
Setelah lelah menyusuri kota, Xie Long dan Huanran kini tengah berisitirahat di wilayah selatan kota, tepatnya di salah satu kedai yang ada di sana, mereka sengaja menghentikan langkahnya di sana, karena tempat itu cukup sepi.
Tidak lama berselang, orang-orang yang mengikuti mereka sejak tadi, akhirnya menampakkan diri, namun jumlah mereka telah bertambah, yang awalnya hanya puluhan orang, sekarang malah lebih dari seratus orang prajurit.
"Bocah! Kau tidak bisa lari lagi!" ujar salah seorang dari mereka.
"Aku memang tidak berniat melarikan diri" sahut Xie Long.
"Baguslah! Kalau begitu, ikut kami sekarang atau riwayatmu akan tamat!"
Xie Long terkekeh pelan mendengar perkataan pria itu, kemudian ia menoleh dengan tatapan yang sangat tajam, "Pertarungan masih belum terjadi, tapi kau sudah menentukan riwayatku, apa ini tidak terlalu, berlebihan?"
"Cihh, sudah cukup omong kosongnya! Bunuh bocah sialan ini!"
Lima orang prajurit maju dan langsung menyerang Xie Long, salah satu dari kelima pria itu melancarkan serangan dengan menebaskan pedangnya, namun berhasil dihindari dengan mudah oleh Xie Long.
"Xiao Hua, menjauh-lah sebentar" ucap Xie Long kemudian menunjukkan senyuman indah di bibirnya.
Huanran mengangguk patuh, lalu menghilang dari pandangan, detik berikutnya, Huanran sudah muncul lagi ditempat yang tidak terlalu jauh dari sebelumnya.
Sebenarnya ia ingin membantu Xie Long, namun karena kekasihnya itu memintanya untuk tidak ikut campur, iapun hanya bisa mematuhinya, kecuali jika keadaannya sudah mendesak, maka dia akan tetap ikut campur walaupun Xie Long melarangnya.
Pertarungan itu menarik perhatian orang-orang yang ada di sana, karena takut terkena dampak dari pertarungan tersebut, mereka kemudian melarikan diri dari saja, bahkan penjaga kedai tempat Xie Long dan Huanran singgah sebelumnya juga ikut melarikan diri.
Wushh!
Kelima prajurit itu melepaskan aura kekuatannya untuk menindas Xie Long, namun sayangnya, gabungan aura kekuatan mereka berlima, nyatanya masih belum cukup untuk menghambat pergerakan putra Asura tersebut.
Xie Long menyunggingkan senyuman dibalik penutup wajahnya, kemudian menarik pedang di punggungnya, lalu setelah itu, ia mendadak lenyap dari pandangan semua orang yang ada di sana.
"Menghindar!" ujar yang lain mengingatkan.
Lima prajurit itu tersentak dan hendak meninggalkan tempat itu tapi terlambat, karena sesaat setelahnya, Xie Long kembali muncul diantara mereka berlima, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, ia memutar tubuhnya seraya menebaskan pedang di tangan kanannya itu.
Slash!
Suara tebasan terdengar jelas, dua orang dari mereka langsung meregang nyawa karena tebasan tersebut mengenai mereka dengan telak, sementara dua lainnya terpaksa harus mengorbankan salah satu lengannya, sedangkan yang satu lagi hanya mendapatkan luka tebasan.
"Sial, kekuatan bocah ini tidak bisa diremehkan."
"Semuanya! Maju bersama-sama!"
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat besar menerpa tubuh mereka semua, bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat besar juga berhasil menindas mereka, sehingga membuat mereka semua kesulitan untuk bergerak dari tempatnya masing-masing.
"Keluarga Xi, bukankah sudah aku ingatkan untuk tidak menimbulkan kekacauan?"
Semua orang mengarahkan pandangannya ke sumber suara, orang yang baru saja melepaskan aura kekuatannya barusan adalah Tuan Yang, pria yang mengabdikan dirinya untuk menjaga perdamaian kota Padang Pasir.
"Tuan Yang, ini urusan pribadi keluarga kami, jadi jangan ikut campur!"
"Aku tidak akan ikut campur jika kalian tidak menyebabkan kekacauan dan menimbulkan keributan" sahut Tuan Yang.
Tidak lama berselang, aura kekuatan lainnya kembali menerpa semua orang yang ada di sana, kemudian diikuti oleh munculnya beberapa orang pria paruh baya dan satu pemuda, mereka adalah Xi Hong Qin, Xi Ao Tian dan para tetua keluarga Xi.
"Tuan Yang, aku sarankan kau tidak ikut campur dalam masalah ini" ucap Hong Qin.
"Hahahaha!" Suara tawa lantang Hong Qin terdengar menggelegar ditempat tersebut, "Tuan Yang, memangnya kau pikir kau itu siapa? Apa kau itu raja kota?"
"Aku memang tidak memiliki status apapun di kota ini, tapi aku tetap tidak akan membiarkan kalian merusak ketenangan kota ini!"
"Bagus! Jawaban yang sangat bagus! Kalau begitu, jangan salahkan aku bila bertindak kasar!"
"Tentu, aku tidak keberatan untuk bertarung denganmu, tapi tidak di kota ini! Dan jika kalian memang punya nyali, ikuti aku!"
Setelah menyelesaikan ucapannya, Tuan Yang kemudian menghilang dari pandangan mereka semua, lalu diikuti oleh Xie Long dan Huanran.
Sebenarnya tempat bukanlah suatu masalah bagi Xie Long, namun karena menghormati pengabdian Tuan Yang, Xie Long pun memutuskan untuk mengikutinya bertarung di bagian luar kota Padang Pasir.
"Patriark?"
"Tunggu apa lagi? Kita ikuti mereka!" ujar Hong Qin, kemudian meninggalkan tempat itu bersama seluruh pasukannya.
Di bagian luar kota.
Suasana tegang terasa sangat jelas di wilayah Selatan luar kota Padang Pasir, seorang pria paruh baya beserta dua remaja yang tidak lain adalah Tuan Yang, Xie Long dan Huanran, nampak tengah berhadapan dengan dua ratus pasukan dari keluarga Xi.
Sejak mereka tiba di sana, belum ada seorangpun yang memulai serangan, kedua belah pihak nampaknya masih mengukur tingkat kekuatan satu sama lain.
Namun, yang menjadi titik fokus adalah Xie Long dan Huanran, karena hanya kekuatan mereka berdua saja yang tidak bisa dibaca.
Ada dua kemungkinan yang dipikirkan oleh mereka saat ini, pertama karena kekuatan dua remaja itu sangat tinggi, kedua karena mereka memiliki teknik menyembunyikan kultivasi tingkat tinggi.
Akan tetapi, yang paling masuk akal bagi mereka adalah kemungkinan kedua, karena sangat mustahil kedua remaja itu memiliki kultivasi yang melebihi patriark keluarga ataupun Tuan Yang, yang mana keduanya sama-sama berada di ranah Martial Emperor.
"Tuan Yang, aku ingatkan sekali lagi, masalah ini adalah masalah pribadi antara anakku dan bocah itu, jadi kau jangan ikut campur!"
"Sama halnya denganmu aku-pun tidak akan mengulang perkataan-ku untuk yang ketiga kalinya!"
"Tuan Yang, yang dikatakannya memang benar, masalah ini adalah masalah pribadi" sahut Xie Long.
"Sadar diri juga kau, bocah sialan!" ujar Ao Tian.
Xie Long mengarahkan tatapan tajam pada Ao Tian, "Tuan Muda Xi, masalah ini berawal dari kita berdua, bagaimana kalau kita selesaikan masalah ini, hanya kau dan aku, bagaimana?"
Ao Tian tidak langsung menjawab, ia terlihat ragu untuk menerima tantangan Xie Long, apalagi saat mengingat pukulan keras Xie Long waktu itu. Namun, keraguannya seketika lenyap setelah mendapatkan isyarat dari ayahnya.
"Tenanglah, ayah tidak akan membiarkanmu terluka" ucap Hong Qin melalui telepati.
Xi Ao Tian menanggapi perkataan ayahnya dengan anggukan pelan, kemudian mengarahkan pandangannya pada Xie Long, "Baiklah, kita selesaikan masalah ini!"
Disaat yang bersamaan.
Xie Long yang sudah menyadari keberadaan Xiao Xue yang tengah mengawasinya, kemudian menghubungi bawahannya itu menggunakan transmisi suara, ia meminta Xiao Xue mengawasi Hong Qin, karena Xie Long yakin, pria itu tidak akan diam saja.
"Tenang saja, Tuan Muda. Menghabisi mereka semua adalah tugas yang sangat mudah untukku!"
"Xiao Xue, kau tidak perlu berlagak sombong di depan paman Huise, aku yakin dia sudah percaya sepenuhnya padamu" sahut Xie Long.
Ya! Tidak hanya Xiao Xue saja, dari tempat yang cukup jauh, juga ada Huise yang tengah mengawasi Xie Long dan Huanran. Dan jika bukan karena mengingat pesan Lin Feng, mungkin mereka semua sudah dimusnahkan olehnya.