Aku, Khanza

Aku, Khanza
Rasa Perhatian Lebih Dari Segalanya...


...♡♡♡...


Krasak


Krusuk


Swasshh


Drapp


Nathan sudah lebih dulu memanjat ke atas dengan kelincahannya sehingga ia kini telah berada jauh dari keduanya yang masih berada di bawah dan sekarang giliran Amel yang akan memanjat menggunakan tali yang sudah di lalui oleh Nathan sebelumnya.


"Mel, apa kau membutuhkan bantuan ku?" tanya Devan tepat berada di sebelah Amel karena ia melihat gadis itu sudah tampak keringatan setelah ia mendongak ke atas melihat Nathan yang sudah berada di ketinggian.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri," balas Amel sengaja berkata demikian supaya dia tak terlihat gugup dari balik wajahnya itu.


Oh tuhan... kenapa ini tinggi sekali jaraknya untuk sampai ke atas sana! batin Amel terlihat terus menyeka keringat di dahinya sebab ia belum pernah melakukan atraksi memanjat tali dengan jarak yang tinggi seperti yang di lakukan oleh Nathan barusan.


"Apa kau yakin Mel? atau kita barengan saja naik ke atas supaya aku berada di bawah mu," saran Devan kini membuat Amel seketika tampak malu serta kedua pipinya merah muda.


"Ogah?! kau fikir aku anak kecil yang harus di jaga?" cetus Amel pula terdengar sedikit protes pada Devan bahkan Amel tampak seringai di balik bibirnya itu.


Akan tetapi Devan hanya tersenyum simpul ketika mendengar ocehan Amel barusan lalu ia membuang nafas kasar dari mulutnya. "Baiklah kalau begitu aku akan pegangi talinya dari bawah, ingat Mel kau harus fokus memegang talinya dan injakkan kaki mu pada selah-selah tali ini, kau sudah paham Mel?" lontaran Devan membuat Amel merasa jengah.


"Ckk, Iyah... Nyerocos terus seperti bebek!" omelan Amel kembali terdengar oleh Devan sebab Amel merasa kalau Devan sudah sangat berlebihan dalam perhatiannya itu.


Devan masih tak ingin membalas omongan Amel sedari tadi sebab akan panjang urusannya kalau ia sempat melakukan hal tersebut.


Sementara Amel sudah tampak untuk bersiap menaikkan kakinya dengan memasukan ke selah tali dan kini kakinya sudah menginjak bagian selah tersebut lalu ia gerakkan tubuhnya menaikkan satu kaki lagi ke selah yang lain dan tak berapa lama ia menoleh ke bawah tempat Devan sedang berdiri menunggunya memanjat. "Van, kau harus pegang kuat talinya jangan sampai bergerak, oke!" titah Amel dengan tegas bahkan sangat terasa oleh Devan kalau kaki Amel sudah gemetaran namun ia menahan rasa ketakutannya tersebut dari ocehannya itu.


"Ya, kau fokus saja manjat! aku pasti akan memegangnya dengan kuat," balas Devan yang sudah tampak sedikit mendongakkan kepalanya melihat Amel kini menggantung di tali.


Setelah mendengar lontaran dari Devan dalam sejenak Amel mengalihkan wajahnya ke arah pegangan tali di tangannya serta memfokuskan dirinya untuk memanjat walau perlahan sedikit demi sedikit ia bergerak dengan lebih tenang sehingga ia berhasil membuang rasa takutnya tersebut sehingga ia saat ini sudah hampir mencapai ke atas tempat Nathan menunggu.


Happp


Nathan pun menangkap tangan Amel untuk membantunya karena ia sudah melihat Amel berkeringatan.


Drapp


"Kenapa kalian lama sekali berada di bawah? apa kalian sedang berdialog?" sindiran Nathan membuat Amel mengepalkan kedua tangannya seketika saat ia baru saja menyeka keringat di dahinya.


"Aku itu wanita! sudah pasti takut memanjat sampai ketinggian begini karena memang aku tak pernah melakukan hal ekstrim seperti ini," gerutu Amel hingga ia mengerutkan wajahnya saat Nathan menatap dirinya dengan santai.


"Ohya? aku baru sadar kalau kau seorang wanita," gumam Nathan dengan berkata pelan setelah ia membalikkan tubuhnya serta melenggang ke arah lain.


Ucapan yang terlontar dari mulut Nathan terdengar samar di telinga Amel sehingga ia menautkan kedua alis matanya. "Kau bilang apa barusan?" serang Amel pula setelah ia berlari mengejar Nathan yang berlalu darinya dengan menghadang Nathan bahkan Nathan tampak menaikkan sebelah alis matanya karena melihat Amel sudah berada di hadapannya.


"Aku tak mengatakan apapun! memangnya aku ada berbicara?" kilah Nathan terlihat biasa saja bahkan menaikkan kedua bahu ketika menjawabnya serta tampak kedua tangannya sudah ia masukan ke dalam saku celana.


"Wooii?! bantu aku cepat," suara yang terdengar lelah itu membuat keduanya menoleh secara bersamaan lalu dengan sigap Nathan berlari mendekati Devan yang sudah terlihat kewalahan namun Amel masih cemberut karena Nathan tidak menjawab pertanyaan darinya.


Saat ini Nathan sedang berusaha menarik kedua lengan Devan sekuat tenaganya itu supaya Devan bisa terbantu sampai ke atas walau hanya satu pijakan lagi.


Yeap, kini ketiganya sudah bergabung di atas lalu Nathan menarik kembali tali tersebut dengan cepat serta ia menggulungnya kembali dan ia letakkan di tempat lain yang tak dapat terlihat oleh siapapun.


Devan masih terlihat mengibaskan bajunya karena ia merasa lelah dan gerah serta terus menyeka keringat yang mengucur di bagian wajah tampannya itu.


Sementara Amel masih berdiam diri melihat Devan berkeringat seperti itu karena dia belum pernah menyaksikan Devan dalam kondisi kelelahan bahkan sempat terfikir olehnya kalau Devan tak kalah jauh tampannya dari Nathan sehingga merona lah kedua pipi Amel tanpa ia sadari


"Khem! ayo ikuti aku sekarang," titah Nathan seketika pula sebab ia sudah melihat kalau Amel terkesima saat menatap ke arah Devan makannya Nathan sengaja membuat Amel tersadar dari lamunannya itu.


Nathan pun berlari sembari celingukan karena tempat mereka berada saat ini merupakan kolam renang rumah Shopia yang paling atas sebab Nathan juga melihat ada beberapa kursi yang tersusun rapi lengkap dengan mejanya dan di tutupi oleh sebuah tenda payung di atasnya.


Devan maupun Amel tampak sudah bergerak mengikuti Nathan dengan berlari secara bersama.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Rasa perhatian dari seseorang terhadap kita itu salah satu bukti kalau ia masih perduli terhadap kita maka itu saling sayang menyayangi lah antar keluarga, sahabat, teman, pasangan atau siapa saja yang selalu berada di dekat mu ❤️