Aku, Khanza

Aku, Khanza
Keturunan Mata Bathin?


...♡♡♡ ...


Tibalah saatnya untuk para model pria menampilkan diri di atas panggung dan membawa bag produk bermerek Louis Vuitton di balik ketampanan mereka.


Sebelum David bergerak dari tempatnya ia sempat meneguk minumannya hingga habis lalu tak lupa ia meminta suport dari sang istri dengan mengecup kening istrinya dan sejenak ia melihat dari kejauhan kalau Nathan sedang berbicara pada waiters setelah itu dia langsung menoleh pada ayahnya Panji Faldo yang kian menatapnya dengan melontarkan senyum lebar karena dari tatapan itu ia anggukkan kepala seakan memahami maksud tatapan ayahnya tersebut.


David pun beranjak dari tempatnya dan bergegas menuju ke arah belakang panggung karena sebelum di mulai dia harus mempersiapkan dirinya terlebih dulu dan ketika David berlalu pergi tampak pula sang istri memberi lambaian tangan begitu hangat dari sorotan matanya serta ia juga membuang nafas lega karena melihat suaminya sudah bisa lebih rileks lagi.


.


.


.


"Tunggu!" tegur Nathan dari balik punggung Kino lalu sejenak ia hentikan langkah kakinya.


"Iya tuan? apa anda memanggil saya?" sahut Kino pula menoleh dengan berusaha tetap santai setelah ia merutuki Nathan di dalam hatinya.


"Apa kau sedang memaki ku? jangan kau mengira aku tidak tahu yang kau fikirkan tentangku!" semburan dari Nathan membuat Kino melebarkan mata hampir melunturkan senyum palsu yang dia tunjukkan pada Nathan.


"A -apa maksud anda tuan?" tanya Kino berusaha lebih terlihat tetap santai walaupun di dalam hatinya sudah panik sendiri.


Jangan bilang dia mengetahui apa yang aku katakan padanya barusan? yang benar saja bocah ini, apa dia sebangsa dukun yang memakai ilmu sesat? dasar bocah sialan! batin Kino pula mulai menggeram dengan sikap tengik dari Nathan yang membuatnya merasa sangat jengkel.


Karena dari sikap panik Kino akhirnya Nathan bangkit dari kursinya berdiri dengan memasukkan kedua tangan di dalam saku celananya tepat di hadapan Kino lalu Nathan melangkah perlahan kemudian memegang sebelah pundak kiri Kino seketika.


Setelah ia mendekat lalu Nathan meremas pundak Kino memakai semua jemari tangan kanannya. "Tanpa kau katakan pun aku sudah lebih mengetahui isi kepalamu, kalau saja aku atasanmu kau sudah aku pecat dan akan aku lempar dari atas gedung ini," bisikan yang sangat terdengar jelas sampai ke dalam telinga Kino membuat sesaat bulu kuduknya merinding hanya dengan perkataan seorang bocah walau tubuhnya hampir setara dengan dirinya tetapi itu sudah membuktikan kalau Nathan lebih menakutkan dari orang dewasa.


Sungguh sangat tajam lirikan dari tatapan Nathan dari samping ketika Kino terdiam ciut tak dapat mengatakan apapun lagi.


Sementara itu Shopia melihat Kino dan Nathan lagi berbicara kemudian dengan sengaja dia memanggil Kino sebagai sebutan pelayan secara keras supaya Kino


menyadari suara teriakannya itu.


"Maaf tuan saya harus pergi, mari tuan."


Sejenak mendengar ucapan Kino lalu Nathan membuang nafas kasar. "Itu jauh lebih baik jika kau pergi dari hadapanku sekarang sebelum aku berubah fikiran," semburan Nathan pula terdengar sangat tegas supaya Kino memahami kalau dirinya di lepaskan oleh Nathan.


Biasanya Nathan jika sudah mengetahui ada orang yang memaki dirinya pasti dia memberi pelajaran pada orang tersebut akan tetapi tidak untuk saat ini dia melepaskan Kino begitu saja karena mengingat dirinya sedang berada di tengah keramaian tidak mungkin dia berbuat kekacauan yang akan bisa merusak nama baik keluarganya sendiri makanya dia berusaha menahan emosi terhadap Kino.


"Pergilah! aku harap tampangmu yang seperti ini jangan pernah muncul lagi di hadapanku," serang Nathan lagi dengan sangat murka karena wajahnya yang mulai kesal melihat Kino.


Tanpa membalas perkataan Nathan akhirnya Kino beranjak pergi dari hadapan Nathan secepat kilat karena dia sudah merasakan ada aura kemarahan di balik wajah Nathan bahkan dirinya tidak menduga kalau Nathan memiliki aura yang bisa membuat orang ciut di hadapannya.


Usai pembicaraan itu Nathan kembali duduk di kursinya dengan mengatupkan kedua tangannya di dada hingga tampak dia memejamkan kedua mata berusaha menenangkan dirinya karena sudah di buat kesal oleh Kino yang ia tahu sebagai waiters.


Dari samping sang kakek hanya melirik dan melontarkan senyum tipis di balik pinggir bibirnya karena dia sekilas mendengar perdebatan cucunya tadi pada seorang waiters yang berani berurusan dengan Nathan bahkan bodyguard mereka saja tidak pernah mau berhadapan dengan Nathan karena bisa panjang urusannya dan akan beresiko pada diri mereka sendiri sungguh Nathan orang yang tidak kenal rasa takut pada siapapun selagi dia tidak mengusik kehidupan orang lain, makanya Nathan selalu berkata kasar dan tegas supaya dia tidak di anggap lemah oleh oranglain apalagi dia memiliki kelebihan bisa membaca mata bathin siapa saja dan itu dia dapatkan dari almarhum sang nenek yaitu istri Panji Faldo.


Di sisi lain saat di atas panggung terlihat dari kejauhan David memimpin para model karena dia di letakkan pada barisan depan dan saingan model dari Shopia berada di belakang David bahkan membuat Shopia jengkel melihat susunan yang tak di harapkannya itu sehingga ia mengepalkan kedua tangannya meremas kuat gelas yang berisi minuman dari Kino.


Minuman yang ada di tangan Kino tinggal sisa dua lagi makanya dia berikan satu pada ibunya dan satu lagi untuk ayahnya.


Sesaat Shopia melihat isi minuman yang ada di dalam gelasnya itu kemudian menatap ke arah David yang sedang berusaha kuat di atas sana ingin menunjukkan bahwa ia sudah pasti menang melawan dirinya.


Lontaran senyum jahat Shopia terlihat sangat jelas di wajahnya mengigat Kino sudah memberikan minuman pada David apalagi sudah di habiskan sebelum naik ke atas panggung dan dalam hitungan menit saja David akan terkapar seperti orang yang tidak berdaya, itulah fikir Shopia ketika menatap jauh David.



Tampak para model pria sudah mengitari dengan berjalan memasuki area panggung menampilkan diri mereka sekaligus membawa produk ambasador dari Prancis.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Orang yang lebih kecil darimu bukan berarti dia bisa kau injak dengan sesuka hatimu ❤️