Aku, Khanza

Aku, Khanza
Pencabutan Tuntutan?


...โ™กโ™กโ™ก...


Dalam beberapa saat tak ada satupun yang berbicara baik itu Chintya bahkan Chelsea masih melirik sesekali ke arah Rina dan tentu saja Tina semakin jengah melihat Rina yang seolah tak merasa perbuatannya sudah melewati batas.


"Nona apa anda masih terus berdiam seperti ini? anda harus putuskan sebelum kasus ini saya lanjutkan ke pengadilan atau anda ingin membayar denda atas semua hukum yang berlaku?" tanya Chintya pula setelah ia meneguk tehnya dengan berkata tegas ke arah Rina. "Jawablah! anda jangan diam saja, jika anda membayar dendanya maka tuntutan akan kami cabut," lanjut Chintya bernada sedikit keras karena sudah mulai jengkel terhadap Rina.


"A -aku tidak tahu harus berbuat apa," kata Rina yang terdengar sudah mulai tunduk tak lagi berkeras.


"Anda melakukan semua ini harus anda tanggung semua resikonya atau ada orang lain di belakang anda? ayo nona katakan siapa orang yang sudah memberi tugas menjatuhkan nama baik nyonya Chelsea?" tangkas Chintya memberi tekanan pada Rina.


Akan tetapi Rina masih terdiam saja dan dalam beberapa saat Chelsea bangkit dari duduknya dengan berjalan melenggang ke arah Chintya.


"Chin, aku ingin kasus ini di lanjutkan saja apa ada berkas yang harus aku tanda tangani?" tanya Chelsea tepat berada di samping Chintya sengaja berkata demikian untuk memancing Rina.


"Tunggu nyonya!" sela Rina dengan sedikit berteriak.


Bruugh


Dalam sekejap Rina bangkit dari kursinya dan tampak menumpukan tubuhnya di ke dua tumit kakinya.


"Maafkan saya nyonya sungguh saya sudah melakukan kesalahan besar pada nyonya, tolong nyonya jangan menjebloskan saya ke penjara sungguh saya tak ingin masuk ke sana," cerocosnya tiada hentinya memohon sambil mengatupkan semua jari jemari tangannya itu di hadapan Chelsea sambil tertunduk seolah tak berani menatap Chelsea.


"Sekarang kau katakan siapa yang telah menyuruhmu melakukan tugas ini?" tanya tegas dari Chelsea pula tampak sedang mengatupkan kedua tangan di dada.


"Saya tidak pernah tahu namanya nyonya namun saya selalu memanggilnya nenek sihir, kami juga tidak seakrab itu tetapi saya masih ingat wajahnya walau dia sudah tak bekerja lagi di kantor," ungkapnya pula berkata demikian membuat Chelsea mengerutkan wajahnya.


"Apa benar kau bekerja di perusahaan Floor?" tanya Chelsea bernada sedikit tinggi.


"Be -benar nyonya saya dari perusahaan yang nyonya maksud," turutnya pula sambil mengangguk sesekali dengan suara yang sudah terdengar serak.


"Baiklah kalau begitu kau harus mengundurkan diri dari perusahaan itu dan kau harus datang besok pagi jam 8 pas ke kantor ku dan tidak boleh telat, apa kau paham?" lontar Chelsea sehingga tersentak batin Tina saat mendengarnya ia merasa heran kenapa Chelsea menyuruh Rina ke kantor bukannya melanjutkan kasus tersebut.


"Nyonya kenapa anda...?" sepenggal ucapan dari Tina pula.


"Ssssttt, kau tenang saja Tina dan seperti yang kau lihat dia juga sudah menyesal lagipula dia tak akan bisa membayar denda berlapis itu bahkan dia saja ingin memeras ku dengan kebohongannya," timpal Chelsea terdengar ada benarnya jadi Tina anggukkan kepala sekali mengerti ucapan bosnya itu.


Dari ucapan Chelsea barusan membuat Chintya memahami maksud dari Chelsea menyuruh Rina ke kantornya karena pasti ada sesuatu yang akan di lakukan oleh Chelsea pada Rina kedepannya itulah fikir Chintya yang sedari tadi tersenyum kecil menatap ke arah Chelsea.


Sesaat Chelsea menoleh kembali pada Rina yang tampak tertunduk lesu seolah tak bisa berkata apapun.


"Kau tidak bisa kabur Rina, walaupun kau kabur akan menjadi buronan dan kau tidak ada pilihan selain yang aku perintahkan padamu," imbuh Chelsea yang tampak bersender di sebuah meja sambil menyeruput teh melatinya kembali hingga habis.


"Tidak nyonya, saya akan mengikuti apapun yang nyonya katakan dan sekali lagi terimakasih nyonya sudah mencabut tuntutan terhadap saya," ringisnya sedikit merendah.


Sementara itu Chintya tampak membereskan semua berkas miliknya begitupula dengan Tina yang berjalan ke arah Chelsea sambil menenteng beberapa tas dan koper kecil.


Tak berapa lama Chintya bangkit dari kursinya dengan memegang tasnya lalu berjalan ke arah Chelsea pula.


"Come on baby," kata Chelsea berkata demikian sambil mengibaskan rambutnya yang terurai itu sehingga semerbak lah wangi parfum bunga kesturi melekat masuk ke hidung yang menciumnya.


Parfum yang sangat nyaman sekali bila di hirup, apa ya nama parfum nyonya kenapa bisa senyaman ini? batin Chintya mulai kumat rasa ingin tahunya itu.


Akhirnya mereka mulai berjalan namun dalam langkah pertama Chelsea seketika berhenti bahkan mengejutkan keduanya yang tepat berada di belakangnya.


"Tina, aku melupakan sesuatu!" katanya pula yang berbalik sambil terlihat wajah yang imut ketika anak kecil melakukan sesuatu kesalahan.


"Apa itu nyonya?" tanya Tina yang sedikit panik kemudian ia terlihat sekilas menaikkan satu alis matanya ketika melihat raut wajah bosnya.


"Kaca mataku di atas meja tunggu sebentar aku akan mengambilnya," tunjuk Chelsea pula lalu dia ingin melangkah untuk mengambilnya.


"Biar saya yang ambilkan nyonya tunggu saja di sini," turut Tina pula menghentikan langkah Chelsea setelah itu ia sigapnya berlari ke arah meja dan ternyata benar kaca mata keluaran terbaru itu tertinggal di atas meja kemudian Tina meraihnya hingga ia pegang dengan erat.


"Tina sekalian berikan hadiah pada tamu penting kita hari ini," teriak Chelsea dengan sengaja dan tentu saja Tina tersentak karena ia juga melupakan sesuatu kalau koper kecil yang dia bawa seharusnya tak di bawa kembali.


"Iya nyonya, saya baru teringat akan hal itu!" balas Tina berkata keras sambil berlari kecil ke arah Rina dan meletakkan sebuah koper kecil di atas kursi tempat duduk sebelumnya yang di tempati oleh Chintya.


Di saat Tina meletakkan koper kecil itu lalu ia kembali berlari ke arah Chelsea sambil memberikan kaca mata milik Chelsea itu.


"Itu hadiah untuk tamu istimewaku hari ini memang nominalnya tidak banyak tapi bisa membuat wajahmu yang buruk itu kembali seperti semula karena aku tak ingin kau masuk ke kantorku dengan wajah yang buruk seperti itu," celoteh Chelsea pula tersenyum tipis mengarah pada keduanya namun Rina tampak mengepalkan kedua tangan setelah mendengar ucapan itu seakan dirinya sangat di hina oleh Chelsea. "Baiklah sampai bertemu besok Rina..." Lanjut Chelsea lagi dengan lambaian jemari tangannya lalu ia berbalik arah sambil memakai kaca matanya melekat di batang hidung yang mancung itu bahkan terllihat ketiganya berjalan serentak sambil terbang lah rambut mereka karena angin yang berhembus pelan apalagi ketukan sepatu high heels mereka terdengar seolah memiliki irama tersendiri.


Tampak badas ketiga wanita ini sungguh its the best.


Kini Rina tertinggal sendiri di tempat itu yang masih tampak tertunduk dengan kepalan kedua tangannya lalu seusai mereka semua berlalu kemudian Rina membuka isi koper yang di berikan padanya ternyata isinya bernilai uang 10 juta yang tertulis di dalam sebuah cek.


Dia fikir nominalnya akan sama seperti yang sebelumnya ia minta tak tahunya bernilai kecil dan dia tak menduga kalau Chelsea sudah menyiapkan semuanya untuk dirinya sedari awal.


"Sial! hancur sudah," ia berteriak sekeras mungkin sambil menjambak rambutnya sangking kesalnya pada dirinya sendiri.


^^^To be continued ^^^


^^^๐Ÿ‚ aiiWa ๐Ÿ‚^^^


NANTIKAN TERUS HANYA DI AKU KANZA