Aku, Khanza

Aku, Khanza
Teknik Akupuntur


🍁🍁🍁


Nek Raya di kenal sebagai seorang ahli pengobatan pada zaman masih berusia 50 tahun silam setiap pengobatan yang ia lakukan 80% sembuh dan berhasil sesuai mata bathinnya ia juga bisa melihat dengan sekali sentuhan saja pada titik saraf yang dia tekan melalui telunjuk jari tangannya, namun karena usianya yang sudah renta tak banyak yang datang untuk melakukan pengobatan hanya per orang saja yang di terima nek Raya untuk dia obati.


Ketika ia duduk di sebelah Alsha ia menyeka buih di mulut Alsha dengan menggunakan handuk kecil di basahi air hangat yang dia bawa dari dapur tampak bibir sangat pucat dan mata menghitam seakan orang yang sudah kehilangan nyawanya kini nek Raya mulai merasakan detak jantung Alsha sudah semakin lemah dengan sigap pula nek Raya menekan kedua jarinya tepat di bagian leher Alsha sehingga dia merasakan aliran darah Alsha sudah tersumbat tidak berjalan lancar.


"Zi," panggil nek Raya dari samping dengan lirikan sedih di matanya.


"Iya nek, ada apa dengan Kakak Zizi?" sahut Zizi seketika ia mendekati Alsha dan duduk di depan nek Raya.


"Kakak mu keracunan makanan, apakah kau tau siapa yang meracuni kakakmu ini?" tanya nek Raya sambil terus menekan jemari tangannya di leher Alsha.


Zizi bergeleng kepala hanya tertunduk lesu dan menyentuh lengan Alsha yang dia rasakan sangat dingin.


"Kau anak yang hebat! jika sedikit saja kakakmu tidak cepat di tolong mungkin nyawanya sudah tidak ada," kata nek Raya menyeka air mata Zizi dengan tangannya yang sedikit kasar akibat urat yang sudah sangat tampak.


"Apa nenek benar bisa menolong kakak?" riuh Zizi yang tak berhenti mengeluarkan air matanya.


Nek Raya pun menganggukkan kepala dengan tatapan sedih melihat Zizi berusaha tegar saat itu. "Nenek akan berusaha menolong kakakmu jangan cemas nak," sambut nek Raya membelai rambut Zizi perlahan.


Zizi pun bergerak lari memeluk nek Raya yang sudah mau menyelematkan kakaknya. "Terimakasih nek Zizi sayang nenek," betapa senangnya Zizi sampai dia tak sadar sudah sangat memeluk nek Raya dengan erat.


"Sudah sudah, kau duduklah di situ! nenek akan segera melakukan pengobatan untuk kakakmu," ia menepuk pundak kecil Zizi sesekali hingga terlepaslah pelukan itu dan Zizi pun nurut apa yang di katakan oleh nek Raya.


Nek Raya berusaha berdiri menutup tirai kain yang terpasang di bagian dekat kasurnya ia mulai membuka semua baju yang terpasang di tubuh Alsha sementara itu nek Raya melakukan pengobatan tradisional dengan menggunakan akupuntur untuk menetralkan darah Alsha supaya tidak tersumbat dan setelah itu jarum akupuntur terpasang di seluruh tubuh Alsha tidak berapa lama kemudian Alsha mengeluarkan darah dari mulutnya berwarna kehitaman berulang kali itu Alsha keluarkan dari mulutnya, mulai sedikit hilanglah lingkaran hitam di daerah mata Alsha dan nek Raya juga sedikit senang tersenyum kecil melihat perjuangan Alsha menahan sakit di tubuhnya, pada saat jarum itu tertancap di tubuh Alsha sungguh luar biasa sakitnya tetapi ia tidak merintih sedikitpun itu yang membuat nek Raya tersenyum saat melihat Alsha.


Nek raya berdiri untuk mengambil baju yang tersimpan di lemari milik cucunya itu supaya bisa di pakaikan menutupi tubuh Alsha.


Setelah beberapa saat berlangsung nek Raya menekan kembali kedua jarinya pada bagian leher Alsha di situlah dia mulai merasakan kelancaran darah mengalir pada tubuh Alsha dengan baik begitu pula jantung Alsha yang sedikit normal detakannya, kini Alsha selamat dari racun yang ada di dalam tubuh Alsha sebelumnya.


Setelah itu nek Raya bangkit dari tempatnya untuk membuat ramuan khusus yang akan di minum Alsha membuang semua kotoran racun yang masih tersisa di tubuh Alsha, saat dia keluar dari tirai kain ia melihat Zizi tertidur lelah sekali di atas bangku kayu tempat biasa nek raya duduk dia pun berbalik arah kembali mengambil sebuah bantal untuk Zizi, perlahan dia mendekati Zizi meletakkan bantal tersebut di atas kepalanya begitu pelannya takut kalau sampai Zizi terbangun karenanya.


Setelah itu ia bergerak mengarah ke dapur menggunakan tongkat sambil berjalan dan sesampainya di dapur nek raya mulai meracik sisa bahan yang dia punya di dalam lemari khusus tempat ia menyimpan daun-daun obat saat hendak mengobati pasiennya.


Termasuk salah satu daun Peterseli, tubuh memiliki tiga filter utama yang terletak pada kandung kemih, ginjal, dan hati. Detoksifikasi dalam ketiga organ ini dapat di bantu dengan peterseli, ginjal membantu untuk menyaring produk limbah dan racun dari aliran darah sehingga kandung kemih menyaring cairan dan memaksa mereka keluar dari tubuh. Hati adalah pengusir racun dalam aliran darah, ini berarti ketiga organ tersebut sangat penting dalam proses pengusiran racun dalam tubuh. Peterseli kemudian memainkan peran yang memudahkan proses tersebut, banyak cara yang bisa di lakukan untuk mengolah herbal pengusir racun ini, salah satunya dengan menjadikannya sebagai bahan tambahan resep smoothies hijau yang akan di buat.


Tak lupa juga nek Raya membuat susu putih sedikit kental sebagai obat kedua untuk Alsha setelah semuanya beres di racik, nek Raya kembali lagi ke arah kasur sambil membawa berulang kali karena tidak bisa sekaligus begitu mulianya nek Raya merawat Alsha dengan sepenuh hatinya.


..........


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan:...


Tidak semua manusia menerima keberadaan kita, tapi sebagian manusia lainnya akan mengerti kesusahan orang lain, jika dirinya merasakan kesusahan. ketahuilah jika manusia yang sudah biasa merasakan kesusahan dia tidak akan terkejut lagi untuk saling tolong menolong pada orang yang dia anggap lebih susah darinya. ❤️