Aku, Khanza

Aku, Khanza
Bunga Kasturi


🍁🍁🍁


Pelayan rumah yang tengah menyiapkan perlengkapan untuk Alsha dan pelayan itu juga memberikan baju terusan berwarna cream dengan motif bunga tulip, hingga kerudung pashmina warna coklat susu yang akan menutupi kepalanya. Entah mengapa Alsha berfikir bagaimana Nathan bisa mengetahui ukuran bajunya, pada saat sang pelayan sedang berada di kamar mandi Alsha malah terbengong sendiri sambil memperhatikan baju yang di pegangnya tetapi ia tak mau berfikir hal buruk tentang Nathan kemudian dia meletakkan kembali baju itu di atas tempat tidur dan melenggang mendekati kamar mandi yang sudah di persiapkan untuknya.


"Semuanya sudah beres nona di bathtub sudah saya hangatkan airnya dan memberikan parfum bunga kasturi khas rumah ini jadi aromanya buat nona rileks, silahkan masuk nona." Pelayan itu sangatlah ramah membuat Alsha tidak berkutik dan tidak dapat bicara lagi.


Sejenak setelah pelayan itu pergi ia menutup kembali pintu kamar dengan rapat.


Alsha langsung melangkah untuk memasuki kamar mandi tersebut.



Aroma parfum bunga kasturi sangat menyekat masuk ke dalam hidung Alsha dia benar-benar merasa nyaman sekali saat berada di depan pintu kamar mandi itu.


"Apa benar ini kamar mandi yang di sediakan untuk tamu? semewah ini? lalu bagaimana dengan kamar mandi pemilik rumahnya? apakah berlapis emas?" gumam Alsha hingga ia bergeleng kepala tidak menduga dengan kemewahan rumah Nathan.


Alsha segera memasuki bathtub yang berisi air hangat terlihat tidak terlalu penuh hanya setengahnya saja yang terisi, sehingga dia merasa tidak puas dengan air itu ia mengisi kembali sampai penuh menggunakan keran yang bersatu pada bathtub itu.


Kini Alsha memasukkan tubuhnya dengan berendam selama beberapa menit ia pun membersihkan tubuhnya memakai sabun cair khas bunga kasturi juga sungguh Alsha terheran dengan pemilik rumahnya yang sangat menyukai bunga kasturi.


Ia memejamkan matanya sebentar sambil menyapukan seluruh tubuhnya memakai kedua tangannya setelah beberapa saat, Alsha tersadar sudah banyak memakan waktu untuk berendam makanya dia keluar dari bathtub dan mengambil handuk kimono yang sudah tergantung di sebelah ruangan tertutup.


Karena rasa penasaran itu ia membuka ruangan tersebut tanpa ada yang menguncinya, gagang pintu dia pegang erat sehingga terbuka lebar lah ruangan aneh menurut Alsha.



Tubuhnya dapat merespon kehangatan yang di miliki ruangan itu bahkan ia benar-benar merasa nyaman dan rileks sekali yang di rasakan oleh Alsha, karena dia merasa penasaran makanya dia masuk ke dalam ruangan itu dan menutupnya kembali.


Yeap, ruangan itu sering di lihat oleh Alsha saat menonton tv itu merupakan ruang sauna dengan suhu panas dan kering yang di gunakan untuk membantu tubuh mengeluarkan keringat dan membakar lebih banyak kalori, sauna juga menjadi salah satu cara untuk merelaksasi tubuh juga penghilang stres.


"Untuk pertama kalinya aku masuk ke dalam ruangan ini, sebelumnya cuma lewat tv saja beruntung mereka yang memiliki segalanya sedangkan aku cuma anak angkat yang di berikan tumpangan untuk hidup." Alsha menghembus nafas kasarnya dia juga berfikir sudah banyak menyusahkan Hayati sepintas di benaknya ia juga ingin membahagiakan Hayati lewat dirinya.


Alsha terus melangkah menuju kursi panjang yang sudah tersedia dia kini duduk dengan menyenderkan tubuhnya sesaat dia merasa begitu nyaman dan hal-hal yang mengganggu pikirannya seketika hilang begitu saja. Alsha sangat menikmati sensasi hangat yang di berikan ruangan itu untuk tubuhnya, ia memejamkan mata perlahan terbayang wajah Zizi yang sudah hampir seharian tidak di lihatnya.


"Astaghfirullah pasti Zizi sedang cemas sekarang, aku harus cepat ganti baju dan pulang ke rumah." Alsha kelabakan seketika itu dia berlari tanpa melihat jalan di depannya.


GEDEBUG


Aaaaahhhh.....


..........


Apa yg terjadi pada Alsha? ikuti terus cerita mereka ya❤️❤️ selalu tunggu di 'Aku, Khanza' jangan sampai terlewatkan ❤️


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^