
...❁❁❁...
...FLSHBACK PANJI DAN SHOPIA ...
🍁 Beberapa tahun silam di saat Shopia bekerja sebagai MUA di perusahaan Agency Modeling Management milik keluarga Austin 🍁
Ruang pribadi MUA ( Shopia )
Tok Tok
"Ya, silahkan masuk pintunya tidak di kunci," sahut Shopia dari dalam yang tampak sedang sibuk merapikan alat make upnya.
Langkah kaki yang memasuki ruangannya itu adalah Panji Faldo pemilik perusahaan tersebut.
"Oh tuan, ada apa ke ruangan saya?" tanya Shopia bungkukan badan setelah ia tahu yang masuk itu bosnya.
Ketika itu Panji Faldo dan Shopia memiliki perbedaan jarak umur 5 tahun saja sehingga di waktu Shopia bekerja dengannya wajah mereka sama-sama terlihat masih muda.
Setelah sambutan dari Shopia yang terdengar sopan itu makanya Panji duduk di bangku sofa sambil mengangkat satu kaki kanan di atas kaki kirinya.
Panji Faldo merupakan publik figur yang sangat tersohor di kalangan masyarakat karena menjadi modeling papan atas saat ini dia juga tengah naik daun sehingga model lainnya tidak bisa menandingi dirinya kalau sudah naik ke panggung, apalagi style yang dia pakai selalu di desain khusus olehnya sendiri tanpa campur tangan dari desainer lainnya, karena dia sudah menjadi desainer itu sendiri makanya dia mampu membangun perusahaannya sekarang untuk terus mengembangkan karir sampai ke anak cucunya nanti.
BRAAKK
Lemparan sebuah laptop berukuran sedang tepat di atas meja kaca begitu mengejutkan bathin Shopia saat itu, matanya yang melebar melihat sebuah video berdurasi 10 menit membuatnya tampak sangat gelisah.
"Apa kau bisa melihat dengan jelas video ini? apa kau butuh kaca mata pembesar supaya terlihat makin jelas lagi?" tanya Panji sedikit berkata nyeletuk di telinga Shopia.
"Tidak tuan, saya sudah melihatnya dengan jelas," turut Shopia yang tampak ciut di depan Panji.
Video yang di tunjukkan oleh Panji itu ternyata aksi Shopia ketika memasukkan cairan kimia ke dalam sebuah botol krim dengan mencampurkannya menjadi satu, karena ia tak ingin memiliki saingan dan harus dia lah satu-satunya orang yang menjadi MUA di perusahaan itu.
Pernah suatu hari masuk karyawan baru untuk melakukan make up pada seorang model baju pengantin ketika itu Shopia sangat tidak suka karena ada orang yang berusaha menggantikan dirinya makanya dia nekat melakukan apa saja bagi penghalangnya.
Kejadian yang sama terus berlanjut sehingga Panji begitu penasaran makanya dia membayar orang seolah berpura menjadi pengantar minuman untuk Shopia serta melengketkan kamera kecil berupa cctv di salah satu bajunya supaya merekam kelakuan jahat Shopia karena di saat Shopia melakukan aksinya dia selalu menghapus pertinggal dari rekaman cctv ruangannya entah bagaimana cara dia melakukan itu semua yang pasti kejadian model setelah di make up oleh karyawan baru selalu berujung hancur di wajahnya sampai harus di rawat makanya hal yang serupa membuat Panji menjadi curiga dan akhirnya dari rasa kecurigaannya itu terjawab sudah setelah cctv kecil berhasil merekam perbuatan keji Shopia.
Saat ini Shopia hanya terdiam kaku tunduk tak berani menatap wajah Panji karena video itu sudah jelas adalah dirinya sendiri.
BRUKKK
Shopia menumpukan kedua kakinya menahan tubuhnya sambil tertunduk lesu seolah tak dapat mencari alasan.
"Maafkan saya tuan, saya sudah melakukan hal jahat! saya tidak bermaksud membuat celaka model kita, saya hanya tak ingin ada saingan saja," jawabnya pula terdengar mencari alasan supaya Panji percaya padanya.
"Apa kau fikir ini perusahaan mu? sehingga tidak ada yang boleh bekerja di sini? tak seharusnya kau berbuat hal sekotor itu untuk mencemarkan nama baik orang lain dan demi kepentingan dirimu sendiri," cakap Panji pula merasa sangat kesal setelah mendengar ucapan dari Shopia.
"Saya hanya tidak ingin ada orang lain yang menggantikan saya sebagai bidang make up di sini tuan tidak lebih dari itu," monolognya mulai terdengar tak merasa bersalah sedikit pun.
"Apakah kau sudah kehilangan akal sehatmu? aku membuka pekerjaan bagi siapa saja yang menurutku pantas untuk bekerja di perusahaan ku dan sangat di sayangkan sekali kau tidak layak lagi bekerja di perusahaan ku apalagi membiarkan orang sepertimu yang berani berbuat hal nekat sehingga menjatuhkan nama baik orang lain," timpal Panji dengan ucapan yang begitu tegas sehingga membuat Shopia tidak berkutik.
Panji bangkit dari duduknya dan mengeluarkan selembar cek dengan nilai uang yang sudah dia tulis sebelumnya, uang tersebut satu bulan gaji Shopia di tambah pesangon yang di berikan Panji selama Shopia bekerja di perusahaan miliknya.
"Kau ku pecat dan sekarang kau bukan lagi bagian dari perusahaan ini, karena aku tidak ingin perusahaanku mempertahankan orang yang memiliki niat jahat serta licik sepertimu," tandas Panji sambil melenggang memasukkan tangan di saku celananya.
Tiba-tiba saja Shopia bangkit dari tumpuan kakinya.
"Tuan, jangan pecat saya! saya mohon dengan sangat, saya ingin belas kasihan tuan pada saya dan saya berjanji tidak akan melakukan perbuatan seperti ini lagi, saya mohon tuan!" sergah Shopia sambil memegang sebelah kaki Panji seolah bermohon ketika Panji hendak melangkah keluar dari ruangan.
Panji membuang nafas kasar karena kakinya di tahan oleh Shopia. "Aku membiarkan mu bebas supaya kau bisa mencari pekerjaan lain, apa kau fikir aku tidak bisa melaporkan perbuatan mu ini pada pihak berwajib?" katanya pula berkata tegas terdengar memberi peringatan pada Shopia sambil menoleh ke arah samping menatap tegas Shopia.
"Lepaskan tanganmu atau kau mau aku panggilkan satpam untuk menggeretmu keluar dari tempat ini?" tegas Panji lagi menepis kasar tangan Shopia secepat mungkin.
Setelah tangan Shopia terlepas Panji beranjak dari tempatnya berjalan keluar tanpa melihat ke belakang ataupun menoleh pada Shopia yang masih terduduk di lantai.
Shopia bangkit dari tempatnya dan mengarah ke meja tempat Panji meletakkan cek untuk Shopia sesaat dia langsung meremas kuat cek tersebut dengan lontaran mata penuh kemarahan serta wajahnya yang tampak penuh rasa dendam setelah perlakuan Panji padanya.
"Apa kau fikir aku akan tinggal diam saja setelah kejadian hari ini? kau tunggu saja apa yang akan terjadi padamu nanti, kau! akan menerima akibat dari perbuatan mu padaku hari ini, kau tunggulah pembalasan dariku Panji Faldo!" gumam Shopia dengan geramnya ia tampak menggertakkan gigi mengepalkan kedua tangannya meremas cek tersebut dengan begitu kuatnya.
Next....
...Kutipan :...
Jika sesuatu di dasari dari kecurangan maka hasil yang kau dapatkan tidak jauh dari keburukan yang telah kau lakukan ❤️