Aku, Khanza

Aku, Khanza
Berita Hoax Buat Geger


🍁🍁🍁


Tap Tap


Langkah kaki yang cepat membuat mata Alsha berputar hingga menoleh 180°C ke arah Nathan si balok es, ia juga melihat wajah Nathan yang kian memerah entah mengapa.


"Tunggu!" teriak Alsha dengan cepat saat Nathan berjalan hendak mengarah ke rumahnya.


Kemudian Nathan menghentikan langkahnya dan tersenyum di balik wajahnya yang tidak terlihat oleh Alsha.


"Apa kau memanggilku? katakan saja apa yang kau mau?" dia berbicara tanpa melihat Alsha dan hanya melirik dari samping dengan ekspresi santainya.


Tentu saja Alsha di buat geram oleh sikap Nathan seperti itu, seolah dirinya tidak di hiraukan bahkan bibirnya sedikit cemberut.


"Ka -Kau mau kemana?" tanya Alsha mulai ragu dengan ucapannya terasa mulutnya kaku sekali.


"Ya masuk lah! mau ngapain lagi? Bukankah kau tidak mau aku antar?" balik bertanya dan masih tidak melihat Alsha di belakangnya. "Cepat katakan, apa yang kau inginkan? aku sudah lelah!" celetuk Nathan pula mengalihkan wajahnya tanpa ketahuan kalau dirinya sedang menahan tawa untuk menguji kesabaran Alsha.


Kini Alsha tertunduk lesu seolah hanya bisa pasrah pada keadaan. "Ah mak -maksud mu, aku pulang sendiri? hmm kira-kira di daerah sini ada bus atau taksi tidak?" kini Alsha mulai merendahkan suaranya dan tertunduk lemas tampak kikuk berbanding terbalik dengan dirinya yang tadi sempat menolak ajakan Nathan, dia fikir Nathan akan membujuknya untuk masuk ke mobil tetapi ternyata itu hanya sepenggal drama yang di ceritakan oleh temannya Amelia.


Alsha membuang nafas pelan dan mengambil nafas lagi karena dirinya tidak tahu mau mengatakan apalagi sungguh drama itu hanyalah ilusi belaka, itulah pikiran Alsha saat ini.


Nathan membalikkan tubuhnya dan melihat Alsha berulang kali membuang nafas kasar tertunduk lesu, tentu saja itu akan menjadi kesempatan Nathan untuk berakting mengerjai Alsha.


"Hmm sepertinya tidak ada kendaraan di sini, dan aku dengar di daerah sini juga sering ada perampokan,penjualan organ dalam, kalau tidak salah beberapa hari yang lalu ada mayat yang di temukan di sekitar sini. Sepertinya daerah sini jadi lebih seram dari yang aku bayangkan." Nathan membuat bulu kuduk Alsha merinding dengan ucapannya itu, Alsha terpelongo dan mengelus kedua pundak lehernya berulang kali.


"A -apa kau tidak lagi bercanda?" rasa gelisah Alsha semakin menjadi bahkan ia sambil celingukan ke arah luar gerbang rumah Nathan sehingga terdengarlah debaran jantung Alsha saat itu.


Pfft apa kau tau Alsha? kau menggemaskan kalau ketakutan seperti ini! batin Nathan membuat wajahnya sama persis dengan film horor bahkan dia bisa menyembunyikan wajahnya untuk menahan senyum, ternyata Nathan hebat soal itu.


"Apa kau tidak bisa melihat wajahku yang seserius ini? apa aku harus menceritakan lebih detail la- ."


"Tidak! sudah cukup, aku tidak ingin mendengar cerita yang seperti itu!" kilah Alsha langsung menyergap ucapan yang belum di selesaikan oleh Nathan.


Saat Alsha tertunduk lesu dan gelisah Nathan memalingkan wajahnya hingga tertawa kecil tanpa sepengetahuan Alsha.


.


.


Jahat bener ini si Nathan 🤣 kena karma entar kamu Nathan😂


Lanjut lagi❤️


.


.


"Apa tak ada lagi yang ingin kau tanyakan? biar aku masuk ke dalam," imbuh Nathan pula membuat Alsha menaikkan kepalanya seketika.


Lagi-lagi Alsha mengambil nafas pelan dan membuangnya. "A -aku!"


"Apa? aku sudah lelah, apa aku bisa masuk?"


"Ehm, tunggu!" sergah Alsha mulai panik karena Nathan ingin bergerak pergi darinya.


Saat Nathan bertanya Alsha masih belum menjawab bahkan ia memejamkan matanya entah apa yang Alsha fikirkan lagi saat itu, sudah pasti ia merasa malu untuk menjilat air ludahnya sendiri yang menolak di antar oleh Nathan.


"Kenapa terdiam? apa aku di sini hanya menunggu mu berdiri saja? atau aku akan ma- ."


"Bisakah kau mengantarku pulang? aku mohon." Alsha berbicara cepat layaknya roket yang terbang ke angkasa dalam waktu singkat, bahkan ia menyatukan semua jemari tangannya terlihat seperti kucing yang begitu imut sedang memohon pada tuannya.


"Khem, apa yang kau katakan? aku tidak dengar!" monolog Nathan berdehem dengan sengaja.


"Apa perkataanku kurang jelas?" mata yang kini tampak berkaca-kaca seolah ingin menjerit saja sambil menatap wajah Nathan terus.


Karena tidak tahan melihat ekspresi Alsha akhirnya Nathan mengalihkan wajahnya. "Ya, akhir-akhir ini telinga ku sedang bermasalah." Ucap Nathan sambil mengusap kedua telinganya, demikian pula membuat Alsha menautkan kedua alisnya.


"Hufhh, sekarang kau dengarkan baik-baik! aku tidak akan mengulanginya lagi, apa kau bisa mengantarku pulang?" sebenarnya Alsha tak ingin mengatakan hal itu tetapi mau bagaimana lagi kegelisahan yang membuatnya jadi mengalah pada Nathan dan sengaja berkata dengan nada sedikit tinggi supaya Nathan mendengarnya.


Kejadian yang menimpa dirinya tadi bersama kakek Panji membuat Alsha tak ingin mengambil tindakan gegabah lagi, mungkin saja dia trauma pada preman yang menculiknya.


"Khem, cukup! aku sudah dengar, sekarang masuklah." Nathan meninggalkan Alsha begitu saja dan di balik wajahnya itu tersimpan kekehan yang amat dia tahan hanya tawa kecil yang bisa dia lakukan supaya tidak mencurigakan.


Sudah? begitu saja? ternyata tidak sulit untuk membujuknya, baguslah kalau begitu aku jadi bisa pulang dengan aman! batin Alsha mengelus dadanya terlihat sedikit ceria melihat Nathan luluh seperti es yg mencair.


.


.


Yaelah, kamu gak tau aja Nathan sedang ngerjain kamu Alsha 🤣 berita hoax itu, nyahok dah kalau ketauan si Nathan ngerjain si Alsha, wkwkw. Heheh🤭


..........


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^