Aku, Khanza

Aku, Khanza
Pertunjukan Yang Baru Saja Dimulai...


...♡♡♡...


Sorotan mata Chelsea tak terlepas dari ocehan yang di lontarkan oleh wanita yang mengaku namanya Jolie itu berasal dari amerika dan tak tanggung-tanggung ia ingin memeras perusahaan milik Chelsea dengan tuduhan wajahnya telah rusak akibat kosmetik yang di buat oleh Chelsea akan tetapi sampai saat ini Chelsea masih ingin melayani sandiwaranya sampai tuntas makanya Tina juga selalu menyentuh bahu kanan Chelsea supaya dirinya bisa bersabar sedikit lagi.


"I also don't know why my face is like this after using your cosmetics madam," ocehannya kembali terdengar membuat Chelsea mulai jengah mendengarnya.


"How long have you been wearing it?" tanya Chelsea terlihat menumpukan dagunya di jemari tangannya sambil menatap lurus ke arah wanita tersebut.


"It's the first time I've used it and look now my face is so damaged," keluhnya pula seolah terlihat kesal bahkan dia menunjuk ke arah wajahnya sendiri.


Akan tetapi Chelsea malah tersenyum kecil menatap tingkah wanita itu seakan dia ingin membuka suara lebih cepat dan membungkam mulut si wanita dengan segepok uang.


"What makes you smile? don't you feel guilty because of your cosmetics my face is like this?" tanya si wanita dengan nada protes karena ia tidak terima Chelsea tersenyum padanya seolah menghina wajahnya itu.


"Of course I'm surprised to see your face looks damaged for a long time even though you said it was new at the beginning," jawab Chelsea pula sedikit lantang namun masih santai.


"My face is already damaged because of your cosmetics do you think I'm making up stories? I don't even have time for that," cetusnya pula mengalihkan wajah ke arah lain setelah ia melontarkan ucapan demikian.


"Alright then, so what do you want from me?" tanya sejenak dari Chelsea ia pun tersenyum simpul ke arah samping melirik Tina yang sudah mulai jengah juga melihat wanita tepat berada bersama mereka saat ini.


"Just ask your secretary what you have to do and I don't need to explain anymore," monolognya pula menatap ke arah Tina sesaat.


"Of course!" balas Chelsea dengan singkat lalu ia menoleh ke arah samping. "Tina pergilah katakan pada koki dapur untuk segera menyiapkan sesuatu di atas meja," ucap Chelsea secara berbisik namun masih terdengar oleh wanita itu.


Si wanita tadi berpura menggeser kursinya untuk mendengar bisikan dari Chelsea lalu ia sekilas mendengar nama koki.


Sejenak usai ucapan Chelsea pada Tina lalu ia beranjak dari tempatnya berlari kecil dengan mengarah lurus ke arah dapur sementara itu Chelsea melirik dari samping ke arah si wanita dan menunjukkan senyuman tipisnya.


Dalam beberapa saat beberapa koki dan seorang perempuan muda berjalan ke arah mereka dengan membawa makanan lezat serta melenggang secara bersamaan kemudian sesampainya mereka di dekat meja bergantianlah mereka menyusun sajian tersebut di atas meja.


Tentu saja itu semua sudah di rencanakan oleh Chelsea karena orang amerika biasanya sangat familiar dengan makanan berbau tiram justru itu dia memilih menu seperti orang amerika pada umumnya.


Tanpa di sadari wanita itu sudah menutup hidungnya ketika melihat makanan yang di sajikan di atas meja seolah dia merasa mual makanan tersebut aneh ya tentu saja karena dia belum pernah menyantap menu tiram apalagi dengan tampilan sajian seperti itu.


"Oh noo! what kind of food smell is this it tastes bad like my stomach wants to throw up?" ia bertanya seakan tak sadar telah berucap demikian sehingga membuat Chelsea bersender dan mengatupkan kedua tangan di dada menatap lurus ke arah wanita itu.


"Wow, don't you know american food? This is an amazing food that is often eaten by Americans," celetuk Chelsea yang semakin puas dengan sikap wanita itu karena sang wanita sudah mulai keluar watak aslinya.


"Of course I know but I never eat it because I'm very allergic to the smell of seafood," jawabnya pula kelabakan seakan ingin pergi dari situasi itu secepat mungkin. "So i just choose this," katanya lagi sambil menarik sebuah piring berisi sandwich daging sapi berbalut roti dan itupun dia terpaksa ingin memakannya karena aslinya ia alergi dengan daging sapi akan tetapi dia berusaha tenang di depan Chelsea supaya tidak di curigai.


Sorotan mata Chelsea masih saja terus mengarah pada wanita itu kemudian dia tersenyum tipis menoleh ke samping sehingga Tina melihatnya dengan jelas kekejaman Chelsea yang sesungguhnya sudah mulai tampak.


Sementara Tina masih mengelus pundak lehernya berulang kali karena ia ingin melepas tawanya sehingga ia tertunduk dan sesekali ia mengalihkan wajahnya untuk melepas tawanya itu.


"Kalian boleh kembali dan kamu tetap di sini," titah Chelsea pula menunjuk ke arah perempuan muda yang sebelumnya membawa sajian bersama para koki lainnya.


"Baik nyonya kalau begitu kami pamit dan selamat menikmati sajian anda nyonya," turut para koki pula dan bungkuk secara serentak lalu mereka bergerak bersamaan berjalan ke arah dapur.


Dalam beberapa saat semua koki pun berlalu pergi dan tibalah saatnya pertunjukan di mulai, yeap begitulah benak Chelsea yang sedari tadi memperhatikan si wanita hanya memegang sendoknya tak bergerak sedikitpun.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Berbohonglah demi kebaikan tapi jangan berbohong untuk kepentingan diri mu sendiri sebab akan mencelakai dirimu nantinya ❤️