Aku, Khanza

Aku, Khanza
Kekalahan Yang Nyata


...♡♡♡...


Allah berfirman dalam hadistnya :


"Dan di tiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang di kehendaki allah kemudian di tiuplah sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu ( putusannya masing-masing ) QS. Az-zumar : ayat 68.


Kemudian seluruh manusia di bangkitkan dari kubur mereka untuk menghadap allah tanpa beralas kaki, tanpa berpakaian, tanpa berkhitan ( di sunat ) setelah itu catatan-catatan amal di berikan kepada masing-masing dan orang-orang yang akan masuk surga mengambil catatan amalnya dari punggung dengan tangan kiri lalu amal-amal setiap orang akan di timbang bahkan tidak ada kecurangan sekalipun dan tidak ada yang di zhalimi sedikit pun dan orang yang timbangan kebaikannya lebih berat dari timbangan keburukannya maka ia adalah orang-orang yang beruntung bahkan masuk ke dalam surga adapun orang yang timbangan keburukannya lebih berat dari timbangan kebaikannya maka ia termasuk orang yang akan merasakan siksa neraka jahannam sungguh neraka dan surga itu ada bahkan tidak akan pernah menghilang.


Surga adalah tempat kebahagiaan sebenarnya yang di sediakan bagi orang-orang yang bertakwa segala kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbesit dalam hati manusia ada di dalamnya sedangkan neraka adalah tempat segala siksaan yang tidak bisa di bayangkan dahsyatnya di sediakan oleh allah untuk orang-orang munafik dan zhalim kepada sesama makhluk.


Pada siang hari ketika selesai penguburan Agung suami dari Shopia yang malam itu langsung di bawa pulang ke rumah makanya keesokan harinya Kino memanggil seorang ustadz melakukan takziah di rumah mereka.


Tok Tok


Kino tampak mengetuk pintu kamar ibunya yang seusai penguburan tidak keluar dari kamar bahkan ketukan pintu saja tidak ada sahutan sedikitpun makanya Kino sempat khawatir dengan kondisi ibunya setelah kepergian sang ayah.


Karena belum juga ada terdengar suara ibunya maka itu Kino langsung memberanikan dirinya untuk masuk walau tidak di suruh.


Tap Tap


Kino melangkah perlahan dan dari kejauhan dia melihat ibunya sedang duduk di depan jendela yang sudah terbuka lebar.


"Siapa yang menyuruhmu masuk? bahkan tanpa bertanya padaku kau memanggil semua orang ke rumah ini! apa kau ingin terlihat seperti anak yang berbakti? kau pembunuh, kau bunuh ayahmu sendiri Kino! apa kau tak sadari itu?" cecar ibunya dengan berteriak sehingga dia terus menuduh bahwa Kino pelaku atas meninggalnya sang suami padahal Kino hanya menjalankan tugas yang ia berikan.


"Aku tidak mengerti kenapa mama terus mengatakan aku membunuh papa? di mana letak kesalahan ku ma?" protesnya terdengar agak sedikit meninggikan suaranya sesaat Kino terdiam melihat ibunya sudah menatap tajam menoleh ke arahnya.


Shopia berdiri dan berjalan mendekati Kino.


PLAK


Tamparan yang keras tiada habisnya masih terus berlanjut sampai Kino mulai jengah karena dirinya terus di salahkan sehingga dia hanya menahan sakit di wajahnya itu.


"Apa kau lupa? siapa yang seharusnya mati saat ini? kenapa bisa ayahmu yang meminum serbuk obat yang sudah aku berikan padamu Kino? apa kau tidak bisa melakukan tugas yang aku suruh dengan benar? kenapa kau bodoh sekali, di mana otakmu Kino?" semburan yang terus terdengar di telinga Kino serta murkaan dari ibunya membuat dia teringat sesuatu saat dia menuangkan serbuk ke dalam minuman matanya tertuju pada sosok Hayati dari situlah Kino sadari kalau dirinya melakukan kesalahan fatal.


Bruk


"Kenapa? apa kau sudah ingat dengan ucapanku barusan? aku tak mengerti kenapa mendapatkan anak bodohnya seperti dirimu, sudahlah kau sekarang pergi dari hadapanku Kino atau kau bisa mati di tanganku sekarang! cepat pergi."


Jeritan yang memekakkan telinga Kino akhirnya ia bangkit dari tempatnya dengan mengalah supaya ibunya bisa sedikit lebih tenang tanpa kehadiran dirinya.


Kino berdiri dengan melihat ibunya yang sudah membalikkan tubuh kembali menatap jendela terlihat sangat terpukul dengan kepergian suaminya. "Ma, aku minta maaf karena sudah membuat mama sedih seperti ini, aku akan berusaha keras untuk membalaskan dendam mama terhadap keluarga mereka," ucap Kino dengan tegas terdengar berambisi untuk menghancurkan keluarga Panji bahkan tampak pula kepalan tangannya yang kuat sambil menatap ke arah ibunya.


"Pergilah Kino! apa kau tak mendengarku? aku tak akan mengulang ucapanku lagi," semburan ibunya kembali menghentakkan bathin Kino.


"Baiklah ma, aku pergi dulu dan besok aku sudah harus ke luar kota ada tugas yang harus aku selesaikan," katanya pula sebelum beranjak pergi dari tempatnya.


Namun Shopia tidak membalas ucapan Kino dirinya hanya terdiam tanpa bersuara.


Tentu saja Kino tidak banyak berbicara lagi ia pun menutup perbincangan dirinya terhadap sang ibu dan Kino membuang nafas kasar setelah itu dia bergerak dari tempatnya untuk segera keluar dari suasana mencekam saat itu, ketika Kino berjalan ia berulang kali menoleh pada ibunya yang sama sekali tak berpaling dari tatapannya ke arah jendela.


Akhirnya Kino berlalu pergi dari kamar ibunya dengan wajah yang sudah memar.


BAAMMM


PRANGG


Sebuah vas bunga yang berbahan dasar batu di lempar sekuat tenaga oleh Shopia ke arah kaca hiasnya sehingga bertaburlah semua pecahan kaca bercampur dengan pecahan vas bunga tersebut di atas lantai.


Betapa terkejutnya Kino ketika mendengar suara hantaman dari arah kamar sesaat ia berhenti tak melanjutkan langkahnya ia hanya bersender di balik pintu luar saja karena dia tak ingin ibunya bertambah ngamuk jika melihat kehadiran dirinya bahkan dia mendengar suara jeritan keras dari ibunya meneriaki nama Panji terdengar penuh kemarahan yang mendalam.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Pertolongan itu tidak akan datang jika kau masih saja terus berniat untuk mencelakai orang lain, karena Tuhan tidak akan memberikan jalan pada seorang makhluk yang masih di kendalikan oleh hawa nafsu❤️


TETAP NANTIKAN CERITA YANG AKAN DATANG 🥰