
...♡♡♡...
Klakk
Kreekk
Terbuka lebar pintu rumah Shopia setelah bunyian bel dari luar terdengar olehnya sehingga ia melihat seorang lelaki asing berdiri di hadapannya saat ini dengan pakaian yang sangat rapi tampak seperti pengusaha sukses bahkan sedang memegang sebuah tas di tangannya itu.
"Maaf apa benar anda bernama nyonya Shopia?" tanya Wandi dengan ramah sehingga Shopia menautkan kedua alis matanya karena lelaki tersebut mengetahui namanya.
"Ya benar dengan saya sendiri, kalau boleh tahu kau siapa?" balasnya pula berbalik bertanya serta ia terus menatap penampilan Wandi dari atas hingga bawah.
"Saya akan menjelaskan pada nyonya detailnya karena saya sekretaris dari perusahaan Mega Bank yang sedang anda pakai sekarang, apa benar nyonya menyimpan uang di Bank tersebut?" timpal Wandi terlihat sangat meyakinkan serta terus melontarkan senyuman ramahnya itu.
Aku tak pernah menyimpan uang di Bank itu, tapi kenapa namaku di sebut olehnya? batin Shopia terlihat heran namun ia menjadi terbawa arus rencana dari Wandi.
"Mhh, ya benar saya memang menyimpan uang di Mega Bank."
Shopia sengaja berkata begitu karena ia merasa penasaran ada apa lelaki tersebut mencari nama yang sama dengannya.
Tepat sasaran! batin Wandi pula yang terlihat tanpa reaksi berkata demikian sehingga ia masih memberikan senyum ramahnya pada Shopia.
"Kalau begitu memang anda lah yang saya cari sedari tadi dan hampir saja saya salah menemukan alamat rumah nyonya," imbuh Wandi terlihat menggaruk kepalanya lalu tawa kecilnya dengan sengaja ia melakukan itu supaya Shopia percaya dengan ucapannya barusan. "Perkenalkan nyonya nama saya Jordan," bungkuknya dengan sopan hingga ia terus saja bersikap ramah.
"Memangnya direktur kalian ada perlu apa mencari nama saya?" bertanya kembali sembari mengatupkan kedua tangan di dada dan bersandar di bagian pintu.
"Begini nyonya, saya mencari nyonya atas perintah direktur kami karena nyonya mendapatkan hadiah istimewa dari perusahaan kami dan lebih lanjutnya saya akan memberikan berkas yang akan nyonya tanda tangani untuk di berikan kembali pada direktur serta bukti serah terima hadiah atas nama nyonya sendiri," katanya pula panjang lebar.
"A -apa? hadiah?" tercengang lah Shopia ketika mendengar ucapan hadiah atas nama dirinya sehingga ia menganga seakan tak percaya namun ia melihat sikap Wandi terlihat sungguh-sungguh berkata demikian.
"Ya nyonya sebuah hadiah atas nama nyonya Shopia," seru Wandi kembali meyakinkan tanpa rasa canggung sebab ia tak ingin tugas yang di berikan Nathan padanya menjadi gagal.
"Ka -kalau begitu masuklah! kita bicara di dalam saja," kini Shopia kelabakan sendiri serta sangat terlihat bahwa dirinya begitu antusias setelah mendengar kata hadiah.
"Terimakasih nyonya," tutur Wandi pula melontarkan tawa kecil di bibirnya.
Setelah ia di persilahkan masuk oleh Shopia kemudian ia berjalan mengikuti Shopia dari belakang dan di saat yang bersamaan ia berdehem beberapa kali untuk memberi aba-aba pada Nathan sebab ia sudah berhasil menarik perhatian dari Shopia.
.
.
.
Wandi di persilahkan duduk oleh Shopia dan di beri minum oleh pengurus rumah mereka serta Shopia juga memanggil Kino berulang kali makanya di saat Kino sedang berada di kamar Hayati lalu ia segera turun menghampiri ibunya.
Tap
Tap
"Ada apa ma?" tanya Kino yang tampak sudah berada di samping ibunya serta ia pun melirik ke arah Wandi yang menatap ke arahnya. "Siapa orang ini ma?" lanjut Kino pula sekilas ia melihat Wandi sudah tersenyum tipis padanya.
"Saya Jordan dan kedatangan saya di sini untuk memberi hadiah pada nyonya Shopia," katanya lagi mengulang kembali serta tampak senyuman lebar yang ia lontarkan.
"Hadiah apa?" tanya Kino menautkan dahinya.
"Karena nyonya Shopia sudah setia di perusahaan kami dengan menyimpan uang pada Mega Bank oleh sebab itu direktur kami ingin memberi hadiah istimewa pada nyonya Shopia," balas Wandi membuat Kino menoleh pada ibunya sehingga ia di buat bingung atas pengakuan dari Wandi tersebut.
"Mega Bank apa? mama tidak per-"
Baattss
"Awww! ahh, sakit ma!" jerit Kino seketika karena kakinya di injak oleh ibunya sendiri di saat ia belum selesai berbicara.
Shopia menoleh ke arah samping memberi tatapan tajam serta wajah amarahnya karena hampir saja Kino membuka suara maka dari itu dia membungkam mulut Kino dengan menginjak kakinya barusan.
"Hahah, maklum saja ya! dia ini tidak tahu menahu soal saya menyimpan uang di mana, jadi silahkan lanjut," cakap Shopia pula dengan kepalan tangannya karena ia geram melihat kebodohan anaknya itu tak pernah hilang.
"Kino kau duduklah karena ibu memanggilmu kesini bukan untuk banyak berbicara dan mungkin saja tanda tangan mu di butuhkan di sini, bukankah begitu bapak Jordan?" setelah ia berkata demikian pada Kino kemudian ia menoleh pada Wandi serta senyuman lebarnya.
"Ya nyonya, anda benar karena ada sebagian berkas membutuhkan tanda tangan dari pihak keluarga," turut Wandi mengiyakan serta membalas senyuman Shopia padanya. "Oke nyonya sekarang saya akan menjelaskan pada nyonya apa saja yang harus nyonya lakukan," lanjutnya lagi sembari membuka sebuah tas yang ia bawa sebelumnya.
Krasak
Krusuk
Terlihat Wandi membongkar isi dalam tasnya dengan mengeluarkan beberapa lembar berkas dan ia letakkan di atas meja serta kertas kecil yang sudah ada tanda tangan dari seorang direktur, yeap begitulah persiapan dari Nathan seolah itu semua tampak benar adanya.
"Ini nyonya sebuah cek bernilai 100 juta dari direktur kami untuk di berikan pada nyonya," kata Wandi pula dengan menggeser kertas kecil tadi mengarah pada Shopia.
Tak berapa lama Shopia menyambut cek tersebut dan sekarang sudah berada di tangannya. "A -apa aku tidak salah? uang sebanyak ini untuk ku? ya tuhan..."
Keriuhan Shopia itu membuat Kino ikut bergerak mendekati ibunya dan melihat langsung isi cek tersebut.
Dasar wanita mata duitan! anak sama ibunya tak ada beda! batin Wandi berkata demikian saat ia melihat reaksi keduanya yang sudah sangat girang.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Seseorang yang sudah di dasari dengan ketamakan pasti lebih mudah di perdayai daripada orang yang pada dasarnya mampu mengendalikan hawa nafsunya ❤️