
Daratan Suci.
Xie Long dan Xiao Xue kini sudah berada di daratan suci, namun keberadaan mereka di sana tidak disambut dengan baik oleh orang-orang yang ada di sana, karena saat mereka mengunjungi salah satu kota, keduanya malah di hadang oleh para kultivator.
Entah siapa yang memulai atau menyebarkan masalah ini, namun keberadaan Xie Long di Daratan Suci sudah menjadi buronan yang paling dicari, bahkan harga yang ditawarkan untuk yang berhasil membunuhnya sangatlah besar.
Dengan penampilannya yang mirip seperti Lin Feng dahulu, mungkin akan sulit bagi orang lain untuk mengenali dirinya, tapi tidak kali ini, karena penampilannya yang berbeda dari orang lain, justru membuatnya sangat mudah ditemukan.
"Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kita" ucap salah seorang kultivator.
"Kau benar, karena dengan menyerahkan kepala mereka, kita pasti akan mendapatkan kekayaan yang melimpah" yang lainnya menimpali.
Xie Long yang masih tidak mengerti dimana letak kesalahannya, nampak sedikit bingung dengan sikap dan tatapan semua orang, namun satu hal yang bisa ia pahami adalah, keberadaannya di Daratan Suci ini tidak akan tenang lagi.
"Taun, aku tidak mengenal kalian apalagi bertemu kalian sebelumnya, jadi sebaiknya jangan halangi jalanku" ucap Xie Long.
"Hahahaha!" para kultivator itu malah menertawai Xie Long, "Hei, bocah! Sebaiknya kau serahkan kepalamu secara sukarela, atau kami akan mengambilnya dengan cara paksa!"
Xie Long mengernyit, tapi kemudian tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya, "Aku lebih suka menggunakan cara paksa!" ujarnya.
"Pilihan yang bagus, dan jangan sampai kau menyesalinya!" ujar salah seorang dari mereka, kemudian melesat maju untuk menyerang Xie Long.
"Justru kalianlah yang akan menyesal!"
Xie Long kemudian menarik pedang yang ia letakkan di punggungnya, lalu menutup matanya selama beberapa detik. Setelah itu, Xie Long membuka mata dan memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan pria itu.
Disaat yang bersamaan, Xie Long Juga mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa, bahkan tidak seorangpun yang bisa melihat pergerakan tangannya saat mengayunkan pedang tersebut.
Ketika semua orang berpikir jika Xie Long hanya beruntung karena berhasil menghindar, ketika itu pulalah mereka semua terbelalak menyaksikan kengerian dengan mata mereka sendiri.
Pria yang sebelumnya melompat untuk menyerang Xie Long, kini sudah kembali berdiri dengan kedua kakinya menapak tanah, namun saat itu juga, kepalanya ikut jatuh dan menggelinding cukup jauh dari tempatnya berdiri.
Apakah hanya itu? Tentu tidak! Sesaat setelah kepalanya jatuh ke tanah, tubuhnya juga ikut jatuh, namun dengan kondisi yang begitu mengenaskan, karena tubuhnya terbelah menjadi dua.
"I-ini..."
"Ja-jadi, rumor itu memang benar adanya, pemuda ini adalah iblis!"
"Hahahaha! Iblis? Kalian salah, aku bukan iblis, tapi Dewa Kematian yang akan mencabut nyawa kalian semua!" ujar Xie Long.
Xie Long sudah tidak peduli lagi dengan tanggapan semua orang di sana, karena yang ia inginkan sekarang hanyalah melampiaskan kekesalannya, kekesalan yang muncul karena harus meninggalkan ibunya yang sedang menderita.
Wushh!
Aura membunuh yang sangat besar keluar dari tubuh Xie Long, menyebar ke segala penjuru dan menerpa semua orang di sekitarnya, aura itu tidak hanya menimbulkan penindasan, tapi juga kengerian yang luar biasa.
Dengan pedang yang masih dalam genggaman tangannya, Xie Long kemudian menghilang dari pandangan semua orang, sesaat kemudian, ia telah muncul di belakang para kultivator sebelumnya.
Pada saat yang sama, kepala para kultivator itu jatuh ke tanah, kemudian diikuti oleh tubuh mereka, namun keadaan mereka jauh lebih mengenaskan, karena tubuh mereka telah terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
"Xiao Xue, kita pergi sekarang!"
"Baik, Tuan!"
***
Setelah Xie Long pergi, para penduduk kemudian menyebarkan berita mengenai kekejaman yang baru saja Xie Long lakukan, dan hanya dalam waktu singkat, berita itu sudah terdengar sampai ke telinga raja kota.
Selain kabar mengenai kekejamannya, kabar mengenai Xie Long yang menjadi buronan juga ikut sampai ke telinga raja kota, dan demi untuk menjaga kotanya agar tetap aman, raja kota kemudian memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Xie Long.
Tidak hanya itu saja, raja kota bahkan berjanji akan menambahkan hadiah pada siapapun yang berhasil membunuhnya, lalu ia juga memerintahkan prajuritnya untuk menyebarluaskan informasi tersebut, agar raja lainnya bisa waspada.
Di kedalaman hutan.
"Tuan, apa Tuan baik-baik saja?"
"Memangnya aku kenapa?"
"Maaf Tuan, tapi kabar mengenai Tuan..."
"Abaikan saja kabar itu, lagipula tujuanku datang ke sini bukan untuk meladeni mereka, melainkan meningkatkan kekuatanku" ujar Xie Long.
"Meski begitu, kita tetap harus menemukan orang yang menyebarkan rumor buruk ini, jika tidak, nama Tuan akan semakin buruk."
Xie Long menghela napas panjang, "Sudahlah, aku tidak peduli namaku akan buruk atau tidak, karena anggapan mereka tidaklah penting bagiku."
Xie Long memang sudah tidak peduli lagi dengan reputasinya yang akan menjadi jelek, karena menurutnya, kejelekan seseorang tidak berasal dari anggapan orang lain, melainkan dari orang itu sendiri.
Selain itu, masih ada hal penting yang harus ia lakukan, yaitu meningkatkan kekuatannya, agar bisa menyelesaikan ujian dari kakeknya secepat mungkin, karena semakin cepat ujian itu berakhir, semakin cepat pula ia kembali ke Dunia Bawah.
Masalah yang tengah menimpa keluarganya sekarang membuat Xie Long tidak menginginkan apapun lagi, bahkan ia sempat ingin melupakan warisan yang ditinggalkan oleh kakeknya, dan jika bukan karena adiknya, dia tidak akan mau mengikuti ujian itu lagi.
"Tuan, ada yang datang!" ujar Xiao Xue ketika merasakan keberadaan aura kekuatan yang tengah mendekati mereka.
"Aku juga merasakannya, tapi tidak ada gunanya melarikan diri dan lebih baik, kita sambut kedatangan mereka."
"Sejak kecil, ayah selalu mengajarkan padaku untuk tidak menimbulkan masalah, tapi jika masalah itu datang, ayah juga melarang-ku untuk mundur walau hanya selangkah!"
"Kau mengerti maksudku?"
"Aku mengerti, Tuan!" jawab Xiao Xue.
"Satu lagi, kau bebas membunuh siapapun yang datang dengan membawa masalah!" ujar Xie Long dengan suara tegas, yang menandakan jika dirinya sedang serius.
Xiao Xue hanya menanggapi perkataan Xie Long dengan anggukan, lalu setelah itu, dia bersiap-siap untuk menyambut kedatangan para kultivator yang ia rasakan keberadaannya sebelumny.
Dari sikap yang ditunjukkan oleh Xie Long, Xiao Xue dapat menebak jika Tuannya itu sedang tidak ingin bertarung, oleh karena itu, dialah yang harus menghadapi orang-orang tersebut.
"Hah" Xiao Xue menghela napas panjang, "Sebaiknya kalian datang dengan persiapan matang, kalau tidak, kalian hanya akan menyesal karena sudah mengusik Tuanku" gumam Xiao Xue.
(Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya bisanya cuma dua chapter, padahal udah janji mau up tiga.
Satu lagi, besok ngga update dulu, author mau istirahat, harap dimaklumi ya🙏
Sekian untuk hari ini, see you next chapter, Bai-Bai)