
...♡♡♡...
Seusai permohonan Taro pada Dani malam itu Taro pun rela di hukum oleh Dani sebab Khanza sudah membuatnya kesal makanya Taro yang akan menanggung kesalahan tersebut padahal Khanza berkata apa adanya namun Dani tidak menerima apa yang di katakan oleh Khanza terhadapnya sementara itu Khanza telah melarang Taro supaya tidak menanggung semuanya akan tetapi Taro tetap bersikeras untuk menghadapi Dani sehingga Taro di pukul berkali-kali di bagian punggung badannya oleh Dani dengan memakai batang kayu berukuran sedang.
Baik Zizi maupun Khanza menutup kedua mata mereka ketika Taro di pukuli oleh Dani sementara Zizi hanya meneteskan air matanya melihat Taro mengerang kesakitan sebab Taro sudah memilih menanggung semuanya untuk Khanza bahkan saat ini Khanza tak bisa berkutik karena jika Khanza melangkah sedikit saja untuk menghentikan Dani kemungkinan hukuman bisa lebih lama lagi itulah peringatan Dani terhadap Khanza juga Zizi akan tetapi orang-orang yang berada di sekitar mereka tak berani menyaksikannya sebab mereka takut jika terkena imbasnya makanya mereka memilih untuk tetap tenang dan hanya mendengarkan suara Taro yang merintih kesakitan.
Ya allah, apakah dunia memang sekejam ini? sehingga tak ada lagi rasa belas kasihan terhadap sesamanya bahkan terhadap anak kecil pun tega melakukan hal seperti ini? batin Khanza meringis sehingga ia bisa merasakan kepedihan yang di rasakan oleh Taro saat ini.
Seusai Dani merasa sudah puas memukuli Taro lalu ia pun mendorong Taro hingga terpental mengarah tepat di hadapan Khanza juga Zizi serta dengan sigapnya Khanza menangkap tubuh kecil Taro agar tidak sampai mengenai batu yang berada di dekatnya namun ketika Taro di tatap oleh Khanza ketika itu Taro hanya melontarkan senyuman kecilnya seakan dia mengatakan baik-baik saja melalui senyum kecilnya tersebut sementara Khanza sudah hampir ingin menangis tetapi ia masih tetap berusaha melawan air matanya supaya tak menetes.
Tak berapa lama Khanza menggendong Taro di belakang punggungnya untuk membawanya ke tempat lain serta Zizi juga ikut berlari tepat di belakang kakaknya dan sementara Dani hanya tersenyum menyeringai ketika Khanza berlari membawa Taro bahkan tak ada sedikitpun rasa kasihan Dani seusai memukuli Taro.
.
.
.
Daun seledri bisa menjadi solusi untuk menghilangkan bekas memar karena pukulan yaitu dengan ambil 1 genggam seledri segar hancurkan lalu taruh di atas luka memar dan balut dengan perban atau biarkan saja tertempel jadi seledri akan membantu mengurangi peradangan, inflamasi, mengurangi rasa nyeri, serta menyembuhkan memar lebih cepat.
Yeap setelah Khanza melihat bekas memar yang ada di punggung Taro ia pun segera mencari daun seledri yang pernah ia pakaikan pada adiknya beberapa bulan lalu sebab ia mendapatkan ilmu tersebut dari pelajaran biologinya maka dari itu sedikit banyaknya ia mengetahui soal tumbuhan dan kegunaannya.
Di karenakan tempat tinggal mereka berdekatan dengan sebuah warung yang menjual segala jenis bahan sayuran kemungkinan ada juga menjual daun yang sedang di cari oleh Khanza itulah pikirnya sebab itu ia menghampiri warung tersebut sembari memegang erat tangan adiknya sehingga ia merasa lega karena pemilik warung mengatakan " ada " lalu tanpa di sadari ternyata Khanza belum mengambil uang yang di berikan oleh Dani sebelumnya makanya ia terus saja merogoh semua kantong baju serta celananya namun tidak ia dapatkan.
"Ada apa kak?" tanya Zizi sejenak ia menoleh ke arah kakaknya yang sedang gelisah mencari sesuatu.
Tanpa membalas ucapan dari kakaknya tak berapa lama kemudian Zizi merogoh kantong celananya sebab ia mempunyai uang lima ribu yang sebelumnya di berikan oleh Wandi padanya. "Nih kak. Zizi ada uang yang sebelumnya kakak suruh simpan jadi pakai uang ini saja kak," imbuh adiknya pula sehingga terlontar lah senyuman manis di wajah Zizi.
"Alhamdulillah Zi syukurlah kalau begitu uang ini bisa berguna di saat mendesak," balas Khanza dengan melepaskan nafas leganya serta ia meraih uang tersebut kemudian ia berikan pada pemilik warung untuk membeli daun yang di maksud olehnya tak berapa lama pemilik warung memasukkan daun tersebut ke dalam sebuah plastik serta memberikannya pada Khanza walaupun tidak ada kembalian akan tetapi cukup untuk menutupi memar yang ada di punggung Taro itulah pikir Khanza.
Setelah usai ia mendapatkan daun tersebut lalu ia beranjak dari warung dengan berlari serta memegang erat lengan adiknya supaya tak terlepas darinya.
Sesampainya Khanza dan Zizi di tempat sebelumnya tampak Taro sudah kian menuggu kedatangan mereka sehingga Taro melebarkan senyumnya menatap ke arah mereka.
Khanza pun langsung membuka bungkus plastik tersebut karena ia tak ingin membuang waktu dan mengambil semua daun seledri yang ia beli sebelumnya dari warung tadi lalu ia remas secara kuat dengan kedua tangannya hingga daun tersebut menjadi hancur sehingga menyatu dengan yang lainnya begitulah usaha Khanza untuk membalas kebaikan yang telah di lakukan Taro untuknya.
Setelah daun seledri hancur semuanya kemudian Khanza pun membuka sebagian baju Taro supaya memudahkan dirinya untuk melaburkan daun seledri tadi di bagian punggung Taro.
"Taro daun ini akan memberikan rasa dingin di punggung mu jadi tidak akan perih karena kakak memilih obat herbal ini supaya memar mu bisa cepat membaik," cakap Khanza yang berbicara dari arah samping melirik Taro sudah kian tersenyum padanya serta anggukan kepala. "Baiklah anak pintar, sekarang kakak akan menempelkan daun ini di punggung mu."
Seusai Khanza mengatakan hal demikian barulah ia menempelkan daun tersebut sedikit demi sedikit secara perlahan pada area yang terlihat memar saja bahkan Taro tampak menggeliat sebab ia tak pernah merasakan sentuhan dari siapapun apalagi kalau Taro di pukuli oleh Dani ia hanya membiarkan saja dengan membaik sendirinya.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Uang yang kau berikan sekecil apapun akan sangat di butuhkan oleh orang yang sedang membutuhkannya dan tidak harus bernilai besar karena pemberian itu tidak di ukur dari besar kecilnya melainkan keikhlasan hati di saat kau memberikannya ❤️