Aku, Khanza

Aku, Khanza
Keputusan Yang Tidak Salah


...♡♡♡...


Semenjak usainya perdebatan Hayati dan suaminya di mobil kemarin dari situlah Hayati selalu mengalah atas perlakuan suaminya setiap hari apalagi Hayati bukan tipe orang yang suka mengadu soal rumah tangganya pada siapapun termasuk tantenya sendiri yang kini masih sibuk dalam urusannya.


Dari tahun ke tahun Hayati harus menerima cacian serta hinaan dari suami dan mertuanya serta berkata bahwa dirinya mandul yang tidak tahu diri karena saran dari mereka terus di tolak oleh Hayati.


Mereka terus mendorong Hayati supaya mengikuti kemauan mereka tetapi Hayati memilki prinsipnya sendiri untuk terus berjuang menanti keajaiban dari tuhan untuknya yang suatu saat pasti akan terjadi pada dirinya.


Suatu ketika Hayati dapat panggilan dari salah satu perawatnya karena ada pasien yang harus segera di tangani secepat mungkin dan orang tersebut adalah ibunya Khanza Alesha sehingga berawal dari situlah pertemuan Hayati pada Alsha.


Sedari pertama Hayati melihat Alsha terisak dalam tangis memanggil nama ibunya di ruang persalinan ketika itu Hayati bisa merasakan bagaimana perasaan Alsha yang sekecil itu di tinggal orangtuanya seperti ia melihat dirinya sendiri saat kehilangan kedua orangtuanya dan entah dari mana asal keberanian Hayati sehingga dia masuk di antara Alsha juga pak Adam untuk menenangkan Alsha yang sudah tak terkendali lagi awalnya dia tak yakin bisa membuat Alsha tenang dalam bujukannya namun ia tak menduga kalau Alsha nurut padanya begitu saja.


Hayati melihat sosok Alsha yang sangat bijak ketika mereka saling berbicara seolah Hayati tidak bisa percaya kalau Alsha termasuk anak yang tegar, mandiri, penurut serta baik pula akhlaknya itulah yang di rasakan oleh Hayati ketika ia bersama dengan Alsha walau dalam hitungan jam saja Alsha mampu membuat Hayati nyaman berada di dekatnya.


Sebab itu ketika di pemakaman dia tak ingin berfikir panjang lagi makanya ia langsung ambil keputusan dengan mengangkat Alsha sebagai anaknya sendiri yang mungkin akan menimbulkan perselisihan antara dirinya dan sang mertua akan tetapi Hayati harus berjuang untuk meyakini keduanya bahwa keputusannya mengambil hak asuh Alsha adalah keputusan yang tepat.


.


.


.


Sesampainya di rumah Hayati tampak menggendong seorang bayi yang sudah di beri nama oleh pak Adam yaitu Zizi Bilqis sesuai dengan namanya anak yang sangat tampan sekali seperti terlahir dari seorang ratu yang ada di kerajaan itulah fikir Hayati karena semasa bayinya Zizi memiliki kedua pipi yang tembem terlihat merah serta bulu mata yang lentik di tambah alis mata yang indah membuat Hayati merasa memiliki anak kandung sendiri namun berbeda pandangan dari mertuanya itu karena anak yang ada di tangan Hayati bukan dari rahimnya sendiri melainkan anak pungut.


Walaupun suami serta mertuanya menentang keputusan dari Hayati akan tetapi Hayati tetap berusaha bersikap tenang supaya tidak terus menambah kericuhan jika ia membalas perkataan mereka dan sewaktu ia bertugas pun selalu membawa Zizi dan Alsha kemanapun dia pergi karena ia tak mungkin meninggalkan mereka dalam keadaan masih sangat kecil apalagi mertuanya itu sangat tidak menyukai keberadaan mereka.


Hari terus berlalu sehingga Alsha dan Zizi tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan tampan apalagi Alsha selalu memakai kerudung di kepalanya itu sungguh begitu cantik ketika mata melihatnya.


Alsha di sekolahkan oleh Hayati di tempat yang sangat bagus sampai dirinya terkagum melihat Alsha karena terus mendapatkan ranking mulai dari kelas satu hingga lulus sekolah dasar dan kini Hayati juga memasukkan Alsha ke sekolah menengah paling bagus juga karena yang terpenting baginya Alsha harus mendapatkan didikan serta ilmu yang berguna untuknya kelak.


.


.


.


"Alsha, besok hari pertama mu masuk sekolah apa kau sudah siap berkenalan dengan teman barumu?" tanya Hayati melontarkan senyum tipis di bibirnya.


"Pasti bunda karena Alsha sudah tidak sabar ingin segera masuk dan punya teman baru," antusiasnya sehingga terlontarlah senyum ceria di wajah Alsha.


"Baguslah kalau begitu, bunda fikir kamu akan canggung ternyata malah sebaliknya," cakap Hayati yang terlihat sambil cuci piring sementara Alsha baru selesai menyapu rumah.


"Bun, sepertinya di kulkas sudah tidak ada apa-apa lagi," kata ALsha yang menoleh pada Hayati yang masih belum selesai mencuci piring.


"Ohiya bunda sampai lupa belum belanja bulanan, sebentar bunda mau menyelesaikan piring ini dulu setelah itu bunda pergi membeli perlengkapan untuk kita di rumah, apa kamu mau ikut nak?" ajak Hayati dengan ramah.


"Tapi Zizi masih tidur bun, kalau dia terbangun tidak ada kita di rumah bagaimana? Alsha takut dia nangis," ucap Alsha pula.


Tidak berapa lama Hayati siap mencuci piring lalu dia mengajak Alsha untuk ke kamar Zizi berniat membangunkannya.


Saat mereka berdua berada di depan kamar Zizi lalu Alsha berusaha pelan menepuk berulang kali tubuh Zizi namun tidak ada respon karena Zizi sangat terlihat lelah sehingga panggilan Alsha tidak ia dengar.


"Bunda baru ingat, semalam Zizi berada di kamar bunda sampai larut karena bermain dengan robotnya dan sekarang dia tertidur pulas begitu," kekeh Hayati sambil bergeleng kepala. "Biarkan saja dia tidur nak mungkin saja kita pulang Zizi belum tentu sudah bangun, yuk kita pergi sekarang," ajak lembut Hayati meraih lengan Alsha.


"Baiklah bun, semoga saja dia belum bangun sewaktu kita tidak ada ya bun," turut Alsha pula yang ikut bergerak mengarah keluar dan tak lupa juga Alsha menutup kembali pintu kamar.


Akhirnya mereka berdua berjalan ke arah ruang tamu untuk pergi belanja.


"Mau kemana kau?" tanya mertuanya seketika terlihat santai duduk membaca majalah.


"Mau beli perlengkapan untuk di rumah ma," sahut Hayati sejenak berhenti dalam langkahnya.


Sesaat Shopia melemparkan secarik kertas yang sudah tertulis untuk kebutuhan pribadinya. "Jangan ada sampai yang terlupa," santainya ia berkata demikian tanpa melihat mereka.


"Baik ma saya pamit dulu," turut Hayati yang masih saja sopan melihat sikap mertuanya itu lalu ia memungut kertas yang di lempar ke atas meja.


Setelah perbincangan itu keduanya pun pergi dari hadapan Shopia.


Dari kejauhan Shopia melirik tajam ke Alsha yang sempat menoleh kebelakang.


"Ck, dasar gembel!" dengusan Shopia serta decakan yang terlontar dari mulutnya itu.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Cintailah anak yatim maka dia akan mendoakan kebaikan untukmu ❤️