
Sorotan mata tajam Alsha ketika itu terus menatap kedua preman yang masih memegang uang miliknya ia berdiri di salah satu pot bunga besar dan tampaklah sebuah batu berukuran sedang tepat berada di bawah kakinya.
Entah mengapa niat Alsha ingin mengambil batu itu dan segera melemparkan ke arah mereka sangking geramnya melihat wajah keduanya yang membuat hatinya merasa jengkel.
"Heii kalian! sini kalau berani," teriak Alsha seakan menantang walau ia sedikit jauh dari mereka.
"Oi anak ingusan! apa kau mau memberi kami uang lagi? hahahh! ternyata kau anak yang penurut rupanya," gelak tawa serentak dari keduanya membuat Alsha jengah.
Di saat mereka saling berpandang mata sejenak Alsha meraih batu yang tadi sudah ia perhatikan dan ia pun langsung menyembunyikan di balik tubuhnya.
Alsha sengaja tersenyum supaya tidak menunjukkan kecurigaan pada ke dua orang itu, mereka pun malah melangkah mendekati Alsha yang sebentar lagi akan menghantam preman itu memakai batu yang sudah ada di genggaman tangannya.
"Kemarikan uangmu cepat! kami tidak mau memaksa anak kecil," senggak preman yang bernama Beng itu.
"Rasakan ini!" berang Alsha menghantam kepala keduanya dengan batu tadi dan merampas uang yang ada di tangan salah satu preman tersebut.
Bugh
Aaaghhh
Arghhhh
Keduanya mengerang kesakitan hingga muncrat lah darah dari kepala mereka tetapi sungguh itupun tidak membuat mereka lemah, mereka masih mampu mengejar Alsha yang sudah menimpuk ke duanya dengan batu secara keras.
"Kurang aj*r dasar anak sia*an! berani sekali kau pada kami, ayo kejar dia Beng!" gerutu temannya yang satu lagi bernama Abeng berteriak tampak sangat kesal.
Alsha mencoba menghampiri kakek yang sudah ketakutan masih terduduk di sebuah kursi dengan kondisi gemetaran mendengar pergaduhan mereka.
"Kek, yuk cepat! kita kabur sebelum mereka mengejar kita lebih dekat," panik Alsha meraih tongkat kakek itu dan memegangnya, kakek tersebut ia papah hingga seluruh tenaga ia kuras bagaimana pun caranya.
"Jangan kabur kalian." Teriak keduanya.
GEDEBUG
Sebuah lemparan sepatu milik Abeng mengenai kepala si kakek yang sedang di bawa lari oleh Alsha.
"Kek, kakek tidak apa apa? mana yang sakit kek?" gelisah Alsha semakin ketakutan melihat si kakek terjatuh tak berdaya karena lemparan tadi membuat si kakek pingsan tak sadarkan diri.
"Udah Beng! kita tangkap anak itu dan bawa ke markas," ajaknya pula sambil berlari mendekati Alsha yang sedang kebingungan mulai begitu panik.
Kalau dia tinggal kakek itu sendirian sudah pasti nyawa sang kakek akan terancam.
Alsha berdiri dari tempatnyasementara itu kedua preman berhasil mendekati Alsha yang sudah terlihat menyerahkan diri.
"Akhirnya kau menyerah juga ternyata kau gadis kecil yang cukup berani dengan kami berdua," masih dalam kekehan yang membuat Alsha mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Apa yang kalian inginkan? aku tidak punya uang!" teriak Alsha dengan begitu keras namun ke duanya malah biasa saja.
"Beng!" isyarat mata yang di berikan oleh Abeng dari samping.
Sebuah sapu tangan dia keluarkan hingga mendekap mulut Alsha secara kuat awalnya Alsha masih memberontak tetapi karena ada sesuatu di dalam sapu tangan itu makanya Alsha pingsan tak sadarkan diri lagi.
Tos
Ketosan tangan mereka mengartikan bahwa telah berhasil membuat Alsha tenang pada akhirnya Abeng menggendong Alsha dan meninggalkan kakek itu seorang diri tergeletak di ruas jalan sungguh tega sekali mereka berbuat hal demikian kepada orang yang lebih lemah dari mereka.
Markas Abeng dan Beng.
Bruk
Alsha di lemparkan begitu saja di tempat tidur dengan kondisi masih pingsan membuat keduanya tergiur dengan tubuh Alsha dan wajahnya yang sangat cantik itu.
"Beng kau deluan atau aku yg deluan?" imbuh Abeng membuat negosiasi terlebih dulu.
"Kita langsung saja berdua menikmati tubuh gadis kecil ini karena aku yakin anak ini sudah remaja yang pasti tubuhnya nik*at! hahahah," gelak tawa dari keduanya membuat Alsha mulai menggerakkan pelupuk mata namun tak dapat mendengar apapun.
..........
Apa yang terjadi selanjutnya pada Alsha? kita nantikan terus kisah 'Aku, Khanza' jangan sampai ketinggalan ❤️
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^