Aku, Khanza

Aku, Khanza
Lain Di Mulut Lain Di Hati


🍁🍁🍁


Ting Tong


Bunyi bel berulang kali di depan pintu rumah Hayati terdengar jelas sampai ke dalam.


"Siapa itu malam-malam begini datang ke rumah? sebentar ya sha bunda buka pintu dulu," turut Hayati demikian ia pun bangkit dari duduknya dan melenggang ke arah pintu.


Terlihat keduanya masih berdiri saling bertatapan lalu serentak memalingkan wajah.


Alsha tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan antara Nathan dan Devan. "Kalian kenapa hanya berdiri saja? duduklah, apa kaki kalian tidak merasa pegal terus berdiri?" tanya Alsha dengan nada rendah sambil menatap keduanya.


Krekk


Suara pintu terbuka lebar.


"Malam Tante," tegur ramah dari Amelia yang melambai tangan sambil tersenyum manis.


"Egh, Amel ternyata! tante kirain siapa? ayo masuk," sambut hangat dari balik wajah Hayati saat kedatangan Amelia.


Hayati membuka jalan untuk Amelia masuk ke dalam rumah.


"Alsha di mana tan? apa dia ada di rumah?" celoteh Amelia sambil celingukan saat Hayati menutup kembali pintu.


"Ada di dalam masuklah," turut Hayati berjalan lebih dulu di depan Amelia.


Sesampainya mereka di ruang tengah Amelia membelalakkan matanya karena melihat Nathan dan Devan berdiri bersebelahan tepat di depan Alsha.


"Siapa Bun?" tanya Alsha yang masih tidak melihat keberadaan Amelia di belakang Hayati.


Hayati hanya tersenyum kecil tanpa menjawab pertanyaan Alsha.


"Alsha...." Teriakan Amelia seketika memeluk tubuh Alsha dengan begitu erat.


"Uhuk uhuk! Amelia dada ku sesak kau peluk begini, cepat lepaskan!" gerutu Alsha menggeliting kesakitan.


"Loh, kepalamu kenapa? kok bisa sampai di plaster begini? kau terjatuh?" cocot Amelia membuat keduanya menahan tawa baik Nathan maupun Devan.


Amelia tersadar bahwa dirinya sedang di tertawai. "Hei, kalian! kenapa Alsha bisa sampai begini? pasti kalian yang sudah buat Alsha terluka di kepala begini, kan?ayo ngaku kalian." Amelia berdiri sambil menunjuk ke arah ke duanya dengan lantang.


Spontan Hayati terkekeh dengan aksi Amelia yang tampak garang itu karena keberadaan Amelia suasana menjadi sedikit berwarna apalagi Hayati mengenal Amelia saat dirinya sedang mengantar Alsha ke sekolah di saat itu pula Hayati senang melihat Amelia berteman dengan Alsha.


"Sudah sudah, jangan ribut terus! Amel, apa kamu sudah makan?" tanya Hayati pula sambil memegang lengan kiri Amelia.


"Belum tan, Amel ke sini memang ingin mengajak Alsha pergi makan tetapi melihat kondisi Alsha begini, yaa terpaksa tidak jadi deh!" keluh Amelia tampak sedih dan terlihat jinak di depan Hayati.


"Tante akan pesan makanan untuk kita, kalian mau makan apa?" tanya Hayati meraih ponsel pintarnya.


"Ah tidak tante, saya harus segera pulang karena hari sudah semakin malam." Nathan menolak dengan halus namun dia sempat melirik Devan yang tidak berkata apapun.


Sejenak Devan melirik ke arah Nathan dengan sinis. "Tidak, Devan masih ingin di sini tante." Turutnya pula dengan santai melihat Hayati tanpa menghiraukan reaksi Nathan.


Lelaki tidak tahu malu! pakai rok saja kau! sudah jelas mereka perempuan semua kau malah di sini lelaki sendirian, dasar lelaki tak punya rasa malu! batin Nathan membabi buta di balik diamnya ia melontarkan tatapan tajam ke arah Devan namun orang yang di tuju malah tersenyum santai melihat Hayati.


Nathan bertambah geram karena melihat sikap yang di tunjukkan oleh Devan itu, kini tanpa berfikir panjang lagi Nathan melihat Hayati seketika.


"Maaf tante saya tidak jadi pulang, tiba-tiba saja perut saya terasa lapar." Kata Nathan pula berkata demikian tanpa dia sadari Alsha menahan tawanya.


Bukankah tadi katanya sudah kenyang? kenapa jadi bilang terasa lapar? batin Alsha melirik Nathan yang berkata demikian.


Hayati sampai bergeleng kepala melihat tingkah konyol keduanya, ia juga sudah menyadari kalau Nathan dan Devan sedang berargumen entah memperebutkan apa namun Hayati masih memantau, sejenak ia terfikir untuk melakukan sesuatu hal yang akan memecah rasa penasarannya itu.


"Oh ya Nathan, bukankah di sekolah kalian tidak saling menyapa? Tante lihat kalian terlihat kompak hari ini." Hayati mencoba mengetes keduanya karena ia ingin melihat bagaimana reaksi Devan saat Hayati berkata demikian.


"Ah, kami saling bertegur sapa kok tante, mungkin itu hanya kabar burung saja! Iya kan Devan?" monolog Nathan menatap ke arah Devan dengan tersenyum terpaksa tampak memelas.


Nathan memberi isyarat pada matanya supaya Devan mau bekerjasama dengannya membuat Hayati tidak curiga pada mereka yang terus berselisih paham.


"Iya Tante, kami berdua berteman kok! apalagi di sekolah juga kami saling bertegur sapa." Turut Devan juga terpaksa mengikuti aturan dari permainan Nathan.


Alsha dan Amelia menahan tawanya sungguh mereka di buat terkekeh sekali karena melihat reaksi penuh keterpaksaan itu, andai saja Hayati tidak ada di dekat mereka mungkin Amelia sudah sangat terbahak-bahak mengeluarkan tawanya, jelas saja kalau di sekolah mereka berdua sering bertengkar berbanding terbalik dengan apa yang mereka katakan saat ini.


"Okeh sekarang tante mau pesan makanan dulu, kalian tunggu di sini! tante bereskan meja makan di belakang." Kata Hayati pula menerima penjelasan dari keduanya sambil melirik ke arah Alsha yang masih menahan tawa dengan menutup hidungnya.


"Bun, Alsha ikut." Turut Alsha pula langsung berdiri dari duduknya.


"Amel juga ikut."


Yeap keduanya di tinggal begitu saja dan ketiganya berlalu pergi.


Nathan dan Devan saling bertatap muka dengan begitu sinisnya, bahkan Devan melontarkan mata yang sangat tajam mengarah pada Nathan.


"Pulang sana!" celetuk Devan.


"Kau saja yang pulang!" balas Nathan dengan lantang.


"Aku temannya Alsha, dan kau siapa?"


"Aku orang yang menyelamatkan Alsha! catat itu!" santainya Nathan berkata seperti itu dan meninggalkan Devan di belakangnya.


Begitu geramnya Devan mendengar ocehan yang terlontar dari mulut Nathan sehingga ia mengerutkan bibirnya dan mengepalkan kedua tangannya tampak ingin meninju Nathan saat itu juga.


..........


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^