Aku, Khanza

Aku, Khanza
Amukan Shopia Yang Tak Terkendali...


...♡♡♡...


Rumah sakit umum Margahayu


Ketika suami dari Shopia di bawa ke rumah sakit kemudian secara langsung di tangani oleh dokter karena kondisinya sudah semakin memburuk dan suaminya itu di pasang berbagai macam alat tuk di lekatkan ke tubuhnya supaya menjadi pertolongan utama untuk menyelamatkan nyawanya.


Ruang UGD.


"Apakah anda istri dari pasien bernama bapak Agung nyonya?" tanya dokter lelaki itu pula.


"Ya benar dok, saya istri dari pasien yang baru saja masuk."


Shopia mulai panik sendiri karena doker itu keluar dari ruang UGD dengan tampang yang sudah kelelahan.


"Mari ikut keruangan saya sebentar nyonya," turut dokter itu lagi dengan mengajak Shopia hingga ia berjalan terlebih dulu lalu tidak berapa lama Shopia mengikuti langkah dokter tersebut dari belakang.


Tibalah mereka di ruang pribadi milik dokter yang menangani suami Shopia setelah berada di dalam ruangan Shopia di persilahkan duduk.


"Saya ingin nyonya lebih sabar lagi setelah apa yang akan saya sampaikan nantinya," ucap dokter tesebut pula kemudian dia menatap ke arah Shopia.


"Sebenarnya ada apa dok? kenapa dengan suami saya?" tanya Shopia yang terdengar tak sabaran serta wajah kegelisahan kelihatan jelas di raut wajahnya.


Dokter itu menarik nafas dalam untuk menjawab pertanyaan Shopia padanya. "Begini nyonya, suami nyonya keracunan obat yang dia konsumsi saat ini sudah melebihi batas anjuran," ungkapnya dengan bersikap tenang supaya Shopia juga ikut tenang sepertinya.


"Obat? suami saya tidak pernah konsumsi obat apapun karena dia tidak pernah ketergantungan obat," kata Shopia sedikit protes sehingga dia tidak membenarkan perkataan dokter padanya.


"Saya sudah memeriksa kondisi suami anda nyonya tidak mungkin salah dalam memeriksanya karena saya mendapati sisa racun yang bercampur dari busa sekaligus bersamaan dengan darahnya dan obat yang melebihi anjuran itu di namakan Asetaminofen/ tylenol, mapap, feverall yang terdapat dalam satu kandungan obat tersebut memang obat kimia ini di gunakan sebagai penghilang rasa sakit bahkan bisa juga menyebabkan kematian jika di gunakan secara berlebih atau tidak tepat dalam penggunaannya justru dapat mengakibatkan gagal hati akut sampai pecah pembuluh darah bagian otak juga ginjal," ungkap dokter tersebut dengan perlahan hingga menjabarkan secara jelas supaya Shopia bisa mengerti ucapannya.


"Apa?!"


Karena dia merasa terkejut seketika dia berdiri dari duduknya sampai suaranya menggema seisi ruangan itu.


Shopia membelalakkan matanya menatap tajam dokter itu. "Tadi dokter mengatakan obat Asetaminofen?" tanya Shopia yang masih tidak percaya dengan penjelasan dokter barusan. "Tidak! dokter pasti salah dan tidak mungkin obat itu masuk ke tubuh suami saya!" amuk Shopia pula yang tidak terima dengan pengakuan dokter padanya.


Lalu dokter itupun ikut berdiri dari kursinya karena Shopia sudah melebihi batasnya. "Duduklah nyonya, jangan berteriak seperti itu dan tenangkan diri nyonya karena saat ini suami nyonya sudah tiada maaf nyonya kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menolong suami anda tetapi saat di ruang UGD jantungnya sudah tidak berdetak lagi, maaf nyonya kemampuan kami tidak melebihi dari tuhan jadi nyonya harus bersabar," turut sang dokter yang tampak sedang mengatupkan semua jemari tangannya terlihat seperti memohon pada Shopia.


BRUUK


Shopia terduduk seketika saat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut dokter itu.


"A -apa yang dokter katakan? suami saya me -meninggal?" lirih Shopia terlihat terdiam sesaat setelah pertanyaannya barusan sehingga kedua bola matanya juga tampak ingin menangis namun dia tahan karena tak ingin di anggap lemah oleh orang lain.


"Maaf sekali lagi nyonya, kami tidak bisa berbuat lebih dari yang nyonya harapkan," timpal sang dokter yang juga tampak merasakan sedih ketika menatap Shopia terdiam.


Tanpa pamit Shopia langsung berdiri dari kursinya dan dengan langkah yang cepat dia menuju pintu untuk keluar.


BAMMM


Tepat di depan ruang UGD tampak Kino sedang menunggu Shopia karena sebelumnya Shopia menghubungi anaknya supaya datang ke rumah sakit padahal awalnya Kino sedang berkomunikasi dengan Hayati ketika dirinya hendak balik pulang sempat berpapasan dengan Hayati makanya mereka berkenalan dan Kino juga mengobrol beberapa saat padanya sampai meminta nomor ponsel Hayati.


Setelah mendengar kabar ayahnya masuk rumah sakit makanya Kino langsung bergegas dengan cepat untuk melihat kondisi ayahnya dan saat dirinya sampai ke rumah sakit ibunya tidak mengangkat ponselnya ketika dirinya menghubungi berulang kali.


Tentu saja Kino bertanya pada perawat yang kebetulan lewat di depannya dengan begitu barulah dia berhasil menemukan ruangan tempat ayahnya di letakkan.


Tap Tap


Terdengar langkah cepat yang sedang menghampirinya lalu Kino menoleh kearah suara tersebut.


"Ma, pa-"


PLAKKKK PLAKKK


Suara tamparan keras berulang kali tepat di wajah Kino


"Dasar anak bodoh! kau jelas bukan anakku, kau bodoh! di mana kau letakkan otakmu itu? hah! tugas kecil saja kau tidak bisa bereskan, sekarang kau membunuh ayahmu sendiri, kau bunuh ayahmu Kino..." semburan serta teriakan kuat membuat seluruh orang yang berada di dekat mereka jadi ikut menyaksikan kemarahan yang membludak dari Shopia.


"Nyonya tenang, ini rumah sakit jangan membuat keributan yang bisa menganggu ketenangan pasien," tegur seorang perawat wanita ketika tak sengaja lewat di depan mereka.


"Diam kau! apa mulutmu mau aku sumpel kain hah! pergi kau," amuk Shopia pula yang sudah tidak bisa di hentikan.


"Kalau anda tidak bisa mendengar terpaksa saya panggilkan satpam," kata perawat itu lagi dengan sikap beraninya.


Ketika Shopia berniat ingin menampar perawat itu malah di tahan Kino secepat mungkin.


"Maaf nona, saya akan menenangkan ibu saya," turut Kino yang masih menahan lengan ibunya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi," ucap perawat yang sempat melirik Shopia yang mentap sinis ke arahnya.


Perawat itupun berlalu pergi dari mereka.


PATSSS


Tentu saja Shopia menepis kuat tangannya yang di tahan oleh Kino sebelumnya dan begitu terlihat jelas wajah Kino keringat dingin ketika melihat tatapan ibunya yang dalam sekejap akan kehilangan nyawanya.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan : ...


Hukuman dari tuhan itu jelas dan nyata dan dia tidak akan bosan memberikan hukuman atas perbuatan manusia itu sendiri sampai makhluknya kembali padanya di jalan yang benar ❤️