
Setibanya di dimensi kesembilan.
"Sepertinya kita mendapatkan sambutan yang meriah dari Dewa Huo" ucap Lin Feng.
"Kau benar, dia bahkan sudah menyiapkan pasukan khusus untuk menyambut kita di sini. Aku jadi curiga, jangan-jangan dia sudah menyiapkan pesta di istana Dewa" sahut Xiao Lang.
Lin Feng dan Xiao Lang yang baru saja keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu, langsung disambut oleh ribuan pasukan yang telah disiapkan secara khusus oleh Dewa Huo, meskipun jumlah mereka tidak terlalu banyak, namun kekuatan prajuritnya jauh melebihi pasukan Shen Guoshi.
"Jika kalian tidak ingin sengsara, sebaiknya serahkan diri kalian secara baik-baik!" salah seorang prajurit berbicara dengan suara lantang.
"Kau dengar itu? Sepertinya mereka sedang mengancam kita" ucap Xiao Lang.
Lin Feng mengeluarkan pedang Dewa Asura dari cincin penyimpanannya, "Aku sangat benci ketika diancam" ucapnya, lalu menghilang dari pandangan.
Slash!
Suara tebasan terdengar sangat jelas setelah satu detik berlalu sejak Lin Feng menghilang, dan pada saat yang bersamaan, tubuh prajurit yang mengancam mereka sebelumnya telah berubah menjadi beberapa potongan dan jatuh ketanah.
"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, kemudian memanggil Dragon Spear, "Dia benar-benar tidak mengerti kata sabar" gumamnya, lalu menyusul Lin Feng yang sudah mulai membantai pasukan tersebut.
Dari segi kekuatan, pasukan yang menyambut kedatangan mereka memang lebih kuat daripada pasukan yang menyerang dimensi pertama, namun bagi Lin Feng dan Xiao Lang, pasukan yang disiapkan oleh Dewa Huo ini tidak ada bedanya dengan pasukan yang datang bersama Shen Guoshi.
Setelah beberapa menit berlalu sejak Lin Feng memulai serangan, ribuan prajurit yang ditugaskan oleh Dewa Huo untuk menghadang Lin Feng dan Xiao Lang, sekarang semuanya telah tenggelam dalam lautan darah yang tercipta dari darah mereka sendiri.
"Lin Feng, sepertinya ada yang aneh dengan mereka" ucap Xiao Lang.
"Iya! Aku juga menyadarinya. Hanya saja, aku tidak mengetahui darimana asal energi yang ada di tubuh mereka itu" sahut Lin Feng.
Energi aneh yang mereka rasakan itu hampir sama dengan energi bangsa iblis, hanya saja, energi aneh tersebut terasa jauh lebih padat dan juga lebih kuat dari energi iblis. Selain itu, energi aneh itu juga memiliki kekuatan korosif, karena rerumputan yang bersentuhan dengan energi itu langsung hancur saat itu juga.
"Darimana mereka mendapatkan kekuatan aneh seperti ini?"
"Jangan bahas itu dulu, karena masih ada hal penting yang harus dilakukan" jawab Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu kita berpencar sekarang!" sahut Xiao Lang.
Agar lebih mudah untuk menemukan Dewa Huo, mereka berdua memutuskan untuk mencarinya secara terpisah, karena selain jangkauannya jauh lebih luas, mencari dengan berpencar juga akan menghemat waktu mereka, apalagi dimensi kesembilan ini adalah sebuah dimensi yang sangat besar.
***
Di suatu tempat.
"Sepertinya dia sudah datang, tapi kenapa aku juga merasakan aura kekuatan yang lain?" karena penasaran dengan aura yang ia rasakan itu, Dewa Huo kemudian memeriksanya.
"Dia... bukankah dia adalah penguasa dimensi ketujuh? Kenapa dia bisa bersama Lin Feng?" Dewa Huo sangat kaget setelah mengetahui siapa yang datang bersama Lin Feng.
"Sial! Sepertinya aku harus lebih waspada lagi."
Dewa Huo benar-benar tidak pernah berharap jika Xiao Lang akan menjadi musuhnya juga, padahal ia sudah menyusun rencana untuk menjadikan Xiao Lang sebagai sekutunya tapi sekarang, rencana dan keinginannya itu harus ia telan mentah-mentah, karena Lin Feng sudah mendahuluinya.
Tapi sekarang, ia harus menyusun ulang segala rencananya, karena Xiao Lang telah menjadi sekutu Lin Feng. Dengan kata lain, dimasa depan nanti, ia harus siap untuk menghadapi dua penguasa terkuat yang pernah ia temui selama ini, dan yang pastinya, ia juga harus menyiapkan kekuatan yang jauh lebih kuat lagi.
"Lin Feng, aku benar-benar tidak menyangka jika kau akan mendahului rencana ku, tapi tidak masalah, karena aku sudah menyiapkan ribuan rencana untuk menghadapi mu" ucap Dewa Huo.
Diantara banyaknya rencana yang telah di susun oleh Dewa Huo, ada satu rencana cadangan yang menurutnya sangat cocok untuk dicoba, dan jika rencananya itu berhasil, maka rencananya untuk menguasai alam semesta pastinya akan berhasil juga. Namun dia harus berani mengambil resiko untuk menjalankan rencana itu.
"Demi menguasai alam semesta, apapun resikonya pasti akan aku terima" ucap Dewa Huo, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
***
Waktu berlalu dengan sangat cepat, namun pencarian yang dilakukan oleh Lin Feng dan Xiao Lang masih belum membuahkan hasil apapun, padahal, keduanya sudah mencari keberbagai tempat di dimensi ini, tapi Dewa Huo belum juga ditemukan dan saat ini, keduanya tengah menuju ke istana Dewa, karena hanya tempat itu saja yang belum mereka periksa.
Setibanya di istana Dewa.
"Bagaimana?" tanya Xiao Lang.
Lin Feng menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Xiao Lang, "Kau sendiri bagaimana?"
"Sama denganmu, pencarian ku juga tidak membuahkan hasil apapun" jawab Xiao Lang.
"Itu artinya, hanya istana ini saja yang belum kita periksa" sahut Lin Feng.
"Apa kau yakin dia ada di sini?"
"Entahlah, aku tidak bisa merasakan aura keberadaanya, karena istana ini dilindungi oleh formasi khusus yang sulit untuk ditembus" jawab Lin Feng.
Dari dalam istana terdengar suara Dewa Huo memotong obrolan mereka berdua, "Apakah kalian berdua hanya akan mengobrol di luar saja?"
"Sepertinya dia mengundang kita masuk" ucap Xiao Lang, kemudian mereka berdua masuk ke istana tersebut.
Di aula istana yang sangat megah, Dewa Huo nampak tengah duduk dengan santai singgasananya, seolah-olah dia memang sedang menunggu kedatangan mereka berdua, padahal ia baru saja datang beberapa saat sebelum Lin Feng dan Xiao Lang datang ke sana.
"Duduklah, aku sudah menyiapkan minuman untuk kalian berdua" ucap Dewa Huo menyambut kedatangan mereka berdua.
"Kau cukup sopan untuk seorang musuh yang tidak tahu diri!" ujar Lin Feng.
"Hahahaha! Bukankah sudah sepantasnya aku menyambut tamu yang datang berkunjung ke istanaku?"
"Istanamu? Apa kau tidak malu mengakui istana ini sebagai istanamu?" tanya Xiao Lang.
"Dewa Huo, kau pasti akan mati ditelan oleh rencana licik mu sendiri!" sahut Lin Feng.
"Hahahaha, terima kasih atas perhatianmu, Dewa Asura. Tapi kau tenang saja, karena untuk menghadapi kalian berdua, aku tidak perlu merencanakan apapun!"
"Bagus! Mari akhiri semuanya sekarang juga!" ujar Lin Feng, kemudian mengeluarkan pedang Dewa Asura dari cincin penyimpanannya.
Xiao Lang yang tidak ingin ketinggalan juga memanggil Dragon Spear, "Dewa Huo, bersiaplah untuk mati!"