Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-264. Mencari Hadian


Setelah mengikuti petunjuk yang ada pada peta tersebut, Jia Zhen kini berada di depan sebuah celah tebing yang cukup luas. Berulang kali ia membaca semua petunjuk yang tertera di peta, untuk memastikan jika dirinya tidak tersesat.


"Semuanya benar, tapi kenapa tidak ada apapun disini?" Jia Zhen nampak ragu dengan tempat itu, bahkan ia mulai berpikir jika dirinya telah ditipu.


Tapi, karena sudah terlanjur sampai di sana, ia akhirnya memutuskan untuk menyusuri celah tebing tersebut. Dan kalaupun dia tidak menemukan apa-apa, setidaknya ia sudah menghilangkan rasa penasarannya.


Jia Zhen terus melangkah menyusuri celah diantara tebing yang sangat tinggi itu, namun ia tatapan matanya malah terfokus pada peta di tangannya, dan tanpa ia sadari, dirinya telah berada ditempat yang berbeda.


Semilir angin yang berhembus perlahan, serta bau khas yang hanya ada di hamparan padang rumput membuat Jia Zhen mengalihkan pandangannya, ia benar-benar kaget setelah mengetahui dirinya berada ditempat berbeda.


"Dimana ini?" Perasaan bingung mulai menyelimuti Jia Zhen. Ia yang awalnya tengah menyusuri celah tebing, sekarang malah berada di hamparan padang rumput yang sangat luas.


Selain itu, Jia Zhen juga sangat yakin jika dirinya sekarang sedang tidak berada di Benua Biru, karena energi alam yang ada di sana terasa jauh lebih padat. Tidak hanya itu saja, suasana di tempat itu juga berbeda dengan Benua Biru.


"Matahari sudah hampir tenggelam, berarti aku harus bergegas menemukan peninggalan itu" gumamnya.


Meski tidak mengetahui dimana dia berada sekarang, namun satu hal yang diyakini Jia Zhen adalah, dirinya saat ini berada ditempat yang dimaksud oleh para kultivator sebelumnya.


Keyakinannya itu bukannya tidak berdasar, karena keyakinannya itu muncul setelah melihat perubahan pada peta ditangannya, tidak hanya petunjuk saja, bahkan semua hal yang tertera di sana juga telah berubah.


"Tidak ada waktu lagi, aku harus bergegas!"


Jia Zhen melompat ke udara kemudian melesat terbang meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia benar-benar terbang menjauh, bongkahan batu yang sangat besar tiba-tiba saja melesat kearahnya.


Dhuaaar!


Ledakan terjadi di udara ketika Jia Zhen menghancurkan batu itu dengan tinjunya, namun sebelum ia sempat mengetahui siapa yang menyerangnya, puluhan bongkahan batu lainnya kembali melesat ke arahnya.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


Dengan kecepatan pergerakannya serta kekuatan serangan yang ia miliki, tentu sangat mudah bagi Jia Zhen untuk menghancurkan puluhan batu tersebut, bahkan satu hantaman petir surgawi telah berhasil meledakkan semuanya.


Sementara itu, tanah mendadak bergetar hebat, lalu dari dalam tanah muncul puluhan monster yang terbuat dari batu, tubuh mereka sangatlah besar dan bentuknya mirip manusia, hanya seluruh tubuhnya saja yang terbuat dari batu.


Kemudian, puluhan monster batu itu mencengkram tanah dan seketika itu juga, permukaan tanah yang mereka sentuh berubah menjadi batu. Setelah itu, mereka menarik tanah yang telah menjadi batu itu dan langsung melempar Jia Zhen.


"Aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian semua!" ujar Jia Zhen, kemudian melepaskan kekuatan petir surgawi.


Dhuaaar!


Kekuatan petir yang sangat dahsyat muncul di langit dan langsung menyambar para monster batu itu, pada detik berikutnya, para monster itu telah berhasil diubah menjadi debu yang beterbangan di bawa angin.


Saat Jia Zhen berpikir semuanya sudah selesai, saat itulah dia dibuat terkejut dengan luapan energi yang sangat besar, kemudian, monster batu yang telah hancur itu berubah menjadi puluhan naga yang sangat besar.


Jia Zhen menghela napasnya, kemudian mengalirkan energi petir ke kedua lengannya, "Mari lanjutkan!" ujarnya, lalu menghilang dari pandangan.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


"Masih belum selesai, ya?"


Beberapa saat setelah dihancurkan, debu-debu yang masih melayang di udara itu menyatu lagi dan berubah menjadi seekor naga yang sangat besar, bahkan Jia Zhen terlihat seperti seekor semut bila dibandingkan dengan naga batu itu.


"Hah" Jia Zhen menghela napas panjang menatap sosok naga batu yang luar biasa besar didepannya itu, "Kapan ini akan berakhir?"


Tatapan mata Jia Zhen kini tertuju ke langit biru yang begitu luas, "Jika terus-terusan seperti ini, kapan aku akan menemukan hadiah itu?"


"Groaarrr!"


Jia Zhen mengepalkan tinjunya dan melepaskan kekuatannya, sehingga membuat tubuhnya diselimuti oleh kekuatan petir berwarna merah keemasan. Setelah itu, Jia Zhen menciptakan dua bilah pedang dengan kekuatan petir tersebut.


"Apa kau tidak tahu kalau aku sedang buru-buru? Bagaimana jika aku terlambat menghadiri pernikahan ibu? Apa kau mau tanggungjawab?"


Wushh!


Boom!


Kekuatan yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Jia Zhen, petir merah keemasan yang semula hanya menyelimuti dirinya, kini telah menyambar ke berbagai arah dan menghancurkan apapun yang bersentuhan dengannya.


Pada saat yang bersamaan, hantaman kekuatan petir yang sangat dahsyat itu menimbulkan sebuah retakan di langit, dan setelah diamati, Jia Zhen akhirnya mengerti jika dirinya sedang berada dalam lingkaran formasi ilusi.


"Jadi begitu, pantas saja monster batu itu tidak bisa musnah!"


Setelah mengetahui semuanya, Jia Zhen kemudian melesat terbang ke langit, lalu mengumpulkan kekuatan petir merah di telapak tangan kanannya. Setelahnya, Jia Zhen melancarkan serangan ke arah retakan yang muncul di langit.


Dhuaaar!


Ledakan kembali terjadi ketika serangan Jia Zhen menghantam retakan tersebut dan berhasil menghancurkannya, seketika itu juga, monster naga batu yang sangat besar itu menghilang dari pandangan Jia Zhen.


Namun, masalah belum selesai hanya dengan menghancurkan formasi ilusi itu saja, karena saat formasi ilusi itu hancur, hamparan padang rumput yang membentang luas juga ikut retak, hingga kemudian hancur tak bersisa.


"Apa lagi sekarang?"


Jia Zhen berada di sebuah tempat yang mirip seperti ruang hampa, ditempat itu benar-benar tidak ada apapun selain sebuah daratan kecil yang mengambang, dan ditengah-tengahnya terdapat sebuah istana yang sangat megah.


Karena penasaran, Jia Zhen memutuskan untuk mendekati istana yang sangat megah itu, meski ukurannya tidak seluas istana kerajaan Dunia Bawah, namun kemegahannya jauh melebihi kemegahan istana Dunia Bawah.


"Aku tidak menyangka anak muda sepertimu bisa keluar dari formasi ilusi yang aku ciptakan."


Saat Jia Zhen menginjakkan kakinya di istana yang sangat megah itu, suara seseorang terdengar menggema memenuhi seisi pulau mengambang yang ukurannya tidak sampai seluas istana kerajaan Dunia Bawah.


Jia Zhen mengabaikan suara itu, melangkahkan kakinya memasuki istana megah tersebut, langkahnya bahkan tidak terhenti oleh tekanan intimidasi yang berasal dari suara orang misterius sebelumnya.