
...♡♡♡...
KLAKK
Terbuka lebarlah pintu ruang rias modeling milik Chelsea sang ibu dari Nathan dan di ikuti oleh David juga Hardi di belakangnya lalu Nathan melangkah lebih dulu memasuki ruangan tersebut.
Pats
Masih berada tidak jauh dari pintu tanpa sengaja Nathan memijak sebuah ponsel yang sudah kian retak layarnya di bagian sisi lain dan retakan sisi satunya bekas pijakan dari Nathan kemudian ia meraih ponsel itu di genggaman tangannya lalu menoleh ke arah belakang.
"Ini ponsel siapa ma?" tanya Nathan sambil menunjukkan ponsel tersebut dengan berulang kali menggerakkannya.
"Mama juga tidak tahu, coba sini mama cek layarnya mungkin saja masih bisa nyala," turut ibunya pula yang langsung mengambil ponsel itu dari tangan Nathan.
Ketika ia berusaha menekan tombol aktif akhirnya layar pun terbuka walau LCD nya sudah rusak namun masih sedikit jelas saat dirinya melihat foto Putri di dalamnya.
Chelsea melebarkan matanya lalu dia menganga saat menyadari pemilik ponsel tersebut dan secara sigap Chelsea melewati Nathan begitu saja tanpa berkata apapun bahkan tampak wajahnya yang sudah sedikit panik.
Akhirnya mereka semua mengikuti langkah Chelsea yang sudah lebih dulu masuk ke dalam.
Brakk
Alangkah terkejutnya Chelsea ketika melihat ketiga karyawannya sudah di ikat lehernya secara bersamaan hingga terlepas lah ponsel tersebut dari tangannya hingga hancur lebur.
Bruukk
Chelsea terduduk di lantai melebarkan matanya karena sudah tidak tahu ingin berkata apapun lagi karena melihat semua karyawannya sudah membiru dan dingin saat sejenak ia memegang tubuh Yuli.
Nathan, David juga Hardi tidak menduga akan terjadi hal seperti itu sehingga mereka sibuk bergerak mencari bukti atas kejadian di dalam ruangan tersebut apalagi mereka melihat kamera cctv yang terpasang juga di hancurkan sedemekian sebelum pelakunya melakukan aksinya.
"Apa tidak ada yang bisa di temukan sebagai bukti?" tanya Chelsea yang terdengar lirih rasanya dia ingin menangis melihat kondisi semua karyawannya.
"Kami sedang berusaha mencari tetapi aku belum mendapatkan apapun dan yang aku lihat baju ku rusak semua peralatan riasmu juga berantakan, aku tidak mengerti apa tujuan mereka dengan membunuh karyawan kita? apa yang di cari mereka di ruangan ini?" cakap sang suami pula yang terlihat panik dengan situasi saat itu.
Sementara itu Nathan memejamkan mata entah apa yang dia fikirkan.
Dari pengakuan Nathan barusan barulah Hardi menyadari kalau bos mudanya memang sedang kesal pada seseorang makanya dia kena imbasnya.
Dengan sigap Nathan melangkah ke arah pintu untuk segera mencari pelayan yang dia maksud akan tetapi Hardi masih saja melamun karena ucapan Nathan barusan
sejenak langkahnya berhenti hingga menoleh ke belakang.
"Hardi, aku tidak menyuruhmu untuk melamun jadi cepatlah sedikit kau membuang waktuku!" cetus Nathan yang terdengar mengamuk di balik wajahnya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja melamun."
"Ah, sudahlah... Ayo cepat bergerak!" gerutu Nathan sudah tidak sabaran lagi.
"Nathan tunggu!" tegur ibunya pula ketika Nathan hendak ingin melangkah ke pintu.
Nathan berhenti lagi untuk kesekian kalinya lalu ia pun menoleh. "Kenapa ma? aku harus buru-buru sekarang," sahut Nathan sedikit mengalah karena yang memanggil ibunya jika ayahnya mungkin dia takkan mau berhenti.
"Pelayan itu, siapa yang kau maksud? apa kau yakin dia masuk ke ruangan ini? kita tidak punya bukti Nathan dan kau jangan sembarangan menuduh orang lain," cakap ibunya pula yang terdengar ada benarnya di telinga sang suami.
"Mama mu ada benarnya Nathan, walaupun kau menemukan orangnya tetapi kau tak memiliki bukti justru dirimu akan di tuntut balik karena pencemaran nama baik," cakap sang ayah yang menyela langsung ucapan istrinya sebelum Nathan membuka suara. "Dan bisa saja pelayan itu masuk ingin menawarkan minuman pada mereka," lanjut ayahnya lagi.
"Tidak! pelayan itu tak membawa apapun dan dia masuk bersama seorang wanita," turutnya pula dengan bergeleng kepala berulang kali. "Sial! aku tak melihat jelas wajah wanita itu karena tertutup oleh pelayan yang ada di sampingnya," amukan Nathan pecah saat dia menghantam dinding dengan kepalan tangannya.
Tentu saja Hardi sangat terkejut melihat tuan mudanya saat mengamuk sungguh mengerihkan sekali padahal bisa di bilang tubuh Hardi kekar layaknya orang dengan penuh otot di bagian tangan dan perut akan tetapi melihat Nathan ngamuk seperti itu membuat bulu kuduknya merinding seketika lalu dia terus mengusap dadanya berulang kali karena sempat terhentak mendengar pukulan keras dari Nathan.
"Ada apa ini?" teguran dari kakeknya yang baru saja datang sehingga dia melihat tangan Nathan sudah berdarah dan tampak pula Genji berada di belakangnya melihat dengan wajah kebingungan.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Membunuh adalah suatu hal yang sangat keji karena merenggut nyawa seseorang sama saja kau mendahulukan takdir dari tuhan, ingatlah kalau semua yang kau lakukan akan kembali padamu akhirnya ❤️