Aku, Khanza

Aku, Khanza
Menu Ayam Goreng


...♡♡♡...


Tatapan tajam dari sudut mata Nathan mengubah suasana isi ruangan menjadi terasa seperti saat berada di salju seakan kita memijak salju itu bertelanjang kaki.


Betapa dingin dan bekunya andai kita memijak salju tanpa alas kaki, tentu saja itu yang di rasakan oleh Alsha saat tatapan mata terlontar dari wajah Nathan si balok es. Yeap, lidah Alsha masih saja menjulur terasa kaku tidak bisa dia masukkan kembali dengan mata yang masih menatapnya itu.


"Hei, apa yang kau perbuat? apa kau sedang mengejek aku?"cetus Nathan mulai melangkah untuk dekat dengan Alsha.


Alsha mulai mundur saat Nathan melangkah ke depan mendekatinya.


Sepintas Alsha memiliki ide yang cemerlang agar si balok es tidak merasa bahwa dirinya sedang di ejek.


Alsha memutarkan tubuhnya tetapi lidahnya masih terus menjulur, terlihat seperti sedang menari tarian piring dan entah mengapa itu bisa terlintas di otak Alsha, mungkin saja Alsha sudah bingung apa yang harus di perbuatnya lagi.


"Hei, hei apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? kau menari dengan lidahmu keluar seperti itu?" petikan jari Nathan terdengar keras bahkan ia membuang nafas kasar melihat tingkah Alsha itu.


"Berhentilah! atau kau mau aku lempar dari rumah ini?" sambungnya lagi terasa jengkel melihat tingkah Alsha yang tidak normal baginya.


Akhirnya Alsha berhenti dari tarian piringnya kemudian ia berdiri dengan gugup sekali dan memasukkan kembali lidahnya perlahan.


"Hehehe, ma -maafkan aku! apa kamu tidak tahu? kalau sekolah kita sedang mengadakan tarian daerah?" tanya Alsha mencoba berusaha santai dengan tawanya yang memaksa itu padahal terlihat kikuk sekali.


"Ckk, sudah lah! kau jangan mencari alasan, sejak kapan sekolah kita mengadakan tarian seperti tadi? sungguh tidak normal sekali," celetuk Nathan pula ia kembali meneruskan langkahnya meninggalkan Alsha dengan wajah memerah.


"Eh tunggu, cepat banget sih jalannya," gumam Alsha dengan gerutu mengejar langkah Nathan.


.


.


.



Tepat di sebuah ruangan yang sudah tersusun dengan rapi sekali, ada beberapa buah kursi yang mengelilingi meja kaca bahkan sudah terpenuhi dengan menu makan malam.


Astaga.... 🤣🤣


Telinga Nathan langsung merespon bunyi keroncongan dari perut Alsha yang ada di belakangnya.


Nathan si balok es menahan tawanya supaya tetap terlihat cool dan santai, padahal di dalam batinnya dia sudah sangat kekeh bahkan jingkrak kalau itu bisa ia lakukan.


Alsha yang memegangi perutnya itu melirik Nathan karena dia tidak mau Nathan mendengar bunyi perutnya, tentu saja sudah terdengar jelas oleh si balok es apalagi suara keras begitu siapa yang tidak bisa mendengarnya.


"Hihihi, syukurlah! aku rasa dia tidak mendengarnya sama sekali," gumam Alsha pelan sambil cekikikan membungkam mulutnya sendiri.


Apakah dia fikir aku budeg? tuli? tidak bisa mendengar suara perutnya itu? ya Tuhan, mungkin orang yang tuli pasti akan lebih jelas mendengarnya! batin Nathan memegangi ujung hidungnya sambil bergeleng kepala sepintas melirik Alsha yang masih mengikutinya dari belakang.


"Waaahh..." Terdengar suara riuh Alsha saat melihat menu makanan sudah lengkap di atas meja makan.



"Hei, kau tunggulah di sini aku akan membawa kakek ku kembali," imbuh Nathan bergerak pergi begitu saja.


Alsha tidak menyahut ucapan Nathan itu ia bergerak mengarah pada meja makan yang sedari jauh sudah terlihat Ayam goreng kesukaan adiknya.


Kakinya berhenti setelah ia sampai di meja makan rasanya ia ingin menghabiskan semua makanan itu dalam sekejap, harum dari masakan itu membuat dirinya sungguh sangat lapar karena sedari siang pergi dari rumah belum mengisi perutnya, ya wajar saja Alsha mengeluarkan liurnya melihat makanan lezat di depan mata.


Entah apa yang merasuki Alsha, sehingga ia mencomot ayam goreng itu dan duduk di lantai.


Astaga... tingkah apalagi ini🤣🤣


Tetap ikuti terus cerita seru lainnya dan yang pasti hanya di 'Aku, Khanza' jangan sampai ketinggalan kisah mereka❤️


^^^To be continued^^^


^^^🍂 Aiiwa 🍂^^^