
🍁🍁🍁
Keheningan melanda suasana tegang itu, bahkan Alsha masih terus melihat merk air mineral yang tidak merespon sikap Nathan saat memandangi dirinya seolah Alsha tidak merasa bersalah sudah membuat Nathan kesal karena akibat sikapnya.
"Khem, mau sampai kapan kita berdiri di sini? apakah kau mau aku mati kelaparan menunggumu melihat botol minuman itu?" celetuk Nathan pula membuat Alsha membulatkan matanya.
"Minuman ini begitu segar dan terasa enak di perut, apakah saya bisa minta satu botol lagi?" pinta Alsha tanpa ragu pula mengalihkan pembicaraan.
Krik krikk
Bunyi jangkrik lewat seketika.
Di saat Alsha melontarkan perkataan itu Nathan si balok es malah memijat kedua alis matanya, dia sungguh tidak menduga dengan kepolosan Alsha padanya.
"Nanti aku berikan lagi dan sekarang kau ikutlah denganku! kau sudah membuang waktuku di sini," cetus Nathan pula yang merasa sebal karena Alsha tidak melihat responnya oleh sebab itu ia akhirnya berjalan lebih dulu menghindari Alsha.
Kini Alsha mulai bergerak mengikuti langkah Nathan sambil celingukan tidak melihat ke arah depan.
Dasar balok es! rasanya aku ingin memukul kepala mu, kau sangat cuek! sombong, angkuh, huuu! batin Alsha ngedumel sendiri hingga ia menggerakkan sebelah tangannya seperti ingin memukul kepala Nathan.
Ckittt
Kaki Nathan tiba-tiba saja berhenti seketika.
Bugh
Kepala Alsha mengenai punggung Nathan setelah kakinya juga ikut berhenti.
"Aww," desis Alsha pula mengusap dahi kepalanya.
"Kenapa kamu berhenti?" keluh Alsha yg terlihat kesal.
Nathan berbalik dengan menoleh melihat Alsha.
"Kau mengutukku di dalam pikiran mu itu? jangan kau fikir aku tidak tau isi kepala mu ini." Nathan menyentil jidat Alsha lalu menyambung langkahnya lagi.
Hah? apa dia sebangsa cenayang? bagaimana dia bisa tahu aku sedang memakinya? batin Alsha mulai mengamati perawakan Nathan dari jauh.
Oh tidak! jangan-jangan dia sebangsa dukun? bisa jadi, mana mungkin dia tahu isi hatiku! membatin kembali sambil mengelus kepalanya sendiri akibat sentilan yang dia terima.
"Apa kau belum merasa puas memaki ku?atau kau mau aku menyentil kepala mu lagi?" ucap Nathan tanpa melihat Alsha.
"Ah ti -tidak kok, siapa yang memaki mu?" elaknya pula terdengar gugup seolah berusaha santai.
Mata Alsha masih saja lasak tidak mau melihat ke arah depan, hingga dia melihat sebuah ruangan yang begitu elegant dan mewah membuat dirinya merasa kagum dengan keluarga Nathan.
Alsha melihat sebuah ruangan yang bisa di katakan ruang untuk menyambut tamu, cahayanya tetap terang meskipun sudah di waktu malam hari apalagi baru pertama kalinya Alsha melihat rumah semegah dan semewah itu dalam hidupnya, sehingga terlintas di benaknya akan membahagiakan Zizi dengan membeli rumah seindah milik Nathan.
.
.
"Waw, ini rumah apa tempat tinggal para pejabat?" gumam Alsha tanpa di sengaja terdengar oleh Nathan.
"Aku bukanlah pejabat, aku hanya anak yang akan meneruskan usaha keluarga ku," monolog Nathan ketika itu Alsha melihat dengan tatapan rasa penasaran melirik dari belakang.
"Memangnya keluarga mu memiliki usaha apa?" tanya Alsha pula sambil mengikuti langkah kaki Nathan.
Namun, Nathan enggan membalas pertanyaan itu ia terus saja berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Kenapa si balok es ini terdiam? apakah keluarganya mafia? UPS! aku salah lagi, ya tuhan pasti dia tahu apa yang aku katakan barusan! gerutu Alsha dengan menahan sesak di dadanya.
"Kau akan tahu siapa keluarga ku, yang pasti jangan terlalu dekat dengan ayahku nantinya! karena dia tidak sama dengan kakek ku," ungkap Nathan terdengar ambigu di telinga Alsha membuat penasaran.
"Apa yang kamu katakan barusan? saya tidak mendengarnya," kini Alsha bergeleng kepala tidak memahami arti ucapan Nathan sebenarnya.
"Aku dan kamu, bisakah kita lebih santai saja? kau boleh memanggil nama ku, apa kau mengerti?" tegas Nathan terdengar seperti memerintah.
Enak saja! memangnya kamu siapa? di sekolah saja kita tidak pernah saling menyapa, bweeek! Alsha membatin sambil menjulurkan lidahnya di belakang Nathan.
Secepat kilat Nathan membalik badannya, yeap ia pun melihat Alsha sedang mengeluarkan lidahnya karena mengejek dirinya.
..........
Hahahah 🤣😅 apa yang akan terjadi pada mereka berdua? apakah Nathan akan marah besar dengan sikap Alsha itu?
Tetap ikuti kisah cerita yang pastinya akan lebih seru lagi. hanya di 'Aku, Khanza' jangan sampai ketinggalan ❤️
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^