Aku, Khanza

Aku, Khanza
Cerdas Dan ULet?


...♡♡♡...


Kantor Agency Modeling Management.


Ruang kosmetika Ny. Chelsea


Di sebuah sofa tampak Chintya sedang merebahkan dirinya dengan bersender sambil memejam matanya sejenak dan tampak pula Tina sedang mengotak-atik laptop miliknya karena ingin melacak keseluruhan para karyawan yang bekerja di sana sementara itu Chelsea sedang berdiri sambil melihat ke arah pandangan luar gedung terlihat sedang berbicara pada seorang dokter yang menangani Panji bahwa mertuanya itu sudah meminta pulang karena ia mengatakan lebih nyaman jika berada di rumah saja.


"Nyonya, bisa anda ke sini sebentar?" pinta Tina berkata demikian setelah Chelsea selesai berbicara di ponselnya.


Tak berapa lama Chelsea menoleh dan melenggang ke arah Tina. "Ada apa Tina? apa kau menemukan sesuatu?" tanya Chelsea sedikit bungkukkan tubuhnya setelah ia ada di samping Tina.


"Coba nyonya perhatikan data orang ini bukankah orang ini juga bekerja di sini sebelumnya jadi sudah jelas wanita di data ini satu perusahaan dengan Rina, apa saya harus menyimpan data wanita ini nyonya? besok juga Rina akan datang ke kantor ini dengan begitu saya jadi mudah untuk bertanya padanya," kata Tina yang berbicara sambil fokus ke arah laptop miliknya.


"Berarti wanita bernama Shopia ini memang pernah bekerja di perusahaan ini sebelumnya lalu tidak berapa lama dia pindah ke perusahaan Floor tetapi kenapa dia pindah ya? apa mungkin dia resign atau ada kesalahan yang sudah dia buat akhirnya di pecat?" muncul semua pertanyaan di kepala Chelsea karena dia juga memang tidak kenal dengan Shopia lantaran mertuanya tidak pernah bercerita apapun mengenai masalah di perusahaan.


Chelsea di rekrut menjadi penata rias karena kata Panji memang sudah seharusnya keahlian Chelsea di tunjukkan oleh semua orang apalagi Panji tahu kalau menantunya itu juga ahli dalam menciptakan produk kosmetik yang sangat bermanfaat bagi semua pemakainya namun Panji tidak pernah menyinggung kalau sebelumnya ada penata rias yaitu Shopia dan Panji hanya mengatakan kalau karyawan sebelumnya sudah tidak bekerja lagi.


"Coba nyonya perlahan bertanya pada direktur utama siapa tahu bapak David mengetahui sesuatu tentang Shopia ini," imbuh Tina pula menyarankan hal demikian.


"Tidak, sepertinya David juga tidak mengetahui cerita Shopia ini kalau dia tahu sudah pasti dia juga bercerita padaku," balas Chelsea yang terlihat berjalan ke arah meja kerjanya lalu dia duduk di kursinya dan mengangkat sebelah kakinya dengan menumpukan di kaki satunya serta ia melekatkan semua jari jemarinya dan mengalihkan pandangan ke arah lain. "Aku tahu harus bertanya pada siapa, ohya Tina tolong kau print data Shopia itu dan berikan padaku," perintah Chelsea pula yang masih memainkan jari jemari tangannya itu.


"Baik nyonya," patuh Tina sejenak ia pun memainkan semua jemari tangannya di atas laptop secara lincah.


Drrtt Drrttt


Getaran serta dering ponsel milik Chelsea terdengar jelas lalu ia pun melihat layar ponselnya.


Caliing my honey...


Dalam beberapa saat Chelsea pun mengangkat telepon dari suaminya itu.


"Ya halo," jawab Chelsea berbicara di balik ponselnya.


"Bisakah kau ke ruangan ku sebentar ada yang ingin aku bicarakan," cakap suaminya pula dari sebrang.


"Baiklah aku segera ke sana," balas Chelsea seketika ia bangkit dari kursinya dan David pun mematikan ponselnya deluan.


Setelah perbincangan itu Chelsea beranjak dari tempatnya sambil berjalan ke arah pintu lalu belum sempat keluar ia menoleh ke belakang. "Tina, aku ingin keluar jika kau sudah selesai dengan tugas mu kembali lah ke ruangan mu," cakap Chelsea saat dia berhentikan langkahnya sejenak.


"Siap nyonya, saya akan meletakkan hasil printnya di atas meja nyonya," turut Tina pula sambil melihat ke arah Chelsea melontarkan senyum tegasnya itu.


"Oke kalau begitu aku keluar," kataya lagi lalu ia melanjutkan langkahnya ke arah pintu.


Jika ingin menuju ke ruangan David maka Chelsea harus menaiki lift hingga ke lantai atas sedangkan dirinya berada di lantai 3 sementara gedung itu bertingkat hingga mencapai ke 7 tingkatan di tambah pula kalau mau ke arah lift harus berjalan terlebih dulu karena lift untuk atasan memang di buat khusus atas perintah dari Panji dan yang untuk karyawan sudah berbeda pula.


Ting


"Selamat siang nyonya," sapa dari beberapa karyawan yang tampak sedang berjalan sambil membawa beberapa berkas di tangan mereka.


Chelsea pun menyambut sapaan itu dengan memberikan senyuman ramahnya sebab di dalam perusahaan itu tidak ada yang bisa menandingi pesona Chelsea ketika ia sedang berjalan.


Ruang Direktur Utama.


Tok Tok


"Ya masuk saja."


Sahut David dari dalam.


Karena Chelsea sudah mendapatkan izin lalu ia pun masuk ke dalam kemudian ia menutup kembali pintu dengan rapat sambil berjalan ke arah sofa empuk yang sudah tersedia dengan duduk secara rebahkan tubuhnya sesaat.


"Apa yang kau lakukan seharian ini? sedari pagi kau tak terlihat di kantor," kata sang suami yang tampak memainkan pena di atas berkas yang terlihat menumpuk di meja kerjanya.


"Aku sedang menghadapi sebuah masalah tadinya," ungkap Chelsea sambil menoleh ke arah sang suami yang sejenak sudah menatapnya dari jauh.


"Masalah apa? kenapa kau tak cerita padaku?" tanya suaminya dengan nada protes.


"Masalah kecil saja lagian sudah aku bereskan," lontaran itu terdengar angkuh di telinga sang suami.


"Apa kau yakin sudah beres?" tanyanya lagi seolah tak percaya apa yang di katakan oleh istrinya itu.


"Tentu saja, karena aku memilki 2 kandidat yang sangat cerdas jadi kau tak perlu cemas lagi," imbuh Chelsea yang begitu membanggakan ke duanya.


"Maksud mu Tina dan Chintya?" bertanya kembali sambil meneruskan memainkan penanya di atas kertas.


"Ya tentu saja mereka memangnya ada yang lain di sampingku selain mereka?" ucapan Chelsea membuat sang suami menghentikan kerjaannya dan tampak berdiri dari kursinya dengan melenggang berjalan ke arah tempat duduk Chelsea.


"Lalu aku kau anggap apa?"


David berkata demikian dari jarak yang sangat dekat dengan wajah Chelsea karena David menahan tangannya di sofa tersebut sambil bungkuk sedikit.


ZLEEPP


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Kesuksesan ada di tanganmu bukan di tangan orang lain jadi raihlah suksesmu walau kau jatuh hingga ke dasar yang paling bawah ❤️


^^^ ^^^