Aku, Khanza

Aku, Khanza
Kena Mental


...♡♡♡...


Brukk


Tubuh lelaki suruhan dari Shopia di dudukkan pada sebuah kursi kayu tepat di depan teras rumah Nathan.


"Lepaskan aku! apa yang kalian inginkan dari ku? aku hanya menjalankan tugasku sebagai wartawan saja tidak lebih dari itu."


Teriakan dari lelaki itu membuat Nathan membalikkan tubuh ketika ia hendak ingin masuk ke dalam rumah sejenak Nathan tersenyum tipis ke arah lelaki tersebut dan tentu saja lelaki itu menjadi terheran kenapa Nathan terlihat santai saja padahal dirinya sudah berteriak begitu keras.


Tap Tap


Langkah yang lebar pun tepat mengarah pada sosok lelaki yang duduk dengan kondisi tangan terikat tali supaya tidak memberontak lagi seperti sebelumnya.


"Aku sudah tahu walaupun kau tak mengatakan apapun padaku jadi kau tak bisa menutupinya lagi dariku! apa kau sudah paham?" ucap Nathan menatap tegas ke arah lelaki itu sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya.


Sorotan mata Nathan yang tertuju pada sang lelaki membuat dirinya meneguk air ludahnya sendiri seakan sudah mati kutu.


Apa yang di bicarakan oleh bocah ingusan ini? apa yang dia ketahui? tidak mungkin! bahkan kalau di bilang paranormal juga tidak pantas untuknya! batin si lelaki tanpa dia sadari sudah membuat Nathan menautkan kedua alis mata.


Seketika Nathan melangkah setapak ke arah lelaki itu dengan bungkuk sedikit sambil saling bertatapan kini mata si lelaki berpura melihat ke arah lain seolah dia tak berani untuk menatap mata Nathan yang mempunyai aura membunuh itu.


"Hei bung! nama mu siapa?" tanya Nathan melebarkan senyum kecilnya itu.


"Untuk apa kau bertanya nama ku? tak perlu kau tahu, cepat lepaskan aku! atau tidak kalian akan menyesal telah mengikatku seperti ini!" bentaknya pula dengan melontarkan mata yang penuh kemarahan serta geramnya terhadap Nathan.


"Aku akan melepaskan mu, asal kau mengatakan siapa orang yang sudah membayar mu untuk menyamar sebagai wartawan gadungan?" tanya Nathan pula yang tampak bernego pada lelaki itu.


Sial! apa anak ingusan ini sudah mengetahui semuanya? sang lelaki kini kembali berbicara dalam hatinya bahkan Nathan masih menahan geramnya untuk tidak berkata sarkas pada lelaki tersebut supaya dia bisa mengetahui siapa yang sudah menyuruhnya untuk bersandiwara.


"Ayolah, waktuku sudah tidak banyak untuk berbicara panjang lebar padamu! sekarang kau tinggal mengatakan siapa orangnya maka kau akan aku lepaskan," lanjut Nathan pula yang masih terlihat memberi negosiasi pada lelaki tersebut.


Namun masih saja dia membungkam mulutnya membuat Nathan mengelus pundak lehernya berulang kali sambil membuang nafas kasar.


BUKH DUAAKHH


Bogeman mentah tertuju pada wajah lelaki tersebut.


AAAKKKHHH


Suara yang nyaring karena rasa sakit yang amat di rasakan oleh lelaki tersebut menggema di halaman rumah Nathan walaupun hanya pukulan sekali itu sudah membuat wajahnya bonyok dan hidungnya mengeluarkan darah segar.


Tentu saja pukulan itu terasa sakit karena tubuh Ded kekar sampai tangannya saja mengeluarkan otot yang keras.


Di saat Ded ingin membogem lelaki itu kembali ia pun berteriak sekeras mungkin dengan sangat nyaring.


"Tuaaaaan! ampuni aku, sungguh aku tak ingin mati di sini tolong aku tuan."


Teriakan bercampur tangisan itu sejenak menghentikan langkah Nathan yang kembali membalikkan tubuhnya ke arah lelaki itu. "Cepat katakan siapa orangnya?" tanya santai dari mulut Nathan.


"Aku juga tidak tahu siapa dia yang aku tahu dia seorang wanita berpakaian rapi terlihat seperti orang kaya dan sewaktu aku di jalan duduk dengan rasa putus asa dia memberi ku tugas untuk membayarku uang 5 juta akan tetapi kalau tugas ku berhasil kalau tidak aku tak mendapatkan apapun darinya, maafkan aku tuan karena aku terpaksa melakukan hal ini untuk perobatan anakku di rumah sakit aku juga melamar kerja tidak ada yang mau menerima ku, ampuni aku tuan," ungkap lelaki tersebut dengan panjang lebar sambil tertunduk merasa terpukul mengingat dirinya yang lemah tak bisa berbuat apapun.


Sementara Nathan masih belum percaya pada ucapan lelaki tersebut kemudian ia masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun meninggalkan lelaki itu begitu saja kemudian Ded juga ikut berjalan ke arah rumah berlari menyusul bosnya yang sudah berlalu.


Tangisan dari lelaki itu tampak jelas terlihat karena bejatnya Shopia menggunakan kelemahan orang lain untuk memanfaatkan demi keuntungannya sendiri sehingga orang yang masuk perangkapnya berujung mendapat langsung hukuman atas perbuatan mereka padahal biang keroknya terlihat baik-baik saja.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Tertawalah di atas penderitaan orang lain karena pada suatu saat kau akan di tertawakan oleh orang di sekitarmu, dan ingatlah setiap perbuatan yang jahat akan kalah pada satu kebaikan saja ❤️