
...♡♡♡...
Villa taman mekar anggrek.
Berhentilah sebuah mobil Pajero Sport Elitte Edition berwarna hitam tepat di depan Villa anggrek.
"Apa ini tempatnya Tin?" tanya Chelsea sambil mendongak ke arah luar kaca mobil dekat tempat duduknya.
Tina anggukkan kepala melontarkan senyum kecil sambil membuka salt belt yang sebelumnya terpasang di tubuhnya.
"Mari nyonya kita turun," ajak Tina pula dengan ramah sekaligus ia bergegas keluar dan membuka pintu mobil depan untuk Chelsea.
"Terimakasih Tin."
Chelsea meraih tasnya yang hampir saja tertinggal di bangku mobil setelah itu ia berjalan ke arah halaman Villa dan tampak pula ia memasang kaca mata warna coklat bening keemasan bermerek Louis Vuitton keluaran terbaru dari produk Prancis yang sebelumnya di pamerkan oleh sang suami ketika launching produk tersebut.
Sementara Tina menutup kembali pintu mobil sambil membawa sebuah koper kecil dan beberapa berkas di tangannya lalu ia menyusul Chelsea yang sudah berjalan lebih dulu.
Hawa sejuk di sekitar luasan Villa sangat terasa oleh Chelsea membuatnya sesekali menghirup serta membuangnya bebas seolah rasa penat terbuang begitu saja setelah ia berada tepat di depan pintu masuk ke dalam Villa.
Kraakk
Bunyi pintu yang sudah terbuka lebar karena Tina yang selalu sigap dalam segala hal membuat Chelsea merasa puas berada di dekat Tina setiap harinya.
"Silahkan masuk nyonya," kata Tina yang berada tepat di samping Chelsea melontarkan senyum tipis di balik bibirnya.
Sejenak Chelsea memegang pipi Tina dan mengelusnya lembut seolah ia merasa memiliki seorang adik perempuan yang selalu siap dan bisa di andalkan.
Dalam beberapa saat Chelsea melepaskan tangannya di pipi Tina dan melangkah lebar ke depan lalu Tina kembali menutup pintu Villa secara rapat setelah itu dia menyusul dari belakang punggung Chelsea.
Mata Chelsea selalu celingukan melihat suasana yang dia rasakan di dalam Villa itu sehingga ingin rasanya dia membelinya dan membawa keluarga kecilnya ke Villa tersebut, setelah ia menapaki jalan ke depan ia melihat beberapa koki dan seorang pengurus Villa sedang berdiri menyambut kedatangan dirinya lalu Chelsea membalas dengan ramah pula.
"Mari nyonya kita ke arah sini," turut Tina memberi jalan yang harus di lewati tepat mengarah ke sebuah meja yang sudah tersusun rapi bahkan tampak pula kolam renang saling berdekatan dengan arah meja.
Chelsea pun mengikuti arahan yang di katakan oleh Tina lalu ia terus melangkah dan sesuai dugaannya ternyata wanita itu sudah duduk sendiri secara santai dengan tampilan layaknya orang amerika yang memakai baju sedikit terbuka serta topi flat cap berwarna merah sedang menikmati jus jeruk miliknya sambil menatap ke arah lain.
Tap Tap
Tentu saja Chelsea membalasnya dengan ramah pula begitu juga pada Tina berada tepat di belakang Chelsea melontarkan senyum kecilnya ke arah wanita itu.
"Hello madam finally we can meet in person," sapa dari wanita itu.
Chelsea menaikkan satu alis matanya lalu berapa saat dia membuka kaca matanya dan meletakkannya di atas meja kemudian dia bergerak ke arah kursi yang sudah di geser oleh Tina sebelumnya.
"Oh hello also just call me Chelsea," sahut Chelsea pula tak ingin kalah ramahnya dengan wanita itu lalu ia pun duduk di kursinya.
"Introduce my name is Jolie," ia langsung memberi tangannya ke arah Chelsea.
Chelsea melontarkan senyum kecil ke arah samping dengan melirik Tina entah apa maksudnya seolah ia memberi isyarat pada Tina kalau ia tak ingin menyentuh wanita tersebut.
"Sorry miss at this time madam i am currently infected with a virus," sahut Tina pula sambil membenarkan kaca matanya.
Yeap tentu saja itu alasan yang di berikan oleh Tina karena Chelsea merasa enggan untuk menyentuh wanita tersebut.
"Oh no, why did you come out if you got a virus?" bertanya pula seolah terkejut dan merasa panik.
Chelsea pun menggaruk pelan alis matanya dan memberi tatapan yang santai pada wanita penuh drama itu.
"My virus isn't spreading because I've taken the antibodies so you don't have to worry," jawab Chelsea dengan santai.
"That's fine then because I've been feeling panicky lately since I used the cosmetics you made madam," kataya pula yang terlihat sedang berkipas merasa tertipu dan raut wajahnya yang kesal sangat jelas ketika Chelsea menatapnya.
"Sorry miss because of my cosmetics your face is so bad," ucap Chelsea yang sedang menahan tawanya dengan menutup mulutnya sejenak memakai telapak tangannya sambil melirik ke arah Tina dari samping.
Sama halnya Tina juga berusaha menahan tawanya itu setelah lontaran yang di ucapkan oleh Chelsea.
"My face isn't bad and it's also because your products spoil my face," katanya terdengar protes seolah tak terima saat Chelsea mengatakan wajahnya menjadi buruk.
Dasar wanita gila! apa kau mau mengetes kami dengan penyamaran ini? baiklah aku akan melayani mu sampai kau tak berkutik lagi! batin Chelsea mengelus pangkal hidungnya sesekali dengan tertunduk sedikit merasa jengkel saat menatap wajah wanita itu.
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Satu kali mendayung 3 pulau sekaligus terlampaui jadi jangan merasa menang sebelum kau sampai pada titiknya ❤️