Aku, Khanza

Aku, Khanza
Penyelidikan Berlangsung...


...♡♡♡...


Semua informasi sudah di dapatkan oleh Eby yang merupakan atasan dari pihak kepolisian tersebut makanya saat mereka mendapatkan keterangan dari pengakuan Hayati berulah pihak kepolisan ingin melakukan investigasi menuju rumah Shopia.


Sebelumnya Panji di ikut sertakan dalam investigasi tersebut namun Panji menolak karena dirinya tak ingin kalau sampai Shopia mengetahui dia lah di balik penangkapan Shopia makanya dia menolak untuk ikut tanpa menceritakan yang sebenarnya sebab dia lebih mengetahui watak dari Shopia yang akan melakukan apa saja sesuai keinginannya oleh sebab itulah dirinya hanya berada di garis belakang sementara biarkan pihak polisi yang mengatur jalannya kasus tersebut dan jika pihak mereka tak bisa lagi menghadapi kasus tersebut barulah Panji akan berada di garis depan itulah tekadnya setelah dia melihat kepergian petugas polisi berlalu dari apartemen miliknya.


Setelah bukti dan pengakuan berhasil mereka dapatkan sembari mereka juga mendapatkan alamat serta nama pelaku dalam kasus yang melibatkan Hayati yang merupakan korban dalam kasus tersebut makanya mereka langsung berangkat ke TKP untuk mengusut lebih jauh kasus tersebut juga untuk menahan pelaku sampai di jatuhkannya hukuman menjelang sidang jika penangkapan berhasil di lakukan.


.


.


.


"Pak sepertinya mereka tidak ada di dalam," imbuh seorang petugas bawahan Eby setelah ia melihat sedari tadi belum juga ada sahutan dari dalam rumah.


"Apa kita dobrak saja pak?" kata petugas yang satunya lagi menyambung pula.


Eby merasa ada benarnya sebab bel yang ia bunyikan tidak ada respon dari dalam makanya ia berfikir saran yang di berikan petugas itu terdengar ada bagusnya juga makanya ia memberi isyarat tuk ke dua petugas itu berdiri di depannya dengan hanya sekali petikan jemari tangannya.


GEBRAAAKKKK


BRAAAKKK


BRAKKKK


BUUAAAKKH


Berulang kali kedua petugas itu menghentakkan tubuh mereka tepat di pintu rumah Shopia sebisa mungkin sampai terbuka lebar lah pintu tersebut berkat usaha mereka berdua pada akhirnya bisa masuk ke dalam rumah Shopia.


"Kalian berpencar di bagian bawah, biar saya periksa ke atas."


Eby berkata tegas lalu dengan sigap ia bergerak lebih dulu ke atas barulah kedua petugas itu berpencar dari arah kanan juga kiri bahkan kedua petugas itu sudah memegang senjata berbentuk pistol di tangan mereka untuk berjaga-jaga supaya yang mereka incar tak melarikan diri itulah sebabnya mereka mengeluarkan senjata tersebut.


Tap


Tap


Sama halnya kamar lainnya juga kosong semua setelah ia memeriksa satu persatu bahkan ia melihat borgol serta pasungan lalu ia berfikir mungkin si pelaku menggunakan alat tersebut untuk menyekap Hayati sempat ia juga melihat bingkai foto Hayati di dalam laci lemari dan di dalam foto tersebut tentu saja anak-anak yang di ceritakannya pada Eby kemudian ia meletakkan bingkai foto itu dalam tasnya berniat untuk memberikannya melalui Panji.


Eby saat ini sedang berusaha mencari bukti lain untuk ia bawa ke kantor supaya memperbanyak serta memperkuat bukti supaya Shopia bisa di jatuhkan hukuman sesuai dengan perbuatannya makanya Eby coba membongkar apa saja yang ada di bagian kamar satu persatu mulai dari kamar penyekapan Hayati setelahnya kamar Kino yang ia dapati sebuah pistol beserta peluru lengkap di dalam laci yang sempat terkunci namun di bobol oleh Eby sehingga ia mendapatinya sebab ia juga sedang melakukan pengecekan makanya ia harus melakukan hal semacam itu.


Apalagi ia juga melihat bingkai foto Kino yang sedang memakai baju dinas aparat kepolisian sampai ia tak menduga kalau Kino merupakan salah seorang kandidat yang sempat bertugas di kantor yang sekarang dirinya juga sedang melakukan tugas.


Yeap, Kino di keluarkan dari kepolisian karena penggelapan uang tetapi ia tak di tahan sebab ia sudah menyerahkan seluruh aset serta tabungannya sampai tak ada lagi sisa bahkan mobil miliknya yang baru saja di beli juga ia serahkan asal dirinya tak di penjara maka dari itulah dirinya hanya bisa mengandalkan ibunya juga harta milik Hayati yang sudah jelas atas nama Khanza namun mau ia rampas begitu saja walau harus membunuhnya akan tetapi belum sempat ia mendapatkan Khanza saat ini ia harus melarikan diri supaya tak tertangkap.


"Tak ku sangka orang yang berbuat keji begini adalah kau Kino! sudah sepantasnya kau di keluarkan karena kau tak layak menyandang gelar kepolisian jika perbuatan mu tak ada kemanusiaan bahkan terhadap istrimu sendiri," gumam Eby yang tampak geram sambil memegang bingkai foto Kino di tangannya.


Draap


Draap


Langkah kaki berlarian terdengar di telinga Eby dan ternyata kedua petugas yang menemani dirinya ikut naik ke atas menghampiri dirinya.


"Pak, pelaku sudah tidak ada di rumah ini karena kami sudah mencari di seisi rumah di bagian bawah tidak ada jejak apapun kecuali sebuah tali yang kami lihat menggantung begitu saja dari atas rumah ini," ungkap salah seorang petugas melaporkan hal tersebut pada Eby.


"Kalian cek bagian tali yang mengikat itu mungkin ada di suatu tempat mereka mengikatnya sebab aku sudah yakin mereka kabur melalui tali itu," imbuh Eby pula memerintah secara tegas lalu ia pun meraih sebuah tas kosong tergantung di bagian tas setelah itu ia juga memasukkan apa yg ia dapati sebelumnya ke dalam tas tersebut.


"Baik pak, akan kami laksanakan!" serentak keduanya dengan lantang kemudian mereka berdua berlalu pergi dari hadapan Eby tak berapa lama Eby juga pergi dari kamar Kino barulah ia mendapati kamar terakhir yang merupakan kamar dari Shopia sebab itulah kamar terakhir yang belum di masuki oleh Eby.


Saat ia masuk ke kamar Shopia ia pun secara cepat mencari apapun di dalam kamar yang sudah berantakan itu terlihat barang-barang berserakan di mana-mana lalu ia pertama kali membuka lemari Shopia sehingga di dalam lemari tersebut terdapat sebuah brangkas kecil dengan menggunakan kode pin makanya ia berusaha tuk mencobanya namun sesekali ia tak berhasil makanya ia memasukkan brangkas itu ke dalam tas yang ia gandeng bersama dengan bukti lainnya.


Adapula obat bius beserta senjata tajam lainnya yang terletak di dalam lemarinya itu lengkap sekali sehingga Eby menduga Shopia merupakan kriminal sedari dulu sampai Shopia menyimpan khusus dalam lemarinya dan semua yang mencurigakan di masukkan ke dalam tas oleh Eby setelah tak ada lagi yang ia dapati kemudian ia keluar dari dalam kamar Shopia hendak mencari kedua petugas yang sudah ia perintahkan sebelumnya.


Bagi Shopia semua itu tak penting lagi asal dirinya bisa melarikan diri makanya ia meninggalkan apapun miliknya di dalam lemari kecuali berkas rumah, cek, ATM miliknya serta beberapa baju untuk ia pakai itulah isi dalam tas yang di bawanya.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan : ...


Berbuat baik saja orang lain belum tentu percaya padamu, apalagi kau berbuat kejahatan sudah pasti orang lain akan menilai buruk dirimu ❤️