aula pertemuan.


"Xiao Lang? Apa kau baik-baik saja?" Lin Feng berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Xiao Lang.


Xiao Lang tersenyum sembari menganggukkan kepala, "Tidak ada hal buruk yang terjadi padaku" ucapnya, "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja?"


"Seperti yang kau lihat sekarang, aku masih baik-baik saja" jawab Lin Feng.


Seluruh anggota keluarga Lin Feng sudah menganggap Xiao Lang sebagai keluarga mereka sendiri, jadi mereka semua terlihat sangat senang ketika mengetahui Xiao Lang telah kembali dalam keadaan baik-baik saja, terutama Lin Hua yang juga telah menganggap Xiao Lang sebagai anaknya sendiri.


"Xiao Lang, kemana saja kau selama ini, nak?"


Xiao Lang menghampiri Lin Hua kemudian memeluknya erat, "Ibu, maaf sudah membuatmu khawatir."


Namun, diantara semua orang yang ada di sana, hanya ada dua orang yang terlihat bingung dan tidak mengenali Xiao Lang, yaitu Xie Long dan juga Xie Ling. Meski sudah mendengar apa yang mereka katakan, tapi keduanya masih terlihat kebingungan, karena mereka tidak pernah mendengar ataupun mengetahui jika ayah mereka memiliki saudara.


"Ibu, apa paman itu benar-benar saudara ayah?" tanya Xie Long.


"Benar, namanya Xiao Lang, dia adalah saudara ayah kalian berdua" jawab Luo Ning.


Xie Long mengerutkan alisnya, "Kalau dia benar-benar saudara ayah, lalu kenapa marganya bukan Lin?"


Karena kedua keponakannya itu masih anak-anak, Xiao Lang menjelaskan semuanya dengan sangat sederhana agar mudah dimengerti oleh mereka berdua, dan benar saja, mereka berdua langsung mengerti maksud dari penjelasan Xiao Lang tanpa memintanya untuk mengulang penjelasannya itu.


"Apa kalian sudah mengerti?" tanya Xiao Lang memastikan.


Xie Long dan Xie Ling mengangguk bersamaan, "Kami mengerti, paman."


"Bagus! Paman sangat senang mendengarnya" sahut Xiao Lang.


"Long'er, Ling'er, pergilah bermain bersama kakak Chen, ayah ingin berbicara dengan paman kalian."


"Baik, ayah" ucap keduanya, kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan.


"Xiao Lang, apa yang terjadi padamu setelah kita berhadapan dengan Dewa Huo?"


"Aku akan menceritakan semuanya" jawab Xiao Lang, kemudian menceritakan apa yang telah terjadi padanya.


***


Di suatu tempat.


"Semuanya sudah siap, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencana utamanya."


Setelah berhasil menyingkirkan Lin Feng dan Xiao Lang untuk sementara waktu, Dewa Huo tidak pernah menampakkan dirinya lagi ataupun melakukan sesuatu yang berarti, dia hanya fokus meningkatkan kekuatannya serta kekuatan pasukan yang ditinggalkan oleh penguasa pertama untuknya.


Sebenarnya, Dewa Huo sempat ingin melancarkan aksinya setelah berhasil menyerap kekuatan kegelapan dalam mutiara inti kegelapan, namun menurut roh penjaga, kekuatan kegelapan yang ia serap masih belum sempurna dan kekuatannya masih sangat jauh bila dibandingkan dengan penguasa pertama.


Oleh sebab itu, Dewa Huo mengurungkan niatnya untuk menyerang dimensi yang lain, karena ia tidak ingin ada yang namanya kegagalan lagi hanya karena kekuatannya yang belum sempurna. Jadi, semenjak ia berhasil menyerap kekuatan kegelapan, Dewa Huo benar-benar tidak melakukan apapun selain fokus pada penyempurnaan kekuatannya.


Dan saat ini, penantiannya yang begitu lama akhirnya terbalaskan, karena kekuatannya yang sekarang benar-benar sudah sangat luar biasa, bahkan kekuatan yang ia miliki sekarang sudah melebihi kekuatan penguasa pertama dimensi kesembilan, dan dengan kekuatannya saat ini, Dewa Huo sangat yakin jika rencananya tidak akan gagal lagi.


"Lin Feng, Xiao Lang, sudah saatnya aku melenyapkan kalian untuk selamanya" gumam Dewa Huo, kemudian beranjak dari tempat duduknya.


Setelah itu, Dewa Huo menghampiri seratus ribu patung prajurit yang tersusun rapi di tempat itu, lalu dengan kemampuan serta kekuasan yang telah ia miliki saat ini, ia membangunkan seratus ribu prajurit terhebat yang pernah ada dalam sejarah para Dewa.


"Aku, Dewa Huo! Penguasa dimensi kesembilan sekaligus penerus penguasa pertama memerintahkan kalian untuk bangkit dan tunduk padaku!"


Seluruh tempat itu tiba-tiba bergetar hebat, aura yang sangat dahsyat mulai menyebar dan memenuhi tempat tersebut, disaat yang bersamaan, seratus ribu patung prajurit yang ada di sana mulai retak, hingga akhirnya, semua patung itu meledak bersamaan dengan kemunculan aura kekuatan yang sangat besar.


"Hormat kepada yang mulia penguasa!"


"Hahahaha, inilah yang aku inginkan!" Dewa Huo tertawa lantang melihat seratus ribu prajurit yang tengah berlutut didepannya.


Setelah puas dengan tawanya yang menggelegar, Dewa Huo kemudian mengambil sepuluh giok jiwa yang merupakan peninggalan kedua dari penguasa pertama dimensi kesembilan.


"Sepuluh giok jiwa ini akan aku gunakan untuk mengendalikan para penguasa lain agar mereka mau tunduk padaku."


"Dan setelah itu terjadi, aku akan menggunakan mereka untuk memulai era yang baru, dimana hanya akulah satu-satunya penguasa yang akan menguasai seluruh alam semesta ini!"