Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-284. Penguasa Baru


Dengan keberhasilannya melewati ujian terakhir, secara tidak langsung Sun Xiang sudah dianggap sebagai penguasa, namun status sebagai penguasa dimensi pertama baru bisa disandangnya setelah acara penyerahan takhta dilakukan.


Meski begitu, keberadaan Sun Xiang kini sudah dihormati oleh yang lainnya, karena bagaimanapun juga, Sun Xiang tetaplah seorang penguasa dan sudah menjadi kewajiban bagi mereka semua untuk menghormatinya.


Satu-satunya orang yang diizinkan untuk tidak memberi hormat pada Sun Xiang hanyalah Lin Feng, karena status yang dimiliki oleh gurunya itu masih jauh lebih tinggi dari status Sun Xiang yang hanya seorang penguasa dimensi.


"Guru, aku ingin bicara, apakah bisa?"


Lin Feng tersenyum dan mengangguk pelan, kemudian ia mengajak Sun Xiang meninggalkan aula istana, karena jika dilihat dari gelagatnya, Lin Feng sudah bisa menebak jika muridnya itu ingin bicara berdua saja dengannya.


"Bicaralah" ucap Lin Feng setelah mereka berada di luar istana.


"I-itu..." Sun Xiang nampak gugup, namun ia segera mengendalikan dirinya dengan menghela napas panjang.


"Guru, tidak bisakah penyerahan takhta ditunda?"


Lin Feng mengerutkan dahi ketika mendengar pertanyaan muridnya itu, namun ia lebih memilih diam dan memberikan kesempatan pada Sun Xiang untuk menyelesaikan perkataannya.


"Maksudku, setidaknya tunggu sampai aku benar-benar siap menerima rasa hormat paman Huise dan yang lainnya."


"Selian itu, hatiku terasa hancur ketika melihat ibu berlutut padaku, dan perasaan ini membuatku tidak ingin menjadi penguasa."


Lin Feng tersenyum kemudian menepuk pundak muridnya itu dengan pelan, "Setelah menjadi penguasa, bukankah kau bebas melakukan apapun?"


Bukannya memberi solusi, Lin Feng malah memberikan sebuah pertanyaan yang membuat Sun Xiang kebingungan, padahal yang ia butuhkan adalah solusi, karena menurutnya, hanya gurunya saja yang bisa memberikan hal itu padanya.


"Seorang raja bebas memberikan perintah pada bawahannya, termasuk memerintahkan mereka untuk berlutut ataupun tidak."


Sun Xiang tersentak mendengar ucapan gurunya, seulas senyum terukir indah di bibirnya, karena perkataan gurunya barusan sudah memberikan solusi yang sangat ia butuhkan untuk kerisauan hatinya saat ini.


"Kau sudah melewati tiga ujian, yang artinya, kau memang pantas untuk mendapatkan takhta itu dan sekarang, kau harus menerima takdir ini dan jadilah penguasa yang baik!"


"Baik guru!" sahut Sun Xiang.


Setelah pembicaraan itu selesai, Sun Xiang akhirnya bisa menghela napas lega, bahkan kerisauan yang sempat mengusik hatinya telah menghilang. Dan sekarang, ia benar-benar siap untuk menduduki takhta tersebut.


***


Beberapa hari kemudian.


Lin Feng dan Dewi Nuwa berdiri di tengah-tengah altar raksasa, sementara Luo Ning dan yang lainnya berdiri di pilar yang melambangkan diri mereka masing-masing.


"Sun Xiang, mendekat-lah!"


Sun Xiang mengangguk, kemudian menghampiri Lin Feng dan Dewi Nuwa, lalu ia berlutut di hadapan mereka berdua. Dan pada saat yang bersamaan, Dewi Nuwa mengeluarkan sebilah pedang dari telapak tangannya.


"Sun Xiang, apa kau siap menerima takhta ini dan menjalankan tanggung jawab sebagai penguasa?"


"Aku siap!"


Dewi Nuwa tersenyum senang, lalu menyentuh dahi Sun Xiang dengan ujung pedang tersebut, bersamaan dengan itu, tanda berbentuk bola api di dahi Sun Xiang tiba-tiba menghilang, kemudian muncul sebuah tanda lain berbentuk mahkota berwarna emas.


"Dengan ini, aku nyatakan Sun Xiang adalah penguasa baru dimensi pertama ini!"


Setelah menyelesaikan ucapannya, Dewi Nuwa menghindar kesamping, memberikan jalan pada Sun Xiang untuk menduduki singgasana yang telah mereka siapkan sebelum.


Ketika Sun Xiang duduk di singgasana nan megah itu, Luo Ning dan yang lainnya langsung berlutut untuk menunjukkan rasa hormatnya pada Sun Xiang, begitupun dengan Dewi Nuwa yang juga ikut berlutut.


"Hormat kami, yang mulia!"


Kemudian, cahaya yang memancar dari pilar menyebar ke berbagai arah hingga menerangi seluruh Alam Nirvana Agung. Pada saat yang bersamaan, cahaya tersebut juga dapat dilihat oleh semua orang yang ada di dimensi pertama ini.


"Kakak, cahaya apa ini?" tanya Lin Chen, putra Lin Tian dan Feng Yue Yin.


"Cahaya ini adalah pertanda jika kak Sun Xiang sudah berhasil menjadi penguasa!" jawab Xiao Liang seraya menatap cahaya keemasan yang menerangi langit.


"Senior adalah orang yang hebat, dan menurutku, dia memang pantas mendapatkan posisi ini."


***


Sama halnya dengan semua orang di dimensi pertama ini, Xie Long dan Xiao Xue yang tengah berada di Alam Nirvana, juga bisa melihat cahaya keemasan yang menerangi seluruh langit.


"Tuan..."


"Aku pasti akan menemuinya setelah tujuanku tercapai" sahut Xie Long memotong perkataan Xiao Xue.


"Baik, tuan!"


Xie Long mengangguk kemudian melesat terbang meninggalkan tempat mereka beristirahat sebelumnya.


Meski ada keinginan untuk menemui Sun Xiang, namun Xie Long terpaksa harus menahan keinginannya itu, karena sebelum berangkat, ia sudah berjanji tidak akan kembali sebelum tujuannya tercapai.


"Tuan, kemana tujuan kita sekarang?"


Xie Long diam sejenak seraya memikirkan tempat tujuan mereka selanjutnya, meski sudah mengetahui informasi mengenai beberapa tempat di Alam Nirvana ini, namun ia masih saja bingung menentukan tempat tujuannya.


"Sebenarnya ada dua tempat yang menarik perhatianku" ucap Xie Long setelah diam cukup lama.


"Xiao Xue, posisi kita sekarang lebih dekat ke timur atau ke barat?"


Xiao Xue menghela napas panjang seraya menggeleng pelan, "Apa tuan lupa kalau kita sedang menuju ke arah barat?"


"Benar juga! Kenapa aku bisa lupa?" Xie Long bergumam pelan.


"Baiklah, kalau begitu, tujuan kita selanjutnya adalah Lembah Dewa!"


"Baik, tuan" jawab Xiao Xue, kemudian mengikuti Xie Long yang telah melesat terbang mendahuluinya.


***


Setelah sampai di tempat yang dimaksud, Xie Long malah terlihat tidak senang sama sekali, karena lembah yang ia datangi itu benar-benar tidak mencerminkan namanya yang terdengar begitu luar biasa.


Bagaimana tidak, lembah yang dijuluki sebagai Lembah Dewa nyatanya hanyalah sebuah tempat biasa, bahkan suasana di tempat itu benar-benar tidak sama dengan ekspektasi Xie Long.


Pada awalnya, Xie Long sempat berpikir jika Lembah Dewa adalah sebuah tempat liar biasa dan kaya akan energi alam, namun saat tiba di sana, ia malah ingin menghancurkan lembah tersebut.


"Tuan, apa tuan yakin tidak ingin memeriksa tempat ini terlebih dahulu?"


"Aku sudah memeriksanya dengan mata ungu dan tidak menemukan apapun ditempat ini" jawab Xie Long.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Sudahlah, sebaiknya kita pergi sebelum aku benar-benar menghancurkan tempat ini."


"Baik, tuan!"


Karena tidak menemukan apapun di tempat itu, Xie Long akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya, dan tempat yang ingin ia datangi sekarang adalah Gunung Suci di wilayah timur.


Akan tetapi, Xie Long tidak akan menjadikan tempat itu sebagai tujuan utamanya, karena dirinya tidak ingin lagi tertipu hanya karena nama tempat itu yang terdengar luar biasa.