
...♡♡♡...
"Kak... Zizi sangat haus," rengeknya setelah bermain serta bercanda gurau dengan kakaknya sebab mereka berdua tak tahu harus melakukan apa karena apapun tak ada yang bisa di masak ataupun di makan makanya cuma bisa berdiam di kamar sementara Juna pergi entah kemana.
Sedari tadi Khanza memanggil Juna tak di sahut sedangkan rumah sudah di kunci dari luar.
"Iya sebentar kakak lihat dulu di dapur ada air tidak yang bisa di masak," jawab Khanza sembari berjalan ke luar dari kamar dan meninggalkan Zizi.
Khanza berjalan hingga ke arah dapur dan ia melihat tidak ada perlengkapan apapun untuk memasak air.
Klak
Klak
Terdengar suara bunyi pintu dari luar makanya Khanza langsung berjalan ke arah depan dan melihat Juna orang yang tak ia kenal masuk dengan membawa sebuah air mineral dalam botol di tangannya.
"Dik, kau sedang apa dari dapur?" tanya Juna melirik ke arah belakang sebab ada sebuah lemari tempat mereka menyimpan narkotika sekaligus minuman miras makanya ia bertanya demikian.
"Oh itu pak, aku sedang melihat alat untuk memasak air ternyata tidak ada karena adik ku sedang kehausan," kata Khanza sekilas ia melihat sorotan mata Juna selalu ke arah belakang dapur.
"Memang di rumah ini tidak ada apapun dan ini saya sudah membeli minuman untuk kalian berdua jadi berikan pada adikmu," ucap Juna sembari tersenyum ramah pula kemudian Khanza menerima botol mineral tersebut dari tangan Juna.
"Terimakasih pak," turut Khanza secara sopan.
Juna balas manggut namun setelah Khanza berlalu pergi darinya ia pun lagi-lagi menunjukkan senyuman seringai di balik topeng wajahnya tersebut.
"Setelah kalian minum air itu aku jadi bisa sedikit lebih santai sambil menunggu bos datang, hoam... Mataku ngantuk jadinya!" gumam Juna sambil berjalan ke arah luar pintu rumah sedang terlihat meregangkan otot tubuhnya lalu ia mengunci pintu kembali supaya ia bisa merebahkan tubuhnya sebentar.
"Ini Zi, minumlah! tadi pak sopir berikan ini pada kakak," imbuh Khanza setelah ia membuka tutup botol mineral dan memberikan ke tangan adiknya.
"Kakak tidak minum?" tanya Zizi sebelumnya ia melihat Khanza sedang melamun ketika usai memberikan botol minuman padanya.
"Ah, kakak tidak haus jadi kau saja yang minum nanti kalau kakak haus juga akan minum," jawab sang kakak sebab ia merasa gelisah bahkan hatinya sedang tidak enak saat ini apalagi Juna yang menyamar sebagai sopir itu sudah beberapa kali mengunci rumah dari luar dan mengurung mereka di dalam serasa mereka sedang di culik dan tak di biarkan untuk keluar dari rumah itu, begitulah sedari tadi yang di fikirkan oleh Khanza
Gluuk
Glukk
Beberapa kali Zizi meneguk minuman itu dan hampir setengah dia meminumnya.
"Bagaimana? apa sudah merasa lega?" tanya kakaknya pula sebab ia melihat adiknya begitu haus sampai dalam sekejap menghabiskan air botol hingga setengah.
"Baguslah kalau kau merasa sudah enakan," balas sang kakak membuang nafas leganya pula.
"Hoaamm," seketika Zizi menguap dan air mata keluar dari pinggiran matanya.
"Bukankah kau tadi sudah tidur di dalam mobil? kenapa bisa mengantuk lagi?" tanya sang kakak sembari mengerutkan dahinya.
"Tidak tahu kak, hoaamm! Zizi rasanya sangat ngantuk, Zizi tidur lagi ya kak!" celotehnya pula sehingga dalam hitungan detik adiknya itu sudah terkapar di atas kasur terlihat seperti orang yang tidak pernah tidur itulah pandangan mata Khanza.
Aneh, kenapa Zizi jadi begini? Zizi tidak pernah terusan tidur kalau sudah tidur sekali dia tak akan bisa tidur lagi. Batin Khanza berkata demikian sambil melihat adiknya yang telah pulas dalam rebahannya lalu ia melihat ke arah air mineral yang sudah di minum oleh Zizi sebelumnya dan entah mengapa ia mulai curiga dengan air tersebut.
Meong
Meooonggg
Entah dari mana asalnya ada se-ekor kucing masuk ke dalam kamar Khanza yang sedang terbuka lebar lalu ia berdiri dan memeriksa pernafasan di bagian lubang hidung Zizi sebab ia ingin memastikan adiknya memang hanya lagi tertidur kemudian ia menutup rapat pintu kamarnya.
"Mpuss, puss..."
Khanza terlihat sedang mengarahkan kucing tersebut supaya lebih dekat padanya sehingga kucing itupun mendekatinya lalu Khanza membuka pelan mulut si kucing tadi dan memberikan kucing itu air mineral bekas minuman dari botol milik Zizi.
Setelah ia selesai memberi kucing itu minum tak berapa lama kucing tersebut sedikit menjauh darinya dan dalam sekejap kucing tersebut sedang mencari posisi aman untuk merebahkan tubuhnya kemudian kedua matanya pun tertutup barulah Khanza berjalan ke arah si kucing tadi dengan memeriksa pernafasannya memang masih biasa tapi dia sesekali mengganggu kucing tersebut namun tidak ada respon seolah itu terjadi juga pada adiknya.
"Apa yang sudah tercampur dalam minuman ini?" gumam Khanza pula merasa makin aneh sebab ia sudah membuktikan pada kucing itu setelah ia memberikan minuman tersebut.
Dalam beberapa langkah ia menuju pintu kamar berniat untuk menguncinya tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh sosok yang sedang memegang gagang pintu kamarnya itu seperti ingin di buka.
Krieeett
"Apa ada orang?" ucap seorang lelaki sedang membawa botol minuman miras di tangannya apalagi sudah dalam keadaan setengah sadar, yeap lelaki tersebut merupakan pak adam yang sudah kian ada di depan mata Khanza bahkan kedua alis mata Khanza bertautan melihat sosok tersebut terlihat seperti ayahnya namun ia masih meragukan penglihatan kedua matanya itu.
"Abi?"
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Tidak semua orang bisa kau jebak dengan masuk dalam kejahatan mu karena setiap manusia mempunyai akal pikiran masing-masing tanpa kau sadari kau yang akan terjebak dalam perbuatan mu ❤️