Aku, Khanza

Aku, Khanza
Kerjasama Genji Dan Panji


...♡♡♡...


Awalnya David sempat merasa gugup ketika dirinya berjalan mengitari area panggung dalam beberapa saat yang lalu akan tetapi ia melihat sekilas senyuman dari wajah istrinya yang hangat menatap dirinya sebab itu dia lebih percaya diri lagi terhadap dirinya sendiri karena dia menjadi orang yang sangat beruntung memiliki keluarga seperti mereka selalu memberikan suport padanya terlebih ayahnya yang terus melatihnya menjadi seorang model dan melanjutkan perusahaan yang di bangun oleh tangan ayahnya sendiri.


Dalam beberapa saat penampilan dari semua model pun telah berakhir dan tibalah saatnya di mana menentukan data penjualan yang sudah di tetapkan oleh pihak negara Prancis oleh sebab itu semua model kembali ke ruangan mereka masing-masing sambil menunggu panggilan dari pihak yang bersangkutan.


Semua pengunjung pun beranjak dari tempat mereka untuk melihat pajangan bag merek Louis Vuitton yang sudah di letakkan dalam tempat sebuah kotak berbentuk wadah berbahan kaca tertutup sungguh merupakan barang yang sangat mewah dan berkesan elegant ketika mata memandangnya sampai pengunjung di buat bingung harus memilih bag seperti apa untuk mereka bawa pulang.


Prokk Prokk


Tepukan tangan yang serentak dari Panji juga Chelsea saat David berjalan mengarah pada mereka yang sudah berdiri menunggunya.


"Apa kau gugup?" tanya ayahnya pula membuka suara terlebih dulu sambil menepuk perlahan pundak sebelah David hingga lontaran senyum bahagianya karena ia melihat anaknya mirip dengannya saat muda dulu ketika berada di atas panggung.


"Sedikit pa," singkat David menjawab dengan senyuman lega karena dia akhirnya melewati rasa gugupnya


Sesaat David menoleh pada Nathan yang masih saja duduk santai dengan memejam kedua matanya.


"Akhirnya kau bisa terlihat lebih baik dari sebelumnya," cakap sang istri mengingat David pernah jatuh di atas panggung ketika hendak mau berjalan dia menyentuh sebelah kakinya dengan berlawanan makanya ia sempat tidak ingin menjadi model menggantikan ayahnya karena dulu dia sangat pesimis pada dirinya sendiri seolah tidak percaya diri makanya dia selalu di berikan latihan cukup oleh ayahnya sampai sekarang dia lebih menguasai dirinya ketika di lihat oleh banyak orang.


David mendengar ucapan istrinya itu ia pun tunduk karena malu mengingat kejadian yang memalukan dirinya makanya dia hanya terdiam tanpa membalas perkataan dari istrinya hingga tampak wajahnya mulai memerah karena menahan rasa malu.


"Tapi itu menjadi pengalaman bagimu, sekarang kau sudah terlihat seperti model yang profesional, benarkan pa?" tanya Chelsea yang menoleh ke arah Panji melontarkan senyum kecilnya.


"Ya kau benar, sampai papa tidak menduga malam ini diri mu benar-benar memancarkan aura yang berbeda sampai semua mata pengunjung ke arah mu karena papa tadi memperhatikan mereka sekilas," ungkap sang ayah menjabarkan dan terdengar seakan ia sangat bangga dengan penampilan anaknya itu.


"Terimakasih pa, aku hanya berusaha menjadi yang papa harapkan dan aku tak ingin mengecewakan papa malam ini," turut David pula terdengar sangat bijak membuat yang mendengarnya merasa lega.


Tap Tap


Tiba-tiba saja terdengar suara kaki melangkah yang mendekat ke arah mereka dan masuk di tengah perbincangan itu.


"Halo tuan," sapa dari seorang lelaki di balik punggung mereka.


Namun dia menyapa sambil menepuk pelan punggung Panji sebab itu Panji langsung menoleh ke arah belakang sesaat melontarkan wajah rasa penasarannya.


"Oh iya, ada apa? loh, bukannya kau pembawa acara barusan?" tanya Panji pula merasa sedikit heran kenapa dia di tegur oleh orang yang tak di kenal.


"Maaf sebelumnya saya menggangu perbincangan tuan dan nyonya, perkenalkan tuan nama saya Genji dan saya berasal dari jepang," katanya pula yang bungkukan badan dengan sangat sopan melontarkan senyuman ramah dari wajahnya.


Sejenak Panji terheran saja melihat style yang di kenakan oleh Genji yang merupakan bahan dasar batik padahal Genji baru saja mengatakan kalau dirinya berasal dari jepang bahkan baju yang di kenakan Panji juga bermotif batik yang dia desain sendiri.


Mereka dengan serentak saling berjabat tangan dan perkenalkan diri setelahnya.


"Apa saya boleh bertanya sesuatu pada tuan Panji?" ucap Genji yang berusaha membuka suara terlebih dulu setelah usai jabatan tangan mereka.


"Silahkan," turut Panji membalas dengan ramah pula.


"Baju yang anda pakai membuat saya menjadi tertarik untuk membelinya, kalau saya boleh tahu anda beli batik motif seperti ini di mana tuan? maaf kalau saya sudah lancang bertanya terlalu banyak pada tuan," hikmadnya tampak berulang kali bungkuk karena merasa tidak enak awalnya tapi dia harus bertanya walau memberanikan diri.


"Ini belum ada yang menjualnya, karena saya yang desain sendiri tidak ada campur tangan dari pihak lain," katanya pula membuat Genji melebarkan mata seketika.


"Waw... Apa benar anda desainer yang hebat itu, akhirnya saya menemukan orang yang tepat! selama ini saya hanya tahu namanya saja belum pernah melihat secara langsung orangnya dan sekarang saya sangat beruntung di pertemukan pada anda tuan," antusias Genji yang tanpa sadar menggenggam telapak tangan Panji karena rasa kagumnya pada orang yang sedari dulu ingin dia temui tapi tak pernah sempat sebab pekerjaannya yang membuat dirinya selalu sibuk.


David maupun Chelsea saling tatap muka karena mereka menjadi pendengar perbincangan antara Panji dan Genji yang berakhir meninggalkan mereka berdua mencari tempat yang lebih tenang karena ingin melanjutkan perbincangan yang sempat terhenti supaya tidak ada gangguan dari yang lainnya.


Dalam perbincangan Genji ia ingin bekerjasama dengan Panji untuk mengembangkan baju batik hasil desain Panji sendiri, baju yang di kenal oleh banyak kalangan anak muda sampai orang dewasa itulah keinginan Genji sedari dulu sampai dia bertemu Panji untuk mewujudkan apa yang menjadi harapannya.


Akhirnya Panji menyetujui kerjasama itu karena dia melihat kesungguhan Genji ketika melontarkan wajah penuh harapan padanya apalagi keuntungan yang di peroleh Panji juga menjanjikan sebab itu di balik usahanya sebanding dengan hasilnya lagipula Genji bukan merupakan orang yang mengingkari janjinya dan akan memberikan separuh persen dari yang di dapatkan oleh perusahaan nantinya.


^^^To be continued^^^


^^^ 🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Pesimis itu orang yang selalu berfikir buruk tentang dirinya sendiri, padahal dia tidak tahu bahwa dirinya itu sungguh berarti untuk banyak orang jadi berfikirlah realistis untuk diri sendiri❤️