
...♡♡♡...
"Come here baby," panggilan hangat dari Chelsea mengarah pada gadis muda yang terlihat masih belia tersebut dengan memainkan jari jemari tangannya lalu di sambutlah oleh gadis itu sambil ia berjalan dan berdiri tepat di tengah mereka.
Gadis yang sangat cantik elok rupanya membuat mata tak bisa terlepas darinya karena ia memilki kulit yang sangat terpancar kemilau seputih susu.
"Perkenalkan ini seorang gadis yang masih berumur 18 tahun namanya Angel dan apa kau tahu Rina gadis muda ini sudah 2 tahun memakai seluruh paket kosmetik yang aku buat," ungkap Chelsea dengan tegasnya mengarah pada Rina yang masih tampak menatap gadis cantik itu.
Chelsea menyimpulkan senyum tipis di balik bibirnya melihat reaksi Rina ketika sedang menatap Angel.
"Tina berikan aku krim yang serupa dengan miliknya," pinta Chelsea pula sambil memainkan jemari tangannya.
Sejenak Tina langsung merogoh tas kecil yang sebelumnya ia bawa dari perusahaan lalu setelah itu ia memberikannya pada Chelsea secara sigap.
"Sekarang aku akan memakaikan krim yang serupa dengan milikmu pada wajah gadis ini," imbuh Chelsea pula lalu ia bangkit dari tempatnya serta melangkah ke arah Angel yang sudah melontarkan senyum manis padanya.
Tampak Chelsea membuka tutup krim tersebut dan melekatkan di bagian jari telunjuknya lalu ia pun memakaikan krim tadi ke wajah Angel secara berulang kali sementara Angel memejam matanya seakan merasakan nyaman ketika olesan krim tadi melekat di wajahnya.
Dalam sekejap wajah Angel tampak bercahaya bening seperti kristal seusai Chelsea mengoleskannya secara keseluruhan.
"Apa kau bisa melihat perbedaannya Rina? aku harap matamu bisa melihat dengan jelas wajah gadis cantik ini, pada dasarnya bahan yang aku gunakan selalu mengandung buah yang berserat tinggi terutama buah peach yang mengandung vitamin A,C,E, Potassium,Likopen dan Betakaroten bahkan bisa di cerna oleh tubuh di saat kau makan puding yoghurt sebelumnya."
Chelsea menjelaskan secara rinci sambil melangkah mengitari tempat gadis itu berdiri.
"Jadi, dalam hal ini kau sudah mencemarkan nama baik ku dan ingin merusak citra kosmetik yang aku buat bahkan kau mengatakan kosmetik yang kau pakai merusak wajahmu karena mengandung bahan kimia jika kosmetik yang aku buat berbahan dasar kimia gadis ini mungkin wajahnya akan buruk seperti mu!" tangkas Chelsea yang berdiri tepat di depan Rina dengan bungkuk badan sedikit. "Apa yang aku katakan benar Rina?" seringai dari balik bibir Chelsea sambil terus menatap ke arah Rina yang masih terdiam membisu.
"Apa anda fikir aku bohong nyonya? justru aku ingin anda bertanggung jawab karena sudah merusak wajahku!" kilahnya lagi tiada habisnya menyalahkan Chelsea sambil mencoba bersikeras jika dialah yang benar.
"Kau bilang baru pertama kali memakainya sementara gadis muda ini sudah 2 tahun memakai seluruh kosmetik yang aku buat memang tak ada bahan merkuri karena aku membuatnya dari serat buah jadi bisa di gunakan oleh segala umur ataupun lebih tepatnya gadis yang kau lihat sendiri di hadapanmu!" tandas Chelsea pula sambil memegang ujung dagu Angel. "Sudahlah Rina kau jangan mengelak terus dengan mengatakan kalau wajahmu buruk karena kosmetik ku," sambungnya lagi sambil berjalan ke arah Rina yang tampak menggigiti bibir bawahnya seakan cemas.
"Aku tidak mengelak, tidak bisakah anda melihat dengan mata anda sendiri wajahku jadi begini karena pemakaian kosmetik anda?" protesnya lagi sehingga berteriak lalu Chelsea tampak mengusap kedua telinganya merasa jengah.
"Baiklah kalau kau bersikeras dengan begitu aku akan membuka semuanya, Tina kau membawa semua alat untuk penelitian mu, kan? coba kau cek apa yang sudah tercampur di dalamnya," titah Chelsea yang tampak berdiri tepat di belakang Rina berkata demikian.
"Baik nyonya," sahut Tina dengan patuh lalu ia secara sigap melangkah ke arah kursi dengan duduk sambil merogoh sebuah tas yang sudah berisi segala macam alat untuk meneliti.
Dari jauh Chelsea anggukkan kepala ke arah Angel memberi isyarat kalau tugasnya sudah selesai kemudian Angel berjalan lurus ke depan mengarah masuk ke dalam Vila.
Rina mulai menyadari setelah Chelsea berkata demikian makanya dia melebarkan matanya tak menduga kalau sekretaris Chelsea seorag peneliti.
Tidak membutuhkan waktu lama Tina langsung menuliskan sesuatu di atas selembar kertas dengan memainkan seluruh jemarinya sambil meneliti secara cepat lalu ia merangkumnya menjadi satu bagian.
Nama IUPAC: Sulfuric acid
Kepadatan: 1,83 g/cm³
Massa molar: 98,079 g/mol
Titik lebur: 10°C
Titik didih: 337°C
Klasifikasi: Asam mineral, Asam-asam sulfat.
Beberapa saat Tina membacakan apa yang sudah ia tulis di atas kertas tersebut secara perlahan dan menjelaskan bersama dengan artinya.
"Berarti itu semacam air keras yang sangat berbahaya?" tanya Chelsea sesaat dia menyadari kalau mertuanya juga mengalami kerusakan wajah dan kedua mata buta akibat air keras tersebut.
Tina anggukkan kepala menyambut pertanyaan dari Chelsea kemudian Rina mengalihkan wajahnya tidak berani menatap Tina yang sudah sangat tajam melihat dirinya.
Chelsea sesaat merangkul sebelah pundak kiri Rina dengan menepuknya berulangkali sambil mendekatkan wajahnya ke arah telinga Rina.
"Rina, papa mertuaku sekarang sedang berada di rumah sakit karena air keras yang saat ini di bicarakan oleh sekretaris ku dan seharusnya kalau kau memakai kosmetik itu mungkin sekarang kau berada di rumah sakit lalu wajahmu ini sudah jelas karena alergi daging sapi yang kau makan tadi sama persis bentuknya dengan telapak tangan mu Rina!" kelakar Chelsea langsung menggenggam erat tapak tangan Rina yang sudah menyebar sampai pergelangan tangannya itu.
"Lepaskan!" gerutu Rina mulai merasa panik karena samarannya sudah terbongkar.
"Sekarang katakan siapa yang menyuruhmu melakukan hal ini, apalagi zat kimia itu sama persis dengan yang di alami oleh mertua ku! pasti orang yang menyuruhmu merupakan orang yang sama karena dia ingin menjatuhkan perusahaan papa ku," geramnya Chelsea sehingga dia memegang tapak tangan Rina sangat keras.
"Aww, sakit! lepaskan tanganku semua ini tak ada sangkut paut dengan orang lain jadi cepat lepaskan!" bentak Rina yang semakin merasa sakit karena alerginya mulai semakin terasa perih.
"Aku tak akan melepaskan dirimu!" murka Chelsea yang sangat jelas ingin menguak siapa pelaku sebenarnya.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Semakin kau tutupi semakin terasa jelas bau busuk yang kau simpan rapat ❤️